Kemudian pak Amat mengangkat gagang telepon, kemudian men-dial beberapa angka. “Pak Sony..,” rupanya yang dihubungi adalah pak Sony, sang engineer perusahaan tersebut. ” Seberapa besar konsumsi listrik dan bahan bakar di mesin kita, pak..”

“Oh, banyak ,pak..” pak Sony diseberang telepon menjawab.

“Tolong lebih detail pak..”

“Secara garis besar pak, masing masing mesin itu menggunakan motor sebesar 10.000 Watt, pak. Sementara untuk bahan bakar,..dipakai untuk memanaskan boiler, dan uap air yang didapat, dipakai untuk memanaskan pencetak gelas di mesin kita…”

“Hmmm, ..”, sejenak pak Amat berpikir. “Di catatan saya TINGKAT KETERSEDIAAN mesin pada angka 78%, apakah mungkin bila saja kita bisa menaikkan angka ini sebesar 12%, dengan jumlah hasil produk yang sama.., dapat menurunkan biaya listrik dan bahan bakar..?”

“Oh, tentu saja bisa pak..!!” jawab pak Sony antusias. “Menaikkan availability sebesar 12%, pada jumlah hasil produksi yang tetap, yang jelas waktu produksi akan lebih singkat kurang lebih juga sebesar 12%..!” pak Sony yang lulusan sekolah teknik Australia ini rupanya lebih suka memakai istilah ‘availability’ ketimbang ‘TINGKAT KETERSEDIAAN’. “Itu artinya juga bisa mengurangi sekitar 12% konsumsi Watt listrik dan liter bahan bakar tentunya..,” lanjut pak Sony.

“Tentunya sama juga halnya bila kita bisa mengupayakan TINGKAT KINERJA dari 60% menjadi katakanlah umpama sampai 75%..?!”

"Betul, pak..”

Pak Amat kemudiam menutup gagang teleponnya, kemudian kembali berkata kepada pak Robert, sang akuntan, “Pak, bila saja kita pakai alternatif tidak menaikkan harga jual, sementara kita menginginkan margin yang juga tetap…”

"Ah,..itu artinya kita harus menekan komponen biaya-biaya sampai 10%.!!.,” pak Robert langsung memotong bicara pak Amat sebelum menyelesaikan kalimatnya. Tampaknya pak Robert sudah tahu arah pembicaraan pak Amat.

Pak Amat terlihat justru tersenyum, dan singkat berkata, “kita ambil pilihan ini..,pak”

Benar! Pak Amat hanya mungkin tersenyum dan secara mantap memutuskan untuk tidak menaikkan harga jual produknya, ketika dia tahu angka OEE mesin-mesinnya. Kebalikannya, bila saja data OEE itu tidak dimilikinya, maka pilihan untuk menaikkan harga produk seakan menjadi pilihan satu-satunya. Kurang lebih mungkin gambaran benak pak Amat, atas alternatif itu adalah sebagai berikut :

gambaran alternatif harga tetap

Sehingga, satu hal lagi pentingnya OEE ini dapat kita jabarkan sebagai berikut :

Dapat memberikan gambaran secara lebih luas, akan dampak kondisi makro ekonomi diluar perusahaan terhadap perlunya peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja mesin.

Ketika kemudian pak Amat beserta seluruh jajarannya mengkampanyekan agar menekan biaya operasi di segala lini, lalu apa yang harus digarap dahulu kaitannya terhadap mesin-mesin mereka. Tanpa angka OEE, seakan upaya menurunkan biaya adalah seperti berjalan dalam kegelapan. Kalaupun ada upaya itu, pastilah yang dilakukan hanyalah sekedar tambal sulam, tidak secara komperhensif terencana dilakukan, dan pastilah dampaknya tidak begitu signifikan terhadap penurunan biaya operasi terutama biaya produksi.

(bersambung)

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya..  this link is under construction..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya