pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Bagus dan menarik critanya!!"
Bayu Cinta


Home
Seri Belajar Kaya
Kaya Berarti Harus Selalu Bersyukur PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 27 February 2007 07:00

Matahari tepat di atas kepala. Begitu panas. Ditambah suasana berdebu, dan bau belerang menyengat. Ah! Begitu susahnya bernafas tanpa harus berpening kepala oleh aroma belerang. Di waktu yang singkat tugas saya ke Surabaya minggu lalu, siang hari itu saya sempatkan untuk melihat secara langsung sebuah tragedi alam yang menurut saya luar biasa. Perlahan tapi begitu merangsek! Menelan sekian lama jerih payah, memakan semua usaha dan melahap ketenangan dan kemapanan. Yah! Lumpur Porong! Sesuatu yang biasanya hanya saya lihat di tayangan televisi, siang terik itu ada di depan mata saya.

“Itu, pak,.. tepat di sebelah antena radio yang tinggal kelihatan ujungnya itu,.. disitulah rumah saya dulu,..” adalah kata-kata seorang bapak satpam yang siang itu rela mengantar saya sampai ke bibir tanggul lumpur di sisi bekas jalan tol Surabaya-Porong. Tak ada ekspresi apa pun dari si bapak satpam ini. Hanya berbicara datar, seolah rasa sedih dan menangis sudah habis lewat terkuras sejak beberapa bulan lalu.

“..Sekarang keluarga dimana, pak..?” tanya saya.

“..yah,.. bersyukur kita masih diberi tempat mengungsi di pasar., pak…” kata si bapak satpam ini dengan logat khas Jawa Timur.

Hmm, luar biasa bapak ini, dalam situasi seperti itu masih bisa bersyukur.

Last Updated on Thursday, 26 August 2010 15:51
Read more...
 
Menghargai Proses PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 13 January 2007 07:00

Apa arti kata kaya bagi anda..?! Hmm, saya yakin bila kita coba bertanya pada seribu orang mengenai arti kata kaya bagi mereka, bisa jadi ada seribu makna yang terucap. Ada yang bilang, kaya adalah banyak duit, punya rumah mewah, mobil hebat, usaha sukses, karir cemerlang, tapi apakah itu bisa berarti sesuatu? Ada yang mengkaitkan kaya dengan efektifitas hidup, ada yang merumuskannya menjadi bagian dari makna sukses. Ada yang mencoba berfilsafat bahwa kaya adalah terpenuhinya segala keinginan. Mana yang benar? Bisa jadi semua benar! Dan bisa jadi juga semua masih bersifat relatif. Lalu, mengapa ‘menjadi kaya’ adalah keinginan hampir semua orang? Benarkah demikian?

Beberapa waktu lalu saya kedatangan tamu seorang sales-agent perusahaan alat berat dari Surabaya. Diskusi sana-sini masalah pekerjaan, sampailah kita pada pembicaraan santai perihal kehidupan kita masing-masing. Suatu ketika dia bercerita bahwa beberapa bulan sebelumnya salah seorang anggota keluarganya meninggal pada usia tujuh puluh tahun. Si ahli kubur ini kebetulan adalah seorang yang menurut tamu saya ini sangat kaya raya dalam segi materi. Tidak diceritakan secara detail apa profesinya dan bagaimana bisa banyak uang, yang jelas definisi kaya sebagai ‘punya banyak uang, punya mobil mewah, rumah besar’ ada padanya.

Last Updated on Thursday, 26 August 2010 15:21
Read more...
 
Melayani Pangkal Kaya PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 10 December 2006 07:00

Duduk dihadapan saya seseorang dengan perawakan sedang, memakai setelan jas, memperkenalkan dirinya dengan aksen bahasa Inggris yang agak terbata-bata. Dari postur wajahnya dan gaya bicaranya sangat terlihat bahwa dia berkewarganegaraan Jepang. Sejenak melempar senyum, kemudian kami saling bertukar kartu nama. Sekilas melihat kartu namanya, sejenak saya tercenung. Beberapa detik sempat dibuat grogi olehnya.

Beberapa hari sebelumnya, salah sebuah perusahaan besar penyuplai komponen bangunan gedung, menelepon saya memberitahukan kalau ada perwakilan dari perusahaan tersebut akan mengunjungi perusahaan tempat saya bekerja.

Mungkin sekilas dapat saya ceritakan bahwa dua tahun terakhir, perusahaan tempat saya bekerja, melaksanakan proyek perluasan fasilitas produksi yang lumayan cukup besar. Saya kebetulan terlibat dalam proyek tersebut, sebagai salah satu leader bagi para project engineer di lapangan. Salah satu rekanan penyuplai komponen bangunan gedung adalah sebuah perusahaan yang cukup terkenal dari Jakarta, sebut saja PT Merdeka. Dan kebetulan saya adalah contact person sebagai representasi manajemen proyek perusahaan yang selalu berhubungan dengan PT Merdeka. Kami biasa berhubungan dengan para tim proyek PT Merdeka yang di lapangan, dari project manager-nya sampai para fitter di lapangan.

Last Updated on Thursday, 26 August 2010 15:16
Read more...
 
Menggapai Langit Menginjak Bumi PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 25 November 2006 07:00

“Mas, sampeyan mau nggak, saya kasih modal untuk bantu saya jual barang..?” tiba-tiba teman saya, yang saat itu duduk di sebelah saya ini –sebut saja namanya pak Parjo-, memberi tawaran kepada seseorang yang menurut saya, pak Parjo sendiri juga belum begitu mengenalnya.

Siang itu saya melewatkan makan siang dengan pak Parjo, yang kebetulan saat ini masih juga berstatus karyawan di tempat saya bekerja. Hanya saja ada yang menarik dari Pak Parjo ini. Walaupun dia berstatus karyawan yang menurut saya juga berpenghasilan lebih dari cukup, tapi dia bekerja sama dengan istrinya selalu memanfaatkan waktu di luar jam kerjanya untuk selalu saja mencari hal-hal yang bisa dilakukan untuk berkarya, dan memberikan penghasilan tambahan. Untuk apa? Orang sudah berkecukupan kok masih saja merasa kurang? Hmm, mari kita dengar apa sih misinya, mimpinya yang pernah diceritakan kepada saya.

Pak Parjo ini, setiap kali ada kesempatan ngobrol dengan saya, hampir setiap kali yang dibicarakan adalah tentang konsepnya Cashflow Quadrant-nya Robert T Kiyosaki. Tentunya dalam kacamata dan bahasanya. Dia selalu bermimpi untuk mengembangkan dirinya seperti alur yang ditawarkan Kiyosaki. Saat ini masih pada employee, mulai mengembangkan dirinya pada self-employed dan bussiness owner (walaupun masih skala kecil) untuk kemudian mencapai kebebasan finansial pada quadrant seorang investor.

Last Updated on Thursday, 26 August 2010 15:41
Read more...
 
« StartPrev123NextEnd »

Page 3 of 3
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo