pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Artikel Pitoyo Amrih
Memaknai Nilai Kearifan Jawa PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 27 April 2011 15:59

Cukup terkejut dan merasa mendapat kehormatan, ketika suatu siang beberapa waktu lalu saya ditelepon oleh seorang staff dari Kementrian Budaya dan Pariwisata. Beliau meminta kesediaan saya untuk berbicara selama kurang lebih satu jam dalam acara pembinaan generasi muda, dengan audiens beberapa perwakilan guru, dan pengurus OSIS SMA se-Solo. Secara spesifik saya diminta untuk berbagi tentang pengetahuan saya akan nilai-nilai kearifan Jawa dikaitkan dengan nilai-nilai kebangsaan yang memang menjadi agenda untuk disampaikan.

Secara khusus, saya bukanlah peneliti budaya dan nilai kearifan Jawa, saya juga bukan akademisi di bidang filsafat dan budaya Jawa. Saya hanya kebetulan sedang mencoba berkontribusi ikut mengambil peran dalam rangka membangun pemberdayaan diri dan keluarga, dengan cara menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal tempat saya dibesarkan, kemudian saya tuangkan dalam bentuk buku yang berisi kisah dunia wayang, yang memang sampai saat ini menjadi media untuk mengomunikasikan nilai-nilai, terutama nilai-nilai kearifan lokal. Persepsi, penggalian saya, semua yang saya maknai dalam perenungan saya akan nilai kearifan Jawa inilah yang coba saya sampaikan sebagai bahan diskusi pada acara tersebut.

 

 

 

Last Updated on Saturday, 14 May 2011 21:51
Read more...
 
Revolusi Budaya Komunikasi PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 08 March 2011 12:35

Mungkin sudah basi kalau saya bercerita terlalu banyak tentang Facebook, Twitter dan semacamnya. Teknologi memang tengah melaju begitu cepat. Diikuti dengan budaya masyarakat pengguna teknologi yang juga ikut berlari mengikuti kemana arah teknologi menuju. Dan disinilah kita saat ini berada, generasi yang tiba-tiba berada pada situasi bahwa komunikasi begitu mudah. Sebuah evolusi budaya diam, menjadi budaya lisan, melalui komunikasi verbal, kemudian ber-evolusi menjadi budaya tulisan melalui komunikasi dalam bentuk artikel, buku, karya sastra, seakan semua itu menjadi tergempur begitu saja ber-revolusi menjadi sebuah budaya internet. Saya sebut demikian karena untuk sementara, saya belum bisa menemukan istilah yang pas bagi gegap gempita perubahan budaya komunikasi ini.

Budaya diam, dimana bentuk komunikasi kala itu lebih banyak diekspresikan melalui karya berwujud benda, baik iptek maupun seni, seperti gedung, patung, wahana, foto, akan sangat bersifat lokal. Hanya bisa terkomunikasi kepada komunitas dimana benda itu berada. Mungkin penemuan teknologi telepon dan radio, yang mendorong evolusi budaya lisan, dimana komunikasi diolah menjadi sebuah bahasa untuk diucap. Definisi lokal menjadi semakin luas menjangkau komunitas sekitar.

Last Updated on Tuesday, 08 March 2011 12:39
Read more...
 
Mengkomunikasikan Wayang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 17 February 2011 08:40

Nilai kehidupan bisa menjadi karakter bagi sebuah komunitas peradaban. Maka dari itu penting bagi kita untuk bisa selalu mencari dan menggali nilai kehidupan yang menjadi karakter bangsa kita. Budaya seni adalah salah satu wadah bagi pencarian kita untuk mencoba menggapai nilai kehidupan karakter bangsa kita. Sesuatu yang kemudian begitu populer saat ini dengan istilah Kearifan Lokal.

Wayang adalah sebuah budaya yang juga mengkomunikasikan sebuah nilai kehidupan dan karakter bangsa. Mungkin karena itu, bahkan dunia melalui badan UNESCO pun memberikan apresiasi kepada Wayang sebagai warisan budaya dunia. Yang mana bila digagas lebih lanjut pada sejarah budaya Wayang itu sendiri, hal ini merupakan Media Kreatif dengan peraga yang menceritakan simbol Kisah-kisah dalam rangka mengkomunikasikan Nilai-nilai Kehidupan.

Tantangan saat ini, nilai kehidupan yang menjadi karakter bangsa kita seolah menjadi asing di negeri sendiri ketika terdapat hiruk pikuk penafsiran nilai budaya yang notabene datang dari budaya bukan kita, melalui pendidikan -yang disebut- modern, pengembangan diri, seminar motivasi, dan sebagainya. Sehingga perlu upaya kreatif agar nilai kehidupan karakter bangsa tetap menjadi karakter diri kita sebagai bangsa.

 

 

Last Updated on Tuesday, 10 May 2011 13:48
Read more...
 
Dunia Wayang Bagi Kita PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 30 December 2010 07:00
Suatu ketika pernah beberapa waktu lalu saya berkesempatan berdiskusi dengan seseorang yang saya hormati. Beliau sepantaran dengan saya. Seiman dengan saya. Kebetulan memiliki pengetahuan agama Islam yang begitu dalam. Selalu melakukan syiar agama, berprofesi sebagai guru dalam sebuah pesantren dan sering dipercaya sebagai penceramah dalam acara-acara pengajian dan semacamnya.

Sebuah pertanyaan dari beliau yang membuat saya tercenung kembali untuk menggali lagi pemahaman saya tentang wayang. Sebenarnya apa sih manfaat wayang bagi kehidupan? Begitu kira-kira pertanyaan beliau. Cukup sulit bagi saya untuk membuka sebuah pendapat, karena saya yakin beliau paham betul apa yang dulu telah dilakukan oleh para Wali, ketika melakukan akulturasi budaya wayang dan memanfaatkannya sebagai media dakwah Islam. Saya yakin beliau juga paham betul, bagaimana seni pertunjukan wayang, sampai pada taraf tertentu bahkan sampai sekarang, masih menjadi sebuah alat pengkomunikasi nilai-nilai yang cukup efektif bagi sebagian masyarakat kita.

Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 8 of 32
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo