pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Novel (Narasoma) ini mengetengahkan pergolakan batin seorang ksatria yang bimbang atas pihak yang dibelanya, persiapan seorang prajurit menyongsong kematiannya, dan kesedihan seorang ayah atas kematian putranya. Tak kalah mempesona, kisah Karna yang marah kepada nasib malangnya sebagai anak terbuang namun ditangisi Batara Surya saat ia gugur di Kurusetra.."
Rini Nurul Badariah


Home
Seri Cermin Dunia Wayang
Merubah Diri PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 14 September 2012 10:40

 

"..Dunia ini begitu rapuh..."

"..Lalu., mengapa masih mengeluh..?" 

"..karena saya juga sangat rapuh.." 

Sang penanya hanya menghela nafas panjang sambil pandangan matanya menerawang jauh ke arah keramaian sudut ibukota kerajaan Hastinapura. Sang penanya ini adalah seorang yang tua, wajahnya sayu, tatapan mata wibawa, dengan alis mata, kumis dan jenggot tipis yang kelihatan memutih. Memakai pakaian seorang bangsawan, membawa tongkat sebagai penopang sebelah kakinya yang terlihat cacat lebih pendek. Dialah yang dikenal sebagai penasehat agung kerajaan Hastinapura, bernama Arya Widura.  


Last Updated on Friday, 14 September 2012 10:48
Selengkapnya..
 
Menggagas Kepemimpinan Sri Rama PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 29 August 2012 11:08

Sri Rama adalah seorang tokoh yang hidup di era Ramayana. Sri Rama atau Prabu Ramawijaya, gelar ketika menjadi raja di Ayodya, adalah anak dari Prabu Dasarata, raja Ayodya terdahulu dengan istri pertamanya, Dewi Ragu atau Dewi Kosalya. Prabu Dasarata memiliki tiga istri, yaitu Dewi Ragu yang kemudian melahirkan seorang ksatria Sri Rama. Yang kedua adalah Dewi Sumitra, yang melahirkan seorang ksatria bernama Laksmana, yang kemudian menjadi panglima negri Ayodya saat pemerintahan Ramawijaya. Sedang istri ketiga Dasarata, adalah Dewi Kekayi, yang melahirkan dua putra dan satu putri. Bernama Bharata, Satrugna, dan Dewi Kawakwa.

Sri Rama terkenal dengan wejangannya yang mendefiniskan syarat-syarat untuk menjadi pemimpin yang baik. Dimana terdapat delapan sisi pertimbangan, yang semuanya dianalogikan dengan sifat-sifat alam, yang dikenal dengan sebutan Astha-Brata. Wejangan itu banyak ditulis dalam beberapa buku karangan pujangga Jawa, yang diantaranya tertuang dalam kitab Nitisruti, Serat Makutharama, dan Serat Rama Jarwa.

Nasehat ini dua kali disampaikan oleh Ramawijaya. Pertama dinasehatkan kepada adiknya Raden Bharata. Dan kali kedua disampaikan kepada Arya Wibisana. Adik Dasamuka yang membelot memihak Rama dalam penyerangannya ke negri Alengkapura.

Dikisahkan bahwa Prabu Dasarata, sang raja Ayodya, begitu senang ketika lahir putra pertamanya dengan permaisuri Dewi Ragu. Seorang anak yang sudah terpancar aura pemimpin dari rona wajahnya. Sehingga Dasarata sudah membayangkan bahwa suatu saat dia akan menyerahkan tampuk pimpinan kerajaan Ayodya kepada sang anak. Dia namai anak itu Sri Rama. Kemudian demi tujuannya agar Rama bisa memimpin negri sebaik-baiknya, maka Sri Rama pun sejak kecil digembleng segala ilmu, baik ilmu kautaman maupun ilmu kanuragan, oleh para resi dan begawan terpilih di negri Ayodya.

Last Updated on Wednesday, 29 August 2012 11:19
Selengkapnya..
 
Sangkuni Dalam Diri Kita PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 13 April 2012 10:54

Hiruk pikuk itu sepertinya sudah berakhir. Benarkah berakhir? Mungkin tak akan pernah berakhir. Menjelang 1 April beberapa waktu lalu, kita disuguhi hiruk pikuk oleh para elemen masyarakat, mahasiswa, yang turun ke jalan begitu masif, sebagian menggelar aksi damai sebagian berteriak-teriak sambil merusak. Ada yang sampai membakar mobil polisi, menyandera truk angkutan bahan bakar. Menuntut agar harga bahan bakar jangan sampai naik. Sebuah kejadian yang klasik sebenarnya. Karena dulu pernah terjadi, hampir selalu terjadi setiap kali ada rencana wacana harga BBM naik, dan kemungkinan akan selalu terjadi, karena bagaimanapun juga, cepat atau lambat, harga itu akan selalu naik selama kebutuhan selalu lebih besar dari ketersediaan.

Siapakah mereka? Benarkah mereka para mahasiswa? Ternyata memang benar sebagian dari mereka bisa dipastikan identitasnya sebagai para mahasiswa. Benarkah mereka memang benar-benar bertindak dalam rangka membela kepentingan rakyat kecil seperti yang mereka selalu teriakkan? Bila memang ya, benarkah mereka semua tahu duduk perkaranya, sehingga merasa bahwa apa yang akan diputuskan adalah sesuatu yang salah. Bila memang tahu permasalahannya, lalu mengapa mereka justru melakukan sesuatu yang bisa memperburuk keadaan yang justru akan semakin membuat rakyat yang sulit semakin sulit. Atau mungkinkah memang mental 'Lose-lose' yang lebih mereka sukai tinimbang memilih 'Win-win'.

Last Updated on Wednesday, 02 May 2012 11:47
Selengkapnya..
 
Sinergi Kembar Nakula Sadewa PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 01 December 2011 09:20

Nakula dan Sadewa (wayang golek)

 

Nakula dan Sadewa memang sosok yang unik. Keduanya kembar identik. Hampir sulit dibedakan kedua wajah dan fisik mereka. Mereka juga sama-sama kidal. Walaupun tangan kanan dan kiri mereka bisa melakukan hal yang sama, tapi tangan kiri mereka seperti lebih bertenaga daripada tangan kanan mereka. Kemampuan olah kanuragan mereka juga hampir sama. Sama-sama memiliki kesaktian yang tinggi dalam memainkan pedang dan keris. Juga kemampuan memanah mereka, walaupun masih jauh bila dibanding kakak mereka, Arjuna, tapi kemampuan memanah mereka masih diatas rata-rata kemampuan memanah para ksatria pada umumnya.

Hal yang paling membedakan keduanya, antara Nakula dan Sadewa, adalah dalam hal kepribadian mereka. Nakula memiliki pribadi yang pendiam. Dia adalah seorang ksatria dengan tipe pemikir. Setiap kejadian, selalu kemudian ditelaah, diurai maknanya, dan coba dijabarkan di dalam hatinya. Nakula hanya berbagi dan menyampaikan pendapatnya, ketika diminta. Berbeda dengan Sadewa. Sadewa adalah seorang yang pandai dalam menyampaikan pendapat. Dia juga cerdas. Sadewa yang juga dikenal sebagai seorang pembicara, bila menyampaikan sesuatu hal kepada senapati prajurit atau rakyat kebanyakan. Gabungan Nakula dan Sadewa, saya bayangkan seperti sebuah miniatur dari kombinasi Yudhistira –yang lebih banyak diam dan berpikir- dan Kresna –yang lebih banyak menyampaikan pendapat dan membangun hubungan dengan orang lain-. Hanya bedanya, kalau Yudhistira dan Kresna, biasanya bekerja sama dalam ranah kebijakan strategis yang luas, menyangkut kehidupan dan hubungan antar negri di dunia wayang, Nakula dan Sadewa, lebih banyak menjalin kerjasama, untuk mengejawantahkan hal-hal yang harus dibina dan diperbaiki di lapangan, pada orang kebanyakan, terutama di lingkup dalam negri Amarta dan sekutu-sekutunya.

Last Updated on Friday, 17 January 2014 09:39
Selengkapnya..
 
Menggagas Kesetiaan Sang Arjuna PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 26 October 2011 14:03

ArjunaOrang yang dilahirkan dalam kondisi yang begitu istimewa. Dia adalah putra ketiga pasangan Pandu Dewanata dan Dewi Kunti. Lahir di lingkup istana negri besar, Hastinapura. Yang istimewa dari anak ini, selain dia adalah putra seorang raja besar, dia juga memiliki kharisma tersendiri yang terpancar dari wajahnya. Sejak dia bocah, semua orang yang melihatnya sepakat bahwa anak ini memiliki anugrah paras wajah dan sorot mata yang bisa membuat siapa saja yang melihat terkesima. Apalagi para wanita, hampir bisa dipastikan bila melihat wajahnya, dan juga tutur katanya, mata dan hati mereka akan tertarik kepadanya.

Lahir dengan nama Permadi, keelokan wajahnya begitu tersohor di seluruh negri Hastinapura, bahkan berita dari mulut ke mulut itu sampai menyebar di seluruh jagad wayang. Saking kuatnya pergunjingan itu, berakibat, hampir semua wanita yang mendengar berita tentang Permadi muda itu pun bisa langsung jatuh cinta, bahkan sebelum si wanita bertatap muka langsung dengannya. Sebagian lagi membawa cerita-cerita ketampanan Permadi sampai ke dalam mimpi, sehingga menjadikan obsesi tersendiri bagi setiap perempuan di dunia wayang.

Permadi lahir di dalam istana megah Hastinapura. Masa kecilnya berisi kemudahan-kemudahan. Selain kesempurnaan paras wajahnya, Permadi juga diberi anugrah talenta kecerdasan yang luar biasa. Dia bisa dengan mudah belajar, baik ilmu kautaman maupun ilmu kanuragan. Namun kungkungan istana di dalam istana megah itu tetap saja memisahkannya dari dunia luar. Jadilah seorang Permadi kecil yang pandai dan dengan pesat bisa belajar ilmu pedang dan memanah, tapi tak pernah mengenal kerasnya dunia luar.

Last Updated on Wednesday, 02 May 2012 11:50
Selengkapnya..
 
« StartPrev123NextEnd »

Page 2 of 3
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo