Pengukuran kemampuan mesin menggunakan metoda OEE ini, pertama kali diperkenalkan oleh seorang praktisi dunia indutri suku cadang dari Jepang, bernama Seiichi Nakajima.

Seiichi Nakajima juga dikenal dengan sebutan ‘bapak’ dari konsep dan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Dan OEE merupakan bagian dari konsep besar TPM. Karena pada dasarnya OEE adalah alat untuk mengukur ke-efektifan mesin, sementara TPM adalah metodologi yang bersifat strategis untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi sejak mesin dioperasikan untuk melakukan produksi, sampai mesin dinyatakan berhenti dalam melakukan fungsinya. Tolok ukur keberhasilan penerapan TPM akan selalu merujuk pada hasil pengukuran OEE dari waktu ke waktu. 

Nakajima, pertama kali mengemukakan ini sekitar menjelang tahun 1980. Sampai kemudian konsep ini berkembang begitu pesat di Jepang, karena nilai tambah yang langsung dapat dirasakan oleh industri manufaktur di Jepang, dengan bukti peningkatan produktifitas dan efisiensi mesin produksinya, peningkatan profit margin perusahaan yang lambat laun secara tidak langsung dapat dirasakan, serta efisiensi dan efektifitas yang dapat menekan biaya perawatan mesin sampai ke tingkat minimum.

Pada tahun 1988, Nakajima pertama kali menerbitkan buku panduan mengenai TPM dan OEE dalam bahasa Inggris. Dan sejak saat itu, gema TPM dan OEE ini seakan menjadi badai yang melanda daratan Eropa dan Amerika. Para Industrialis di Eropa dan Amerika begitu terkesan akan gagasan TPM dan OEE ini, bahkan sampai saat ini seakan TPM dengan tools-nya berupa OEE telah menjadi nafas bagi keberlangsungan industri manufaktur di sana. 

Hingga kini OEE telah berkembang ke dalam belasan versi, yang masing-masing berusaha membuat format aplikasi sehingga spesifik dan unik untuk kelompok-kelompok industri tertentu. Dan justru perkembangan itu begitu gegap gempita di dataran Eropa dan Amerika. 

Mereka mengembangkan konsep OEE sehingga aplikasinya dapat secara spesifik diterapkan –misalnya- di industri otomotif, industri makanan, industri farmasi, industri pengolahan logam, industri kayu, industri tambang, dan sebagainya. Tapi kesemua variasi itu tetap berawal dari konsep dasar-nya Seiichi Nakajima. 

Menjelang tahun 2000, terutama mesin-mesin produksi yang dibuat di Jepang, Amerika dan Eropa, mulai mengembangkan sistem kontrol pada mesin yang dilengkapi dengan sensor-sensor dan piranti penunjang yang dapat memberikan informasi mengenai perfomansi mesin tersebut. Dan semua peralatan kontrol beserta piranti lunak pada mesin ini, dibuat dari konsep dasar OEE dan tuntutan kebutuhan tolok ukur yang diperlukan pada mesin tersebut. Dari yang bersifat individu pada mesin itu sendiri sampai yang sudah mengintegrasikan otomatisasi untuk perhitungan OEE yang 'tinggal baca'. Seperti layaknya dashboard speedometer mobil, terbaca langsung di mesin, maupun sistem monitaring jarak jauh sampai langsung ke para pengambil keputusan.

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya