pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Baca novel Pitoyo Amrih, melihat karakter tokoh wayang dari sudut pandang lain.."
Ahmad Wisnu Mulyadi


Home
Seri Wacana Budaya
Sarpakenaka Lady Gaga PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 21 May 2012 15:25

Beberapa waktu lalu ada seorang sahabat colek saya sambil bertanya apa pendapat saya tentang kisruh boleh tidaknya Lady Gaga manggung di Indonesia. Nah, .. cukup membuat saya berkernyit dahi berpikir. Pertama, karena saya sendiri tidak begitu mengenal dan tahu banyak tentang artis musisi bernama Lady Gaga. Yang kedua, saya tahu persis, sang sahabat menanyakan hal itu kepada saya, karena kapasitas saya sebagai penggiat budaya wayang. Lalu dimana saya harus menempatkan pola pendapat saya dalam peta kehidupan?

Kok ya kebetulan beberapa hari lalu saya mengikuti acara-nya bung Karni Ilyas, Indonesia Lawyer Club, yang juga mengupas tentang polemik larangan terhadap Lady Gaga manggung di Indonesia. Sudah cukup banyak ditelaah, silang pendapat yang hangat sesekali memanas, dari sisi hukum, budaya, norma, tafsir agama. Semua pendapat bisa dipahami, hanya saja memang ada satu titik dimana pemerintah harus memutuskan. Dan itulah saat ini yang ditunggu. Dan apa pun keputusannya nanti, boleh atau tidak, sebenarnya mungkin bukanlah sesuatu yang luar biasa. Beberapa hari mungkin akan jadi perdebatan hangat. Bisa jadi ada gesekan-gesekan. Namun pastilah setelah itu biasa lagi, semua kembali kepada kehidupan masing-masing. Karena bagaimana pun juga, siapa sih Lady Gaga? Apakah dia memang sosok yang cukup layak untuk kita perdebatkan sampai ke urat nadi?

Last Updated on Monday, 21 May 2012 15:58
Selengkapnya..
 
Mengangkat Kisah Wayang dalam Novel PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 27 April 2012 15:47

Mungkin memang pesawat telepon saya yang sedikit bermasalah sehingga suara saya tidak begitu terdengar jelas oleh lawan bicara di seberang sana. Dan hal itulah yang menjadi kendala sehingga suara saya terdengar sangat pelan di radio, walaupun malam itu saya mencoba bersuara keras dan mendekatkan gagang telepon sangat dekat dengan mulut saya. Saat itu juga, saat bincang-bincang berlangsung, melalui Facebook, beberapa sahabat langsung memberi masukan tentang suara saya yang terdengar kurang keras tertimpa suara sang penyiar.

 

Syukurlah hal itu tidak mengurangi makna dan pesan yang coba saya sampaikan melalui acara bincang-bincang budaya itu. Tanggapan para pendengar dan para sahabat yang kebetulan menyimak acara tersebut, sangat positif. Adalah sebuah acara Talk Show live yang disiarkan dari studio RRI Semarang disiarkan melalui Programa 1 dan Programa 4, berlangsung tadi malam, Kamis, 26 April 2012, selama satu jam penuh tanpa jeda iklan, dari jam 22.00 sampai dengan 23.00. Saya yang di rumah, di Solo, dengan komunikasi via telepon, berbincang dengan Bp Iwan, penyiar RRI Semarang di studio RRI di Semarang.


Menurut info sang pemandu acara, siaran radio ini menjangkau seluruh pulau Jawa. Juga terdapat siaran streaming di internet sehingga dengan perangkat komputer saya di rumah, acara ini sempat saya rekam dalam bentuk audio sehingga bisa didengar kembali melalui gadget player di bawah ini. Klik pada tanda play warna kuning.


Last Updated on Friday, 27 April 2012 21:39
Read more...
 
Berbagi Cerita Tentang Wayang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 19 March 2012 12:22

Sabtu, 17 Maret 2012, saya mendapat kesempatan untuk berbagi pengetahuan saya tentang wayang dan proses kreatif penulisan novel wayang yang saya lakukan, dalam sebuah forum dengan tema “Wayang dan Pemuda Masa Kini” di komunitas Akademi Berbagi (Akber) wilayah Solo. Berikut catatan saya :

Perempuan muda ini begitu bersemangat memberi komentar terhadap apa yang sekitar satu setengah jam baru saja saya sampaikan tentang Wayang. Dia mengacungkan tangannya, tidak seperti yang lain yang bertanya, dia justru memberi komentar. Bukan komentar tentang saya, atau bagaimana saya berbicara tentang wayang, tapi tentang wayang sendiri. Dengan jujur dia berkata bahwa wayang begitu berjarak dengannya. Dia tidak pernah melihat pertunjukan wayang klasik. Dia hanya menganggap bahwa cerita-cerita fiksi babad tanah jawa yang beberapa sudah diangkat dalam layar kaca dalam bentuk sinetron, dengan penggarapan yang tidak begitu membuatnya tertarik untuk menonton, itulah yang menurutnya adalah wayang.

 

Last Updated on Monday, 19 March 2012 12:40
Read more...
 
Diskusi Masa Depan Wayang Orang Sriwedari PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 03 August 2011 09:25

Diskusi terbatas itu diawali dengan pembukaan dan paparan yang berisi arahan dan harapan-harapan Joko Widodo selaku walikota Solo. Beliau berharap ada wacana komperhensif yang bisa segera diwujudkan dalam usulan-usulan mengenai masa depan Pertunjukan Seni Wayang Orang (WO) Sriwedari, yang tahun 2011 ini sudah berusia 101 tahun. Dua perspektif yang Jokowi –demikian walikota Solo akrab disapa- sempat sampaikan sebagai awal melangkah adalah melihat bagaimana WO Sriwedari sebagai pusat pengembangan nilai-nilai seni budaya, dan melihat pengembangan WO Sriwedari sebagai entertainment atau bisnis pertunjukan.

Beliau juga coba bandingkan dengan theater seni budaya kelas dunia seperti di Jepang, China, Thailand, yang bisa terus maju, berkembang dan menjadi industri pertunjukkan maju yang menyejahterakan para pelakunya, tanpa meninggalkan konsep tradisional yang menjadi identitas seni budaya itu sendiri. Harapan seperti itulah yang kurang lebih bisa menjadi referensi bagaimana WO Sriwedari dibangun dan dikembangkan.

saya yang duduk di sebelah Joko Widodo (walikota Solo) di samping kanan saya, dan Tohiran Sastrokusumo (mantan pimpinan WO Sriwedari) di sebelah kiri saya (dok. Ardus M. Sawega)

Last Updated on Wednesday, 03 August 2011 09:59
Read more...
 
Diskusi Lakon-lakon Wayang Sunan Kalijaga PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 25 July 2011 10:10

Keanggunan budaya pada suasana diskusi sore itu semakin terasa, ketika salah seorang penanya melantunkan tembang Dandanggula mencoba mengekspresikan apa yang dirasakannya sekaligus sebuah apresiasi beliau atas upaya panitia dalam memperingati 500 tahun Sunan Kalijaga. Sang pelantun tembang bernama Siswoto ini juga sekaligus bertanya kepada sang panitia atas apa makna 500 tahun pada acara ini, karena dirasa angka ini tidak merujuk pada hari lahir maupun tanggal wafatnya Sunan Kalijaga. Pertanyaan yang kemudian memberikan kejelasan, bahwa 500 tahun dimaksudkan panitia merujuk kepada momentum saat Belanda mulai meningkatkan tekanannya kepada kerajaan Demak, sehingga penguasa Demak yang sadar akan kekuatannya lebih memilih memberikan perlawanan dengan menanam akar budaya yang kuat. Dalam rangka itulah, diutus Sunan Gunungjati ke barat, Sunan Gresik ke timur, dan Sunan Kalijaga ke selatan. Inisiasi peristiwa ini yang kemudian membuat ajaran nilai-nilai budaya Jawa bisa dimaknai dalam sebuah koridor aqidah keimanan Islam, serta dalam sudut pandang Islam, budaya Jawa bisa menjadi identitas unik dalam rangka mengamalkan syariat Islam.  Adalah yang secara khusus dilakukan Sunan Kalijaga. Sehingga peringatan ini adalah untuk mengenang dan memaknai kembali  atas apa yang dilakukan Sunan Kalijaga pada kurun waktu peristiwa itu.

Bagi saya, Sunan Kalijaga adalah figur yang luar biasa. Kita patut bersyukur ketika perjalanan bangsa ini mendapat pencerahan dari pemikiran-pemikiran beliau. Sunan Kalijaga tidak sekedar Waliullah syiar Islam di tanah Jawa, lebih dari itu beliau adalah seorang seniman dan budayawan Jawa. Dan karya-karyanya, bagi saya selain memiliki nilai seni tinggi, juga merupakan karya intelektual yang mengandung inspirasi yang tak akan pernah habis untuk ditelaah dan didiskusikan.

Last Updated on Thursday, 28 July 2011 08:30
Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 3 of 5
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo