Semua orang tahu bahwa TPM adalah singkatan dari Total Productive Maintenance, tapi menarik ketika dalam bukunya, Peter Willmot dan Dennis McCharty mencoba menggugah kita dengan sudut pandang yang sedikit berbeda diawali dengan sebuah tawaran pada bab pertama bahwa seharusnya singkatan dari TPM tidak sekedar Total Productive Maintenance, tapi lebih luas mencakup Total Productive Manufacturing. Perlu diketahui, judul bukunya sendiri tetap menggunakan TPM sebagai Total Productive Maintenance (Willmot, Peter & Dennis McCharty, TPM - A Route to World Class Performance, Butterworth-Heinemann, 2001). Lalu mengapa bung Peter begitu penting untuk diawal bukunya mengajak kita memperluas penglihatan dari sekedar Maintenance menjadi Manufacturing.

Dimana-mana, tidak di hanya nasional tapi juga saya yakin banyak perusahaan di dunia, bila disodori istilah Maintenance, maka yang muncul di kepala adalah bagian teknik, service department, technical service atau apapun namanya, yang langsung merujuk pada fungsi organisasi yang bertugas memelihara mesin dan peralatan, itupun masih lebih baik karena ada perusahaan yang masih memagari pengertian menjadi 'sekedar' tugas memperbaiki mesin dan peralatan. Memelihara artinya melakukan segala macam upaya strategi sehingga mesin selalu bekerja dengan baik, sementara memperbaiki lebih terkesan tugas yang menunggu sampai suatu saat mesin rusak disanalah bagian teknik akan melakukan aksinya.

Selengkapnya... Total Productive Manufacturing?

Bayangkan anda memiliki sebuah mobil baru. Baru kemarin dikirim dari dealer. Bila anda ditantang agar melakukan usaha bagaimana caranya sehingga kira-kira duapuluh tahun lagi mobil anda akan memiliki kondisi sama seperti sekarang ini, saat mobil belum sama sekali digunakan. Selama duapuluh tahun mobil tidak digunakan? Maka hal itu akan menjadi lucu, karena pertanyaan kemudian adalah mengapa mobil harus dibeli?

Itu tentang mobil. Dimana alasan pemanfaatan, bila anda bukan pengusaha armada, maka keberadaan mobil lebih dimaksudkan sebagai alat transportasi anda sendiri. Bahkan ada yang juga dibumbui masalah gengsi. Sehingga biaya yang ditimbulkan karena keberadaan mobil, baik untuk operasional maupun perawatan sepertinya bukan lagi menjadi hal penting untuk dilihat, dibanding kemanfaatan yang akan diperoleh.

Selengkapnya: Merawat Mesin

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya