pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Follow @PitoyoAmrih

Memburu KURAWA PDF Print E-mail
Buku Pitoyo Amrih - Novel Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 07 January 2012 12:12

Memburu Kurawa, Risalah Kematian di Padang Kurusetra7

 

Judul Novel : MEMBURU KURAWA
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 417 halaman
Ukuran Halaman : 15,5 x 24 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-978-850-1


KLIK DISINI untuk pembelian buku secara online

Kurawa berjumlah seratus. Adalah anak-anak Destarastra dan Dewi Gendari. Mereka adalah Adityaketu, Agrasara, Agrayayin, Anuwenda, Aparajita, Balaki, Balawardana, Bimarata, Bimasulawa, Bimawega, Bogadenta, Bomawikata, Bwirajasa, Carucitra, Citrabana, Citraboma, Citraga, Citraksa, Citraksi, Citrakundala, Citrawarma, Danurdara, Dirgabahu, Dirgalasara, Dirgama, Dirgaroma, Dredasetra, Dredawarma, Dredayuda, Drestaketi, Durbahu, Durdara, Durdarsa, Durgempa, Durkarana, Durkaruna, Durkunda, Durmaga, Durmagati, Durmasana, Durmuka, Durmanaba, Durnandaka, Durpramata, Durprasadarsa, Dursaha, Dursaya, Dursatwa, Dursara, Duryudana, Dursasana. Kemudian Dursilawati satu-satunya perempuan Kurawa. Durta, Durwega, Duryuda, Dusprajaya, Dwilocana, Ekaboma, Ekatana, Gardapati, Gardapura, Habaya, Haknyadresya, Halayuda, Hanudara, Jalasaha, Jalasantaka, Jalasuma, Jalasanda, Kartamarma, Kenyakadaya, Kratana, Kundasayin, Mahabahu, Nagadata, Patiweya, Pratipa, Rudrakarman, Senani, Somakirta, Srutayuda, Sulacana, Suwarcas, Trigarba, Udadara, Ugayuda, Ugrasrawa, Ugraweya, Upanandaka, Upacitra, Wahkawaca, Watawega, Wikataboga, Windandini, Wingwingsata, Wirabahu, Wisalaksa, Wiyudarus, Yutadirga, dan Yuyutsu.

Read more...
 
Sinergi Kembar Nakula Sadewa PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 01 December 2011 09:20

Nakula dan Sadewa (wayang golek)Nakula dan Sadewa memang sosok yang unik. Keduanya kembar identik. Hampir sulit dibedakan kedua wajah dan fisik mereka. Mereka juga sama-sama kidal. Walaupun tangan kanan dan kiri mereka bisa melakukan hal yang sama, tapi tangan kiri mereka seperti lebih bertenaga daripada tangan kanan mereka. Kemampuan olah kanuragan mereka juga hampir sama. Sama-sama memiliki kesaktian yang tinggi dalam memainkan pedang dan keris. Juga kemampuan memanah mereka, walaupun masih jauh bila dibanding kakak mereka, Arjuna, tapi kemampuan memanah mereka masih diatas rata-rata kemampuan memanah para ksatria pada umumnya.

Hal yang paling membedakan keduanya, antara Nakula dan Sadewa, adalah dalam hal kepribadian mereka. Nakula memiliki pribadi yang pendiam. Dia adalah seorang ksatria dengan tipe pemikir. Setiap kejadian, selalu kemudian ditelaah, diurai maknanya, dan coba dijabarkan di dalam hatinya. Nakula hanya berbagi dan menyampaikan pendapatnya, ketika diminta. Berbeda dengan Sadewa. Sadewa adalah seorang yang pandai dalam menyampaikan pendapat. Dia juga cerdas. Sadewa yang juga dikenal sebagai seorang pembicara, bila menyampaikan sesuatu hal kepada senapati prajurit atau rakyat kebanyakan. Gabungan Nakula dan Sadewa, saya bayangkan seperti sebuah miniatur dari kombinasi Yudhistira –yang lebih banyak diam dan berpikir- dan Kresna –yang lebih banyak menyampaikan pendapat dan membangun hubungan dengan orang lain-. Hanya bedanya, kalau Yudhistira dan Kresna, biasanya bekerja sama dalam ranah kebijakan strategis yang luas, menyangkut kehidupan dan hubungan antar negri di dunia wayang, Nakula dan Sadewa, lebih banyak menjalin kerjasama, untuk mengejawantahkan hal-hal yang harus dibina dan diperbaiki di lapangan, pada orang kebanyakan, terutama di lingkup dalam negri Amarta dan sekutu-sekutunya.

Last Updated on Thursday, 01 December 2011 09:50
Read more...
 
Menggagas Kesetiaan Sang Arjuna PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 26 October 2011 14:03

ArjunaOrang yang dilahirkan dalam kondisi yang begitu istimewa. Dia adalah putra ketiga pasangan Pandu Dewanata dan Dewi Kunti. Lahir di lingkup istana negri besar, Hastinapura. Yang istimewa dari anak ini, selain dia adalah putra seorang raja besar, dia juga memiliki kharisma tersendiri yang terpancar dari wajahnya. Sejak dia bocah, semua orang yang melihatnya sepakat bahwa anak ini memiliki anugrah paras wajah dan sorot mata yang bisa membuat siapa saja yang melihat terkesima. Apalagi para wanita, hampir bisa dipastikan bila melihat wajahnya, dan juga tutur katanya, mata dan hati mereka akan tertarik kepadanya.

Lahir dengan nama Permadi, keelokan wajahnya begitu tersohor di seluruh negri Hastinapura, bahkan berita dari mulut ke mulut itu sampai menyebar di seluruh jagad wayang. Saking kuatnya pergunjingan itu, berakibat, hampir semua wanita yang mendengar berita tentang Permadi muda itu pun bisa langsung jatuh cinta, bahkan sebelum si wanita bertatap muka langsung dengannya. Sebagian lagi membawa cerita-cerita ketampanan Permadi sampai ke dalam mimpi, sehingga menjadikan obsesi tersendiri bagi setiap perempuan di dunia wayang.

Permadi lahir di dalam istana megah Hastinapura. Masa kecilnya berisi kemudahan-kemudahan. Selain kesempurnaan paras wajahnya, Permadi juga diberi anugrah talenta kecerdasan yang luar biasa. Dia bisa dengan mudah belajar, baik ilmu kautaman maupun ilmu kanuragan. Namun kungkungan istana di dalam istana megah itu tetap saja memisahkannya dari dunia luar. Jadilah seorang Permadi kecil yang pandai dan dengan pesat bisa belajar ilmu pedang dan memanah, tapi tak pernah mengenal kerasnya dunia luar.

Last Updated on Wednesday, 26 October 2011 14:19
Read more...
 
Perjalanan Bima Mencari Sang Pencipta PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 14 October 2011 09:18

BimaBima adalah putra kedua Pandu. Sekaligus menjadi kerabat kedua keluarga Pandawa. Bentuk fisiknya istimewa, karena memiliki tubuh tambun besar. Badannya dua kali besar rata-rata bangsa manusia dewasa. Sorot matanya tajam, tangannya kokoh kuat. Tidak banyak bicara.

Dan ada yang istimewa dari Bima, yang ketika kecil sampai menjelang dewasa dijuluki Bratasena ini, yaitu ada semacam tulang menyembul diantara ruas ibu jari dan jari telunjuknya, di kedua tangannya. Tulang yang kemudian banyak orang menyebutnya dengan nama kuku Pancanaka. Karena sekilas, tulang itu nampak seperti kuku yang menyembul. Dalam keadaan biasa, kuku ini hanya menyembul sedikit dari tangannya. Sementara pada posisi bertempur, Bima bisa membuat kuku itu keluar memanjang, bahkan sampai sepanjang lengan! Kuku yang ternyata begitu tajam, bahkan lebih tajam dari sebilah belati. Sehingga membuat tinju Bima begitu mematikan dan sangat ditakuti musuh-musuhnya. Karena selain dapat memukul juga dapat merobek apa saja yang ditinjunya.

Kelahiran Bratasena alias Bima ini juga luar biasa. Kunti, sang ibu, tidak seperti kelahiran putra pertamanya, Samiaji, yang tampak biasa dan wajar seperti persalinan kebanyakan orang. Perut Kunti menjelang kelahiran Bima tampak begitu besar. Jalannya pun kepayahan, terkadang harus di tatih oleh para dayang. Dan ketika sang bayi lahir, rasa takjub itu seolah seperti menjadi. Semua orang terkejut, karena bayi yang keluar sebagian tubuhnya, diselimuti ari-ari tebal, kenyal dan kuat. Sang bayi besar itu tampak sehat, walaupun tak ada tangis mengiringi kelahirannya. Lahir dengan sorot mata yang sudah lebar dan tajam. Sekilas tampak seperti sosok bayi besar yang terbungkus, yang bila diamati seksama, bungkus itu ternyata adalah ari-ari yang begitu kuat menempel di tubuh bayi besar dan seperti tak mungkin untuk dilepaskan.

Last Updated on Friday, 14 October 2011 11:31
Read more...
 
Yudhistira, Memimpin Perlawanan tanpa Melawan PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 08 October 2011 08:32

yudhistiraDia adalah sulung Pandawa. Putra Raja Hastinapura Pandu Dewanata dengan permaisuri Dewi Kunti, putri kerajaan Mandura. Memiliki nama kecil Samiaji. Dari kecil banyak mendapat ilmu kautaman dari ayahnya, Pandu. Sejak kecil Samiaji belajar begitu banyak naskah-naskah kuno pustaka negri Hastinapura. Perjalanan batin dan pencarian makna kehidupan baginya, sudah dimulai sejak usia masih kanak-kanak. Sementara adik-adiknya lebih tertarik kepada ilmu kanuragan dan menggembleng diri mereka sehingga sakti mandraguna, Samiaji justru memperdalam ilmu kautaman. Kesaktiannya hanya sebatas kesaktian rata-rata seorang ksatria. Kepandaiannya memanah dan bermain pedang tidak begitu istimewa. Tapi pemahamannya akan berserah diri sebagai makhluk ciptaan Sang Pencipta, membuat segala pikiran, ucapan dan perilakunya seakan sejalan dengan kehendak alam.

Dari sisi tafsir kisah Dunia Wayang secara kejawen, Samiaji dikenal memiliki pemahaman yang begitu dalam akan makna ‘ngelmu suwung’. Dalam terminologi Jawa, ‘suwung’ berarti sebuah rumah yang kosong. Tidak hanya kosong ditinggal penghuninya, tapi juga kosong dari perabot dan segala macam isi rumah. Ngelmu Suwung, adalah pengertian dimana sang empunya bisa membawa diri pada pemahaman hidup bahwa dirinya tidak punya apa-apa, karena pada dasarnya segala yang ada dan merasa dipunyai, secara hakiki, adalah milik Sang Pencipta.

Last Updated on Saturday, 08 October 2011 08:54
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 47
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter


Copyright © 2012 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Webpitoyo.com

Kutipan

"Out of suffering have emerged the strongest souls; the most massive characters are seared with scars."
Khalil Gibran

Kearifan Nusantara

"Digdaya tanpa aji, sugih tanpa bandha, menang tanpa ngasorake" (Sakti tanpa ajian, kaya tanpa harta, menang tanpa mengalahkan)
Kearifan Jawa

Statistik

 





Flag counters!

 

Advertisement

Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices



feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo