<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>

    <title>Galeri Wayang Pitoyo.com - Pandawa</title>
    <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=8</link>
    <description><![CDATA[Lima orang putra Pandu. Tiga tertua lahir dari ibu Dewi Kunti, sementara bungsu Kembar dari ibu Dewi Madrim.
Secara tatanan merupakan pewaris sah negri Hastinapura, tapi tipu muslihat membuat mereka terusir. Sampai mendirikan negri sendiri di Amarta, kembali tipu muslihat memaksa mereka pergi selama tiga  belas warsa dari Amarta.
Sampai akhirnya harus menerima tantangan perang sebagai penyelesaian sengketa.]]></description>
    <pubDate>Wed, 29 Apr 2026 20:29:24 GMT</pubDate>
    
    <item>
      <title>Sadewa</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=18</link>
      <pubDate>Mon, 19 Jan 2009 10:08:04 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[SADEWA atau Sahadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Ia lahir kembar bersama kakanya, Nakula.
Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura, bernama; Yudhistira, Bima dan Arjuna.
Sadewa yang juga seperti saudara kembarnya, kidal, sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus.
Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing.
Selain sangat sakti, Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu, Senapati negara Mretani yang berkhasiat; dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa.
Sadewa mempunyai watak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia.
Sadewa tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu, wilayah negara Amarta.
Sadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati, adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula), putri Resi Badawanganala, kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita, Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala).
Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa).
Setelah selesai perang Bharatayuda, Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira.

sumber : &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://ki-demang.com&gt;Ki-demang.com&lt;/a&gt;]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=8">Pandawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/8/sadewa_solo.jpg" length="19183" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=18</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Nakula</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=17</link>
      <pubDate>Mon, 19 Jan 2009 10:02:53 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati, dari negara Mandaraka. 
Nakula lahir kembar bersama adiknya, Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa), Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura bernama; Puntadewa, Bima dan Arjuna.
Nakula kidal mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah, keris dan lembing.
Nakula tidak akan dapat lupa tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad, Senapati negara Mretani.
Nakula juga mempunyai cupu berisi, &quot;Banyu Panguripan/Air kehidupan&quot; pemberian Bhatara Indra.
Nakula mempunyai watak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia.
Nakula tinggal di kesatrian Sawojajar, wilayah negara Amarta. Istana kembar berhadapan, dengan saudara kembarnya Sadewa.
Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu:
1. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata, raja negara Awuawulangit, dan memperoleh dua orang putra masing-masing bernama Bambang  Pramusinta dan Dewi Pramuwati.
2. Dewi Srengganawati, putri resi Badawanganala, kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita,    Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala)  dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung.
Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik.
Setelah selesai perang Bharatyuda, Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya, Dewi Madrim. 

sumber : &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://ki-demang.com&gt;Ki-demang.com&lt;/a&gt;]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=8">Pandawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/8/nakula_solo.jpg" length="15105" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=17</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Arjuna</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=3</link>
      <pubDate>Sun, 18 Jan 2009 03:01:03 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Ketiga Pandawa. Memiliki keistimewaan paras tampan yang bisa membuat jatuh cinta setiap wanita di seluruh dunia wayang setiap kali bertemu dengannya. Bahkan cerita yang beredar, keelokan Arjuna, bisa membuat jatuh cinta para wanita, hanya dari sekedar bertemu di mimpi mereka. 
Memiliki banyak istri dari setiap pengembaraannya. Memiliki banyak pusaka yang diperoleh dari berguru ke hampir setiap resi begawan di seluruh penjuru dunia wayang. Panah Pasopati, Sarutama, Arda Dadali, keris Kyai Kalanadah, Cundamanik, Pulanggeni, Dewadata, panah sakti Sangkali pemberian guru Drona. Diberi kekuasaan istana di Madukara, wilayah selatan Amarta. Ketika terbuang menyamar menjadi guru tari waria bernama Wrehatnala.
Sempat ada keraguan di awal perang Baratayudha ketika menyaksikan bahwa yang dihadapinya, pada dasarnya adalah saudaranya sendiri. Kresna-lah yang mengembalikan semangatnya. Penerus tahta Hastinapura, adalah cucunya bernama Parikesit. Di akhir hidupnya ikut mengembara ke Mahameru bersama kakak-kakaknya.
Arjuna mempunyai 14 istri dan 15 anak :
 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu.
  2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras.
  3. Dewi Srikandi
  4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan
  5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti
  6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka
  7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni
  8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga
  9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati
10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma
11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa atau sering disebut juga Carangsana atau Caranggana.
12. Dewi Maeswara
13. Dewi Retno Kasimpar
14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada
15. Dewi Dyah Sarimaya.]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=8">Pandawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/8/arjuna_solo.jpg" length="16842" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=3</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Bima</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=2</link>
      <pubDate>Sun, 18 Jan 2009 02:58:29 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Kedua Pandawa. Ketika muda bernama Bratasena. Memiliki postur tubuh hampir dua kali tinggi dan besar rata-rata bangsa manusia. Mata tajam, kumin dan jengot tebal. Memiliki keistimewaan sejak lahir berupa sebuah tulang menonkol keluar di antara pangkal ibu jari dan telunjuknya. Keadaan biasa tulang itu masuk terlipat diantara ruas jari, tapi ketika siaga, tulang itu menonjol keluar sampai sepanjang lengan. Tajam dan begitu kuat keras. Kuku Pancanaka banyak disebutnya. Juga memiliki gada pusaka Gada Rujakpala. Bima dalah seorang yang pendiam tidak banyak bicara. Dia juga tidak begitu pandai bertutur kata dan mengungkap perasaannya. Sangat penurut kepada kakaknya. Diberi kekuasaan di wilayah Jodipati, bagian dari negri Amarta. Ketika terusir, menyamar sebagai seorang jagal bernama Bilawa.
Bima pernah mengalami perjalanan ruhani yang luar biasa ketika bertemu bangsa Dewa bernama Dewa Ruci. Begitu banyak angkara murka yang tumpas dari tangannya, termasuk sulung Kurawa, Duryudana. Pahanya hancur oleh kibasan gada Rujakpala. Akhir kehidupannya, menemani kakaknya pergi ke Mahameru.]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=8">Pandawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/8/bima_rev_solo.jpg" length="8216" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=2</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Yudhistira</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1</link>
      <pubDate>Sun, 18 Jan 2009 02:53:41 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Adalah putra sulung Pandu dan Dewi Kunti. Tertua dari kerabat Pandawa. Lahir di tengah kehidupan istana Hastinapura. Ketika muda bernama Samiaji. Besar oleh didikan watak ksatria ayahnya. Selalu mengedepankan pendekatan dialog daripada kekerasan, dengan pusaka ajian Kalimasada, melawan tanpa perlawanan. Tipu muslihat Kurawa menyebabkan dia terusir dari istana. Sehingga membuka lahan hutan Wanamarta, mendirikan negara Amarta. Keelokan istana amarta membuat iri Kurawa, sehingga kembali tipu muslihat Kurawa membuat Yudhistira dan seluruh Pandawa terusir dari istana Amarta. Dan harus menyaru sebagai rakyat biasa bernama Wijakangka. 
Konflik berkepanjangan Hastinapura, akhirnya harus ditempuh dengan penyelesaian perang, perang Baratayudha. Yudhistira tidak banyak terlibat dalam perang secara langsung, dialah yang memimpin seluruh pasukan, mengarahkan dari barisan belakang, atas nasihat dan petunjuk raja Dwarawati, Sri Kresna.
Kemenangan Pandawa, mengembalikan negri Hastinapura kembali kepada kepemimpinan Yudhistira. Semakin luas wilayahnya, karena juga tergabung dengan negri Amarta di sebelah baratnya. Ketika kerajaan diserahkan ke tampuk cucu keponakannya, Parikesit, Pandawa pun turun keluar istana mengembara menjalani kehidupan sebagai seorang resi. Berjalan ke utara, ke puncak Argaloka, terus ke utara ke ketinggian gunung Mahameru, puncak tertinggi dunia wayang. Tak ada yang tahu persis kapan dan bagaimana kematiannya.]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=8">Pandawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/8/yudhistira_solo.jpg" length="18354" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1</guid>
    </item>

  </channel>
</rss>