Memulai karir sebagai Engineer di tahun 1994 di PT Konimex. Selain menangani kegiatan operasional Maintenance mesin-mesin Food dan Farmasi, Pitoyo juga banyak terlibat dalam proyek-proyek pengembangan pabrik. Dia juga terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) dan World Class Manufacturing di perusahaannya. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa diterapkan secara unik merekam performance semua mesin proses di perusahaan tempat dia bekerja.

Praktisi dan terlibat dalam berbagai proyek-proyek yang mengaplikasikan metode-metode Industrial Management modern, baik yang bersifat strategis maupun teknis sebagai penerapan dan pengembangan dari konsep-konsep : World Class Manufacturing, Total Productive, Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Quality Management (TQM), Continuous Improvement, Good Manufacturing Practices (GMP), Good Engineering Practices (GEP), 7 Habits of Highly Effective People, Project Management, Metrology, Measurement and Calibration, Commissioning and Qualification, Process Validation, Quality Risk Management, Balance Score Card, Design of Experiments (DOE), Konsep QbD - Quality by Design, Lean Construction - Lean Manufacturing, Cleaning Validation, Sterile Facility, Thermal Validation.

Pada tahun 2010 pernah mewakili perusahaan mengikuti Kompetisi Konvensi Mutu Nasional TKMPN (Temu Karya Mutu dan Produktifitas Nasional) di Batam yang diselenggarakan oleh Lembaga Mutu PT Wahana Kendali Mutu, Indonesia.

Mendapat tugas mewakili perusahaan pada ISPE (International Society for Pharmaceutical Engineering) Conference di Singapore, pada tahun: 2011, 2012, 2013, 2015.

Mengikuti Seminar dan Workshop ISPE (International Society for Pharmaceutical Engineering), dengan topik antara lain:

"Calibration, Qualification and Validation"; "Computer Validation"; "Cleaning Validation"; "Workshop: Process Validation"; "Qualification"; "Pembuatan Produk Steril"; "Sterile Manufacturing"; "Workshop: Statistic for Process Validation and Product Quality Review".

Beberapa kali mendapat tugas untuk melakukan Product Manufacturability Study, Site Visit, Factory Acceptance Test di beberapa Pharmaceutical Machinary and Facility Manufacturer di luar negri (Jerman, Belgia, Prancis, Swiss, Singapore) dan dalam negri (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya).

Beberapa kali memberikan kuliah umum sebagai dosen tamu di Fakultas Teknik beberapa Perguruan Tinggi, berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang peran profesi Pharmaceutical Engineering.

Memiliki Sertifikat pelatihan terhadap pemahaman dan audit internal ISO 17025 (Standar Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi) yang diterbitkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional).

Memiliki Sertifikat pelatihan Ahli Kalibrasi untuk ruang lingkup Massa, Kelistrikan, Suhu dan Ketidakpastian Pengukuran yang diterbitkan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Tahun 2002 menjabat Chief Engineer dan memimpin pemeliharaan mesin-mesin produksi di lingkup mesin proses produksi Farmasi.

Tahun 2010 bertugas di bagian Validasi menjabat sebagai Validation Officer, yang bertanggung jawab mengkoordinasi proyek-proyek kualifikasi mesin dan validasi proses untuk kepentingan regulasi bagi sebuah perusahaan farmasi. Adalah fungsi di sebuah perusahaan farmasi yang menjamin bahwa produk yang dihasilkan akan selalu memenuhi kualitas yang dipersyaratkan dan aman bagi konsumen obat.

Terdaftar sebagai anggota aktif organisasi ISPE (International Society of Pharmaceutical Engineering) sejak 31 Oktober 2017.

Keterlibatan dalam proyek yang pernah ditangani secara langsung:

Project Engineer untuk setup Food Plant Facility, sejak dari design, construction, utility and production machine-setup, commissioning, hand-over, dan initial production running.

Project Engineer untuk kajian penerapan dan feasibility study  sistem komputerisasi, internet, dan e-commerce untuk diterapkan dalam perusahaan.

Project Leader untuk re-furbished dan re-location Confectionery Facility Plant, sejak dari design, re-location fast track agar tetap menjamin ketersediaan produk selama proses pemindahan mesin, start-up and optimizing.

Project Leader penerapan konsep Total Productive Maintenance (TPM) di Pharmaceutical Plant Facility, terutama untuk penerapan 4 pilar pertama, Focused Improvement, Autonomous Maintenance, Schedule Maintenance dan Maintenance Training and Learning Project.

Project Leader dalam rangka memformulasikan konsep pengukuran performance mesin OEE (Overal Equipment Effectiveness), sejak dari design, formulation, implementing, training, dan konsep paperless measuring, monitoring and controlling.

Project Leader dalam rangka komputerisasi proses administrasiTechnical Service Department.

Project Secretary untuk pembangunan Pharmaceutical Oral Dosage Form Plant Facility, sejak dari feasibility study, design, construction, utility and production machine-setup, commissioning, machine and equipment qualification, proccess validation, hand-over, dan initial production running.

Project Engineer untuk pembangunan Pharmaceutical Liquid Dosage Form Plant Facility,  sejak dari feasibility study, design, production machine-setup, commissioning, machine qualification, process validation, hand-over, dan initial production running.

Project Leader untuk berbagai pengadaan mesin baru (baik mesin utilitas maupun mesin produksi Farmasi), sejak dari feasibility study, design, machine-setup, commissioning, machine qualification, process validation, hand-over, dan initial production running.

Proccess Validation Leader untuk Produk Oral Solid Dosage.

Validation Leader untuk fasilitas dan proses Aseptic Filling.

Project Leader untuk berbagai proyek Kualifikasi mesin-mesin di Pharmaceutical Plant Facility.

Project Leader untuk kajian konsep Paperless Qualification Validation.

Project Leader untuk penyediaan fasilitas Thermal Validation.

Project Leader untuk desain dan aplikasi Calibration Management System.

Qualification Leader untuk Sistem Pengolah Air, HVAC, Ruang dan Mesin Proses Fasilitas Steril.

Project Leader untuk pembuatan Pedoman Desain Sarana Penunjang Kritis yang berlaku bagi internal pabrik.

Qualification Leader untuk Fasilitas Produksi Tablet.

Validation Leader untuk Validasi Proses Aseptik, Proses Sterilisasi dengan Irradiasi, dan Proses Sterilisasi dengan Filtrasi,dalam cakupan Validasi Proses pada Fasilitas Steril.

Validation and Qualification Leader untuk Fasilitas Laboratorium.


Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya