<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>

    <title>Galeri Wayang Pitoyo.com - Bangsa Jin</title>
    <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=33</link>
    <description><![CDATA[Kelompok bangsa yang memang diniscayakan tercipta oleh Sang Pencipta, untuk menjadi makluk yang tak kasat mata di Dunia Wayang.
Bangsa Jin juga terlahir sangat pandai, tapi untuk menjadi baik mereka harus mau untuk belajar. Kebalikan dengan manusia yang terlahir sebagai makluk baik, dan untuk menjadi pandai harus belajar. Walau kemudian dalam proses belajarnya, justru manusia bisa menjadi tidak baik.
Bangsa Jin menyebar di seluruh dunia wayang, ada yang hidup liar, ada yang berkelompok membentuk negri.
Kurun waktu kehidupan bangsa Jin membuat mereka terpecah menjadi tiga kelompok besar, Yaitu bangsa Jin sendiri, yang dikenal sebagai kelompok tak kasat mata yang lugu dalam kepandaiannya, dan suka memangsa bangsa Manusia.
Kemudian kelompok bangsa Gandarwa, yaitu kelompok bangsa Jin yang memiliki postur tubuh besar. Dan kelompok bangsa Banaspati, yaitu tak kasat mata yang memiliki kesaktian di atas rata-rata. Kelompok ini mampu memperlihatkan dirinya ke bentuk apapun rupa-rupa bangsa Manusia, sehingga kasat mata bisa dilihat. Bangsa Banaspati juga mampu merubah dirinya menjadi benda yang kemudian dianggap memiliki kekuatan bagi bangsa Manusia.
Kehidupan bangsa ini penuh misteri.]]></description>
    <pubDate>Sat, 13 Jun 2026 10:31:05 GMT</pubDate>
    
    <item>
      <title>Jin Sadewa</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=611</link>
      <pubDate>Sat, 26 Nov 2011 04:50:26 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Jin Sadewa sebenarnya adalah penjelmaan dari Jin Sapujagad, jin penguasa istana tak kasat mata bernama Bumirahtawu.
Bersama kembarannya jin Sapulebu, menjadi guru ilmu hewan, tanaman, racun dan pengobatan bagi Nakula dan Sadewa. Jin Sadewa dinamai demikian untuk sebuah penyamaran, ketika wujud mengerikan tak kasat mata sebagai jin Sapujagad dikhawatirkan akan menakutkan orang, dia menyaru menjadi kasat mata dengan wajah yang mirip dengan Sadewa.
wayang koleksi : Kondang Sutrisno
foto : Pandoyo TB]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=33">Bangsa Jin</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/33/jin_sadewarev.jpg" length="5599" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=611</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jin Nakula</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=610</link>
      <pubDate>Sat, 26 Nov 2011 04:48:31 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Jin Nakula sebenarnya adalah penjelmaan dari Jin Sapulebu, jin penguasa istana tak kasat mata daerah Sawojajar.
Bersama kembarannya jin Sapujagad, menjadi guru ilmu hewan, tanaman, racun dan pengobatan bagi Nakula dan Sadewa. Jin Nakula dinamai demikian untuk sebuah penyamaran, ketika wujud mengerikan tak kasat mata sebagai jin Sapulebu dikhawatirkan akan menakutkan orang, dia menyaru menjadi kasat mata dengan wajah yang mirip dengan Nakula.
wayang koleksi : Kondang Sutrisno
foto : Pandoyo TB]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=33">Bangsa Jin</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/33/jin_nakularev.jpg" length="5407" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=610</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jin Dananjaya</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=384</link>
      <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 00:49:32 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Salah satu petinggi bangsa tak kasat mata penguasa hutan mretani. Adik dari Jin Yudhistira dan Jin Dadunwacana.
Terkenal sangat sakti. wujud aslinya yang tak kasat mata adalah sosok tubuh besar mengerikan. Tapi dengan kesaktiannya mampu membuat dirinya kasat mata dan bisa memperlihatkan diri sebagai seorang ksatria tampan.
koleksi wayang kulit : Kondang Sutrisno.
foto : Pandoyo TB]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=33">Bangsa Jin</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/33/jin_dananjaya.jpg" length="4843" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=384</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jin Dadunwacana</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=383</link>
      <pubDate>Thu, 05 Mar 2009 00:55:40 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Jin Dadunwacana atau Dandunwacana adalah adik Prabu Yudhistira, yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani.
Arya Dadunwacana bersemayam di kesatrian Jodipati.
Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama ; Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara.
Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama ; Ditya Sapujagad, bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun.
Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar, gagah perkasa.
Berwatak pemberani, jujur, setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar.
Arya Dadunwacana bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani, sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker.
Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa, putra Prabu Pandu raja negara Astina, berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk, naga bersayap dari pertapaan Pringcendani, Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima.
Kepada Bima, Arya Dandunwacana menyerahkan; hak memakai nama Arya Dandunwacana, negara Jodipati, gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain ; Podangbinurehan, Dandangminangsi, Jangettinelon, Celengdemalung, Menjanganketawang dan Cecakandon.
wayang kulit koleksi : Kondang Sutrisno.
sumber : Pandoyo TB]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=33">Bangsa Jin</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/33/jin_dandunwacanarev.jpg" length="8074" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=383</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jin Yudhistira</title>
      <link>https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=382</link>
      <pubDate>Thu, 05 Mar 2009 00:40:36 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Jin Yushistira adalah penguasa hutan Mretani. Hutan Angker sebelum dibuka menjadi negri Amarta.
Jin Yudhistira termasuk bangsa tak kasat mata, bangsa Jin yang termasuk ras banaspati. Memiliki kesaktian tinggi dan bisa merubah dirinya menjadi kasat mata dalam bentuk apa pun yang dia mau. Anehnya, wujud kasat matanya, mirip sekali dengan wujud Samiaji, sulung Pandawa.
Ketika Samiaji membuka lahan hutan Mretani. Atas penghormatannya kepada Samiaji, jin Yudhistira rela melepaskan kekuasaannya di hutan Mretani, dan menempuh jalan kematian menjadi mahkota yang akan selalu dipakai Samiaji. Sejak saat itu, Samiaji bertahta di negri Amarta, negri bekas wilayah hutan Mretani, dengan gelar Prabu Yudhistira, demi menghormati raja jin penguasa sebelumnya. 
Anak Jin Yudhistira, Dewi Ratri, juga diperistri oleh Arjuna.
Jin Yudhistira memiliki dua orang adik, yaitu Dandunwacana dan Dananjaya.
koleksi wayang kulit : Kondang Sutrisno.
foto : Pandoyo TB]]></description>
          <category domain="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=33">Bangsa Jin</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/33/jin_yudhistira_rev.jpg" length="6289" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://www.pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=382</guid>
    </item>

  </channel>
</rss>