pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Mendiskusikan Bentuk Drum PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 13 December 2015 10:48

Bila saya berkata bentuk drum, hampir pasti semua orang akan membuka imajinasi dikepalanya sebuah bentuk yang sama seperti gambar di bawah saya ambil dari sebuah situs pengiriman. Kenapa bisa sama? Karena memang interaksi kehidupan kita telah membawa - sadar atau tidak - sebuah bentuk tersebut dengan terminologi bernama 'drum' dan semua orang telah sepakat terhadapnya, sudah memproyeksikan dalam pandangan tiga dimensi dan merekamnya di otak dengan sempurna.

 

Sekarang bayangkan anda tak pernah melihat yang namanya drum. Suatu ketika kemudian anda diberi kesempatan melihatnya, cumandrum sayangnya penglihatan itu hanya dalam proyeksi dua dimensi dari depan. Jadilah yang terlihat sebuah bentuk empat persegi panjang berdiri dengan dua garis melintang membangi ketinggian menjadi tiga bagian. Anda berusaha memaksa segala imajinasi itu, namun yang terlihat dikepala seperti itu. Empat persegi panjang berdiri dengan dua garis melintang membagi tinggi menjadi tiga bagian sama rata, ada tulisan OIL disana! Itulah kesimpulan anda tentang drum. Bila anda bertermu orang lain kemudian berdiskusi tentang drum, maka yang anda ceritakan adalah bentuk yang ada pada kesimpulan anda. Bahkan terkadang anda harus mati-matian mendebat orang bila mereka berbicara tentang drum dengan jabaran bentuk yang berbeda. Sesekali juga mungkin anda tergoda, tanpa diminta dan ditanya, anda bercerita begitu saja berteriak-teriak tentang bagaimana bentuk drum, dan anda begitu yakin bahwa itulah bentuk drum yang nyata. Segala keterangan orang lain tentang bentuk drum yang berbeda dianggap salah.

Last Updated on Sunday, 13 December 2015 11:44
Selengkapnya..
 
Menciptakan Kebutuhan Pertunjukkan Wayang PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 03 January 2015 11:25

 

ketemu sing bener piye, sing apik piye lan sing payu piye..” (meramu agar benar, bagus dan laku), begitulah kira-kira rangkuman dari obrolan saya dengan Ki Manteb Soedharsono, sang maestro dalang kondang pada suatu kesempatan bertemu beberapa minggu lalu di Slawi, Tegal. Bagi saya petemuan itu memang sungguh kesempatan berharga yang tak selalu dengan mudah terjadi. Panitia Festival Dalang Dulongmas 2014, mendudukan kami satu meja sebagai juri festival tersebut. Sebuah kehormatan bagi saya, ketika panitia memberi kepercayaan kepada saya mendampingi pak Manteb, praktisi pedalangan yang telah membawa pentas pertunjukkan wayang dalam genggamannya sekian lama, ada pak Prof. Kasidi, guru besar pedalangan ISI Yogyakarta, bapak Prof. Bambang Murtiyoso, guru besar ISI Solo, dan bapak Prof. Teguh Supriyanto, guru besar Sastra, Seni dan Budaya, UNNES, Semarang. Saya berada ditengah para dewa dunia pedalangan dan wayang.

Sebuah festival yang digagas Ki Enthus sebagai bupati Tegal, dalam upaya menciptakan ketersinambungan profesi pedalangan sehingga tetap menjadi kebutuhan dan ditempatkan pada posisi yang seharusnya ditengah kehidupan sosial masyarakakat Indonesia saat ini.

Selengkapnya...
 
Wayang dan Mahabharata PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 23 August 2014 09:57


Pengantar tulisan: Salah satu sahabat saya, Muhammad Ihwan, seorang yang berprofesi sebagai staf ahli di sebuah perusahaan kimia besar, telah merampungkan satu buku tebal tentang risalah kisah Mahabharata dari perspektif budaya Jawa. Buku yang sebentar lagi akan diterbitkan. Semakin menambah gairah dan rasa senang, ketika semakin banyak yang mulai menikmati penjelajahannya terhadap wayang dan budaya nusantara umumnya. Bukan melulu kewajiban para akademisi dan praktisi seni dan budaya, kebudayaan bangsa adalah hak dan kewajiban kita semua agar selalu menjadi keseharian kita. Dan sebuah kehormatan ketika saya diminta untuk memberi tulisan pengantar buku. Atas ijin beliau, tulisan saya ini saya publikasikan di sini. Menjelang penerbitan buku itu.

 

Wayang tidak sekedar menyampaikan sebuah cerita. Mahabharata bukan satu-satunya cerita. Itulah uniknya bangsa kita. Sejarah memang meyakini bahwa cerita itu bermula dari naskah sang Vyasa yang bercerita tentang turun-temurun kisah keluarga Bharata. Tapi darimana Vyasa mendapat inspirasi cerita yang terlalu elok bilasaja semua itu sekedar rekaan? Ada yang mengatakan bahwa masa itu memang sulit memberi jarak sebuah karya fiksi dengan karya jusnalistik. Jaman itu para pujangga terbiasa merekam kejadian melalui sebuah idiom-idiom dan perlambang, jaman itu juga mereka selalu saja membuat cerita sebagai alat berita kepada khalayak. Mungkin hal itu pula yang dulu melahirkan karya besar Mahabharata. Lalu bila kisah nan kompleks dan rumit itu terinspirasi dari dunia nyata, dimanakah semua kejadian itu berasal?

Last Updated on Saturday, 23 August 2014 10:16
selengkapnya...
 
Wakil Rakyat Kebanyakan PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Karepe Bilung
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 25 February 2014 09:32

 

karepe bilung_gbrTahun ini memang jadi tahun yang kemrungsung bagi para calon wakil wakyat itu. Ya, maaf,.. kalo aku harus ngrasani sampeyan semua. Tapi ya memang begitu itu kenyataannya. Tiba-tiba orang itu berubah. Tidak yang dipusat atau yang di daerah semua. Semua serba ‘pokoknya’, mengesampingkan hal-hal lainnya yang seharusnya lebih penting. Pokoknya aku harus menang saat pilihan nanti. Pokoknya!

 

Nah,.. cara-caranya itu lho? Jaman dulu itu malah lebih mending sepertinya. Walau jaman dulu memang ada gontok-gontokkan. Tapi orang dulu itu sangat hormat pada alam dan sekelilingnya. Tidak ada cerita orang jaman dulu itu kok misalnya merusak pohon. Lha sekarang ini kok kebangetan. Tiap hari aku itu rasanya pengin marah sama sampeyan para caleg itu kok. Bayangkan, tiap hari itu aku mendengar pohon-pohon di jalan pada nangis kesakitan. Badannya ditancapi paku-paku untuk pamer wajah. Belum jadi wakil rakyat, sama pohon-pohon saja sampeyan itu nggak menghormati, apalagi nanti kalo sudah jadi duduk enak di kursi dewan yang terhormat, sama kita rakyat kecil pasti ya lali alias lupa.

Last Updated on Tuesday, 25 February 2014 15:10
Selengkapnya...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 70
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2016 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"..saya berterima kasih kepada Beliau (Pitoyo Amrih) karena bisa jadi penyambung informasi bagi generasi2 seumur saya yang tertarik sekali pada cerita wayang.."
Intan Laksmi

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Negara mawa tata, desa mawa cara" (segala sesuatu ada aturannya)
Kearifan Jawa

Kutipan

"The distinction between past, present, and future is only a stubbornly persistent illusion."
Albert Einstein







feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo