pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Terlalu hebat! Terlalu menakjubkan!.."
Nuhib Fauzan Gumelar


Home
Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Melalui Perbatasan Tiga Negara PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 21 October 2018 20:14

Sekitar limabelas tahun lalu saya pernah juga melewati batas negara lewat jalan darat. Ketika itu perjalanan dari Dusseldorf, kota di Jerman, ke Valenciennes, sebuah kota kecil wilayah Prancis. Dua kali malah border wilayah negara itu dilewati. Jerman ke Belgia, kemudian Belgia ke Prancis. Dan bolak-balik. Ketika itu, mobil berhenti di kantor perbatasan, paspor cukup dibawa masuk kolega kami di sana, saya dan rombongan dari Indonesia cukup di mobil. Mungkin sekarang situasi di perbatasan Eropa sana bisa jadi juga semakin ketat terkait isu keamanan negara yang tentunya berbeda dengan keadaan limabelas tahun lalu. Terutama bagi negara barat. Tapi yang jelas, apa yang saya rasakan beberapa hari lalu melewati imigrasi jalan darat antara Thailand ke Malaysia, kemudian berlanjut ke Singapura menjadikan sebuah pengalaman baru bagaimana kita menghargai sebuah kepercayaan. Situasinya bahkan tidak serileks bila kita menembus imigrasi di bandara.

 

Perjalanan saya mungkin tidak bisa seratus persen disebut sebagai tour. Antara merayakan hak sebagai apresiasi dari kantor dan menunaikan kewajiban. Perjalanan maraton tanpa jeda. Sore hari dari Solo terbang ke Jakarta, esok pagi-pagi sekali menuju terminal tiga bandara Cengkareng, terbang ke Singapura. Sambil menunggu connecting-flight malam harinya menuju ke Hatyai, kota kecil di wilayah selatan Thailand, melewatkan waktu siang dan sore di keramaian tengah perkotaan negri Singapura. Tiba di hotel Hatyai hampir tengah malam, kemudian esok harinya selama lima hari berturut-turut menuju kota Shonklah, yang masih wilayah Thailand, menembus perbatasan Thailand-Malaysia menuju George Town di Pulau Penang, terus ke selatan melewati jembatan terpanjang di Asia Tenggara sepanjang 24 km merentang di atas laut, Jembatan Sultan Abdul Halim Muadzam Shah namanya, menuju ke Kualalumpur, kemudian Malaka, setelah itu ke Johor, hingga dihari ke-lima pagi hari sekali menembus perbatasan jalan darat dari Malaysia ke Singapura. Siang hari terbang dari Singapura ke Jakarta. Dan malam harinya dengan pesawat terakhir hari itu langsung pulang ke Solo.

Last Updated on Wednesday, 24 October 2018 07:01
Read more...
 
Mendiskusikan Bentuk Drum PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 13 December 2015 10:48

Bila saya berkata bentuk drum, hampir pasti semua orang akan membuka imajinasi dikepalanya sebuah bentuk yang sama seperti gambar di bawah saya ambil dari sebuah situs pengiriman. Kenapa bisa sama? Karena memang interaksi kehidupan kita telah membawa - sadar atau tidak - sebuah bentuk tersebut dengan terminologi bernama 'drum' dan semua orang telah sepakat terhadapnya, sudah memproyeksikan dalam pandangan tiga dimensi dan merekamnya di otak dengan sempurna.

 

Sekarang bayangkan anda tak pernah melihat yang namanya drum. Suatu ketika kemudian anda diberi kesempatan melihatnya, cumandrum sayangnya penglihatan itu hanya dalam proyeksi dua dimensi dari depan. Jadilah yang terlihat sebuah bentuk empat persegi panjang berdiri dengan dua garis melintang membangi ketinggian menjadi tiga bagian. Anda berusaha memaksa segala imajinasi itu, namun yang terlihat dikepala seperti itu. Empat persegi panjang berdiri dengan dua garis melintang membagi tinggi menjadi tiga bagian sama rata, ada tulisan OIL disana! Itulah kesimpulan anda tentang drum. Bila anda bertermu orang lain kemudian berdiskusi tentang drum, maka yang anda ceritakan adalah bentuk yang ada pada kesimpulan anda. Bahkan terkadang anda harus mati-matian mendebat orang bila mereka berbicara tentang drum dengan jabaran bentuk yang berbeda. Sesekali juga mungkin anda tergoda, tanpa diminta dan ditanya, anda bercerita begitu saja berteriak-teriak tentang bagaimana bentuk drum, dan anda begitu yakin bahwa itulah bentuk drum yang nyata. Segala keterangan orang lain tentang bentuk drum yang berbeda dianggap salah.

Last Updated on Sunday, 13 December 2015 11:44
Selengkapnya..
 
Idola Anak-anak Kita PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 18 February 2014 13:57

 

Suatu ketika beberapa tahun lalu, seorang teman bercerita dengan rasa bangga tentang anaknya yang ketika itu belum genap usia sepuluh tahun, yang begitu mengidolakan seorang penyanyi muda di sebuah ajang pencarian bakat. Dia bercerita bagaimana anaknya yang tiap hari bernyanyi keras-keras, menghapal lagu, bersemangat meminta orang tuanya untuk membeli gitar dan mengisi sebagian waktunya dengan kursus gitar dan bernyanyi. Saya dengar sang bocah yang kini beranjak remaja cukup sering tampil di pentas-pentas lokal bernyanyi dan memainkan gitar.

Last Updated on Tuesday, 18 February 2014 14:14
Selengkapnya...
 
Para Penyuka Novel saya, Para Motivator PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 02 September 2013 09:30

 

Saat itu kebetulan sedang tugas di Jakarta, ketika sebuah pesan SMS masuk ke HP saya. “Mas, besok saya tugas di Solo, saya penggemar novel-novel panjenengan, kalau berkenan besok pengin ketemu sekedar ngobrol-ngobrol..”, begitu bunyi pesan itu. Dan juga memang kebetulan esok harinya, saya sudah pulang kembali ke Solo. Sehingga agenda pertemuan itupun terjadi.

 

Dan sore hari itu kami bertemu di depan Pasar Seni dan Cinderamata Ngarsopura. Sebuah sore yang cerah dan nyaman sehingga kami bisa berbicara dan berdiskusi. Seputar banyak hal tentang cerita dalam novel-novel saya, tentang wayang, tentang keluarga, tentang kehidupan. Kami saling belajar, beliau adalah seorang staf litbang dari sebuah perusahaan kimia di Gresik, bernama M. Ihwan. Lahir di Yogyakarta, besar di Bogor, dan semenjak kecil suka dengan pertunjukkan wayang serta mengkoleksi banyak nasakah cerita wayang. RA Kosasih adalah salah satu penulis wayang yang beliau gemari.

 

Saya sangat senang. Sudah cukup banyak para pembaca dan penyuka novel-novel saya menyapa, baik di media sosial, melalui SMS, BBM, telepon, bahkan datang berkunjung ke rumah di Solo, ataupun saling bertemu di suatu tempat bila keadaan mengharuskan demikian. Suatu kali dulu pernah seorang bocah usia SD dari Kudus menelepon saya, sekedar basa-basi perkenalan di awali oleh ayahnya, kemudian pembicaraan telepon di seberang sana berubah menjadi suara bocah yang walau sepatah dua patah kata berusaha menyampaikan kekaguman terhadap cara saya mengungkap kembali kisah-kisah dunia wayang.

Last Updated on Monday, 02 September 2013 09:41
Selengkapnya...
 
Memperkuat Integritas Membangun Sinergi PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 04 May 2013 12:55

(Tulisan dibawah adalah artikel yang saya buat dan dimuat di majalah internal perusahaan tempat saya bekerja. Saya pikir tak ada buruknya tulisan ini untuk juga dibagi ke semua, mengingat di dalamnya berisi perspektif nilai-nilai yang bersifat universal dan tak ada materi tulisan yang dapat mengganggu prinsip kode etik tugas dan tanggung jawab saya sebagai karyawan perusahaan)

 

Memang tidak mudah mencerna pesan apa yang disampaikan Ust. Wijayanto ketika itu. Ada yang larut dengan guyonannya, ada yang kemudian tak henti berdiskusi mencoba memahami.  Bagi saya juga tak mudah untuk memahami apa itu integritas, apa itu sinergi. Ketika kita mulai terang menjamah pemahaman itu pun terkadang agak sulit juga hal itu kemudian bisa dijelaskan kepada orang lain dengan kalimat sederhana yang mudah dimaknai. Saya ingat kalimat bijak Albert Einstein: ‘If you can’t explain it simply, maybe you don’t understand it well enough..’. Integritas dan Sinergi memang mungkin tak akan bisa mudah menjadi sebuah definisi. Saya termasuk yang setuju bahwa Integritas dan Sinergi lebih mudah dipahami dengan sebuah keteladanan. Dan itu juga tidak mungkin terjadi secara instan.

Ada hal yang sempat saya catat saat ceramah itu yang mencoba memberi penekanan dari perspektif yang sedikit berbeda tentang makna Integritas. Yang diberi jabaran: Demonstrate Honesty, Keeps Commitment dan Behave Consistently.

Last Updated on Saturday, 04 May 2013 13:06
Selengkapnya...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 12
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2018 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo