pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Artikel Pitoyo Amrih
Belajar Dari Raksasa Dunia Maya (3 - Facebook) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 06 May 2010 07:00

Rata-rata anak muda, diawal-awal masa kuliah, bila dia menghadapi sebuah masalah, masalah keuangan, diputus pacar, tidak lulus ujian dan sebagainya, biasanya mereka melakukan hal-hal yang agak radikal untuk melampiaskan kekesalannya. Ada yang berbau positif misal dengan siang malam melakukan hasrat hobi dan kesenangannya tanpa kenal waktu, kenal lelah, atau peduli pada tetangga. Saya pernah kenal seorang teman yang ketika dia tidak lulus sebuah mata kuliah melampiaskan dengan bermain gitar semalaman genjrang-genjreng membuat bising satu RT.

Tapi amat disayangkan, banyak juga diantara para pemuda mahasiswa itu melampiaskan kekecewaan dengan hal yang jelas-jelas negatif, dengan cara merusak. Baik merusak diri sendiri maupun merusak hal-hal yang seharusnya di pelihara dengan baik. Ada yang membenamkan diri dengan minuman keras merusak otak mereka. Ada yang membuat onar kesana-kemari meresahkan banyak orang. Konon katanya, sebagian besar para pemuda mahasiswa yang sering demo terpampang di televisi, masalah utamanya sebenarnya bukan pada aspirasi apa yang mereka sampaikan, tapi lebih kepada ungkapan rasa kecewa tanpa kendali yang baik, yang bisa berbuntut anarki dan pengrusakan-pengrusakan.

Dan anda mungkin akan tersenyum kecut bila membaca kisah sukses Mark Zuckenberg dengan Facebook-nya. Karena semua itu berawal dari rasa frustasi dan kecewanya saat di tinggal pacar di awal-awal musim kuliahnya dulu! Nah!

Read more...
 
Orang Tua Harus Belajar (2) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 04 April 2010 07:00

Saya mungkin termasuk orang tua yang bisa jadi dianggap ‘jadul’ oleh anak saya untuk urusan satu ini,.. main game! Ketika saya kecil dulu, video-game memang barang yang terlalu mewah bagi saya. Beranjak remaja, beberapa kali saya juga lewatkan dengan teman saya bermain game di tempat-tempat umum yang ketika itu banyak menjamur. Tentunya tidak seperti game masa kini yang begitu canggih dan seolah bisa memberikan imagi tiga dimensi yang begitu nyata, game jaman saya dulu hanya terlihat dua dimensi. Dan sampai kini, ketertarikan saya terhadap permainan video-game juga biasa-biasa saja. Saya bahkan punya seorang teman sebaya, juga seorang profesional, punya anak dua, yang tidak pernah ketinggalan untuk menjajal game-game komputer atau play-station baru. Terhadap urusan permainan video-game ini, saya menganggap dia aneh, dia juga menganggap saya juga aneh. Hmm..

Anak saya kini menjalani sebuah dunia yang tentunya berbeda dengan dunia ketika saya kecil dulu. Termasuk urusan game ini. Melalui pergaulannya dengan teman di sekolah maupun di lingkungan rumah, saya perhatikan dia termasuk anak yang tidak pernah ketinggalan untuk ingin mencoba permainan ini. Baik itu yang portabel, melalui layar PC, play-station lewat televisi, atau pun pemainan game keluarga yang banyak terdapat di pusat-pusat perbelanjaan. Sampai sekarang saya belum juga mengabulkan permintaannya untuk punya permainan play-station sendiri di rumah. Saya memilih untuk sewa atau pun mengajaknya ke pusat game di pusat perbelanjaan, sekaligus sebagai hadiah setiap kali dia selesai test atau semacamnya. Karena menurut saya bagi anak seusianya yang masih belum bisa mengelola waktunya dengan baik, permainan ini masih lebih banyak memberikan dampak buruk bagi seorang anak dari pada dampak baiknya.

Read more...
 
Mampir Ngombe PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 02 April 2010 07:00

Mampir Ngombe adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti mampir sebentar untuk minum. Kalau anda banyak melewatkan waktu di Jawa Tengah, pasti sesekali pernah mendengar seseorang berucap memberi gambaran akan kehidupan yang seolah seperti mampir ngombe, sekedar mampir untuk minum. Istilah ini banyak diucap, oleh para sesepuh misalnya, pentas wayang, pentas budaya kraton.

Tapi kejadian ‘mampir ngombe’ sendiri, saat ini memang tidak banyak dijumpai, mungkin di daerah-daerah pedesaan masih ada, tapi saya sendiri yang hidup di lingkungan setengah kota setengah desa di pinggiran Solo. Saya hampir tak pernah menjumpai seseorang melakukan hal ‘mampir ngombe’ ini.

Last Updated on Monday, 31 January 2011 09:00
Read more...
 
Orang Tua Harus Belajar (1) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 21 February 2010 07:00

Tidak biasanya sore itu, salah satu tetangga jauh saya datang bertandang, tergopoh, menghampiri istri saya. Dia adalah seorang ibu pengusaha, setiap harinya mengelola sebuah toko grosir yang tidak bisa dianggap kecil, dan hampir selalu, dari pagi hingga malam hari, sang ibu ini berada di tokonya, memimpin semua pegawainya melayani pembeli. Sehingga bisa dimengerti, bila sang ibu tidak begitu memiliki banyak waktu untuk sekedar bersosialisasi dengan tetangga di sekitar rumahnya. Apalagi sampai datang ke rumah saya yang terpisah beberapa blok dari tempat tinggalnya. Kami hanya saling tahu, tapi tak pernah secara khusus saling bicara.

Mungkin karena beliau tahu, bahwa istri saya mengelola on-line store, sore itu, tanpa basa-basi langsung bertanya perihal internet, dan kira-kira apa yang dikerjakan seorang anak sehingga bisa asyik berlama-lama di sebuah warnet. Dia bercerita bahwa anak perempuannya yang menginjak remaja, hampir setiap hari selalu pamit pergi ke warnet beralasan tugas dari sekolah, dan bisa berlama-lama di sana.

Tidak mudah bagi istri saya untuk menjelaskan menjadi bahasa sederhana kepada sang ibu itu, yang memang sepertinya beliau sangat awam terhadap apa itu komputer, apalagi internet. Istri saya coba jelaskan apa itu internet, manfaatnya, dan yang paling penting adalah potensi bahayanya bila kita sebagai orang tua tidak peduli terhadap interaksi yang dilakukan anak-anak kita dengan dunia maya. Karena bisa jadi masalah-masalah yang bisa timbul adalah nyata!

Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 9 of 32
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo