pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Artikel Pitoyo Amrih
Kepemimpinan ala Kresna PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 29 September 2011 09:53

KresnaKresna adalah salah seorang pemimpin yang memiliki karakter unik dan karisma tersendiri di era Mahabarata. Lahir di negri Mandura, dibesarkan dan digembleng di desa terpencil Widarakandang, yang masih menjadi bagian dari negri Mandura. Dan kemudian menjadi raja besar di negri Dwarawati. Kresna adalah seorang raja sekaligus politisi dan diplomat ulung di jamannya. Kresna adalah putra kedua Prabu Basudewa, raja dari Mandura. Basudewa yang memiliki tiga orang putra, yaitu Baladewa, yang memiliki nama muda Kakrasana, Narayana yang ketika bergelar raja bernama Kresna, dan Rara Ireng, yang kemudian dikenal dengan nama Dewi Wara Sumbadra.

Ketiga bersaudara putra Basudewa ini, sejak kecil dititipkan di padepokan Widarakandang, diasuh oleh Ki Demang Antagopa, dan istrinya Nyi Ken Sagupi. Ini terjadi ketika sebelum mereka bertiga lahir, menurut desas-desusnya, permaisuri Mandura, Dewi Maerah telah melahirkan seorang putra yang berwujud raksasa, dan beranjak remaja, bernama Kangsadewa yang sesumbar akan membunuh adik-adiknya bila mereka besar demi mendapat tahta Mandura. Sehingga demi keselamatan Kakrasana, Narayana, dan Rara Ireng, mereka disembunyikan di desa terpencil itu.

Last Updated on Wednesday, 02 May 2012 11:53
Selengkapnya..
 
Tampil Untuk Berani Mengalah PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 20 September 2011 10:05

(Sebuah perspektif dan renungan makna tembang “Mijil”). Tahun 1993, kira-kira beberapa minggu setelah wisuda sarjana, kakek saya menghadiahi sebuah bingkisan atas kelulusan saya. Berisi sebuah pena dan secarik kertas. Secarik kertas berisi syair tembang Macapat, yang berjudul “Mijil”. Saya ingat tembang itu juga pernah dilafalkan ketika saya usia SD sebagai salah satu bahan mata pelajaran sekolah. Dan seperti ketika sekolah dulu, saat saya membaca deretan kalimat “Mijil” di depan kakek saya, kala itu, juga terasa biasa saja. Namun waktu berjalan, sesekali juga saya membaca lagi syair “Mijil” itu. Semakin terasa ada makna di sana. Dan kini, ketika saya membaca lagi syair itu, saya semakin merasa, bahwa hadiah berupa catatan syair “Mijil” adalah sebuah hadiah yang sangat berharga bagi saya.

Saya yakin setiap orang yang memiliki akal sehat pasti berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi hari demi hari menjalani hidupnya. Tinggal mungkin masalahnya, persepsi dan definisi ‘baik’ bagi setiap orang pastilah berbeda-beda. Ada yang menganggap keadaan baik adalah ketika kita mencari kebenaran, upaya lebih baik hari demi hari bisa diartikan sebagai semakin luas mendapatkan penglihatan akan kebenaran. Sementara sebagian lain menganggap baik adalah mendapat keuntungan, bila esok hari aset yang dimilikinya lebih banyak maka berarti hari esok lebih baik daripada hari ini. Ada juga yang melihat pada tolok ukur kemenangan akan sebuah persaingan. Karir meningkat, semakin dikenal banyak orang, bagi kelompok orang ini akan dianggap sebagai sebuah perjalanan menjadi baik.

Last Updated on Tuesday, 20 September 2011 13:22
Read more...
 
Cakra Manggilingan PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 11 September 2011 10:32

Dunia berputar, semua pasti setuju. Berotasi berputar pada sumbunya, juga ber-revolusi berputar mengelilingi matahari. Kalau kita mau merenung, mungkin timbul pertanyaan, mengapa perputaran tak pernah berhenti? Akankah suatu saat berhenti? Bisa jadi kita akan menjawab memang begitulah kuasa Ilahi, namun mungkin kita bisa mengembangkan pertanyaan menjadi : Mengapa Tuhan membuat hukum alam yang demikian?

Saya mungkin bisa ceritakan sedikit pemahaman saya tentang filsafat hukum alam, tentang hal di atas, bukan pada pendekatan ilmu astronomi, tapi dari pendekatan kosmologi ilmu fisika alam. Dunia tak pernah berhenti berputar, karena konon seorang pintar cendekia fisika alam semesta pernah sampai kepada perenungan bahwa ‘entropi’ alam semesta ini menuju tak terhingga. Apa itu entropi? Sebuah pengertian sederhana tentang ini bisa didekati dengan gambaran sebuah ketidakstabilan. Entropi berjalan menuju tak hingga artinya semakin menuju ke-ketidakstabilan. Hukum alam Tuhan memang mengatakan sebuah kondisi tak stabil akan membuat ‘pergerakan’ untuk menuju ke-stabilan, tapi apa yang terjadi di alam hampir selalu, perjalanan  menuju ke-stabilan itu menyebabkan ke-ketidakstabilan ke-ketidakstabilan baru yang selisihnya justru semakin banyak ketidakstabilannya daripada ke-stabilannya. Perlu dahi berkerut untuk memikirkannya memang, tapi begitulah teori itu. Pemahaman yang membuat sang filsuf fisika ini konon menjalani kehidupan sufi dan tak henti-hentinya selalu memuja kebesaran Ilahi.

Last Updated on Sunday, 11 September 2011 16:40
Read more...
 
Lebaran, Latihan dan Ujian Mentalitas Kelimpahan PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 05 September 2011 12:01

Tidak mudah memang mengaplikasikan sebuah paradigm mentalitas kelimpahan. Sekedar meyamakan persepsi akan istilah ‘mentalitas kelimpahan’ ini, kalimat ini berasal dari terjemahan kata ‘ abundance mentality’. Lawan katanya adalah ‘scarcity mentality’ atau mentalitas kekurangan. Walaupun makna kata ini sebenarnya banyak tertuang di kearifan-kerifan budaya kita, kata ini banyak disebut di bukunya Stephen Covey “7 Habits of Highly effective people”. Mentalitas Kekurangan selalu melihat bahwa apa yang ada serba terbatas, dan kita semua harus saling berebut untuk mendapatkannya, ketika orang lain mendapat lebih maka ‘mentalitas kekurangan’ akan membawa pemahaman bahwa hal itu akan mengurangi apa yang seharusnya kita dapatkan. Sementara mentalitas kelimpahan adalah kebalikannya. Selalu melihat bahwa apa yang ada pastilah lebih dari cukup untuk kita semua.

Untuk semakin lebih mudah melihat pengertian ini, saya biasanya membawa kepada pemahaman tentang hak. Yang saya maksud ini lebih kepada hak yang bersifat umum, bukan hak yang khusus dimiliki seseorang. Hak khusus saya maksudkan adalah ketika kita memiliki hak karena kita sudah melakukan sebuah kewajiban, hak akan gaji misalnya, yaitu hubungan hak-kewajiban antara sesama manusia, atau antara manusia dengan sebuah organisasi. Sedang hak umum, adalah hubungan kita dengan kehidupan kita sendiri. Hak hidup, hak untuk mendapatkan kesempatan nafkah secara fair dalam kita berkehidupan, hak kita mengolah bumi dan isinya, hak kita di jalan raya, dan sebagainya. Hak khusus biasanya dijaga oleh sebuah koridor hukum, sedang hak umum lebih banyak berada di wilayah etika dalam berkehidupan. Pada daerah hak umum-lah pengertian akan mentalitas kelimpahan maupun mentalitas kekurangan ini bisa dilihat lebih mudah, karena hak umum susah dicari garis batas secara jelas, dan hubungan hak-kewajiban sendiri tidak sekedar antara orang per orang, tapi lebih kepada hubungan orang dengan komunitas non-formalnya, hubungan orang dengan kehidupan lingkungannya, hubungan orang dengan alam, bahkan mungkin hubungan seorang manusia dengan Tuhan-nya.

Last Updated on Monday, 05 September 2011 12:40
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 6 of 32
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo