pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"..bahasa dalam novelnya tidak semata mata mengandalkan pengetahuan wayang yang ada namun jauh lebih ke bahasa hati!"
Mochtar Bungkus


Home
Seri Wacana Budaya
Menciptakan Kebutuhan Pertunjukkan Wayang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 03 January 2015 11:25

 

ketemu sing bener piye, sing apik piye lan sing payu piye..” (meramu agar benar, bagus dan laku), begitulah kira-kira rangkuman dari obrolan saya dengan Ki Manteb Soedharsono, sang maestro dalang kondang pada suatu kesempatan bertemu beberapa minggu lalu di Slawi, Tegal. Bagi saya petemuan itu memang sungguh kesempatan berharga yang tak selalu dengan mudah terjadi. Panitia Festival Dalang Dulongmas 2014, mendudukan kami satu meja sebagai juri festival tersebut. Sebuah kehormatan bagi saya, ketika panitia memberi kepercayaan kepada saya mendampingi pak Manteb, praktisi pedalangan yang telah membawa pentas pertunjukkan wayang dalam genggamannya sekian lama, ada pak Prof. Kasidi, guru besar pedalangan ISI Yogyakarta, bapak Prof. Bambang Murtiyoso, guru besar ISI Solo, dan bapak Prof. Teguh Supriyanto, guru besar Sastra, Seni dan Budaya, UNNES, Semarang. Saya berada ditengah para dewa dunia pedalangan dan wayang.

Sebuah festival yang digagas Ki Enthus sebagai bupati Tegal, dalam upaya menciptakan ketersinambungan profesi pedalangan sehingga tetap menjadi kebutuhan dan ditempatkan pada posisi yang seharusnya ditengah kehidupan sosial masyarakakat Indonesia saat ini.

Selengkapnya...
 
Wayang dan Mahabharata PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 23 August 2014 09:57


Pengantar tulisan: Salah satu sahabat saya, Muhammad Ihwan, seorang yang berprofesi sebagai staf ahli di sebuah perusahaan kimia besar, telah merampungkan satu buku tebal tentang risalah kisah Mahabharata dari perspektif budaya Jawa. Buku yang sebentar lagi akan diterbitkan. Semakin menambah gairah dan rasa senang, ketika semakin banyak yang mulai menikmati penjelajahannya terhadap wayang dan budaya nusantara umumnya. Bukan melulu kewajiban para akademisi dan praktisi seni dan budaya, kebudayaan bangsa adalah hak dan kewajiban kita semua agar selalu menjadi keseharian kita. Dan sebuah kehormatan ketika saya diminta untuk memberi tulisan pengantar buku. Atas ijin beliau, tulisan saya ini saya publikasikan di sini. Menjelang penerbitan buku itu.

 

Wayang tidak sekedar menyampaikan sebuah cerita. Mahabharata bukan satu-satunya cerita. Itulah uniknya bangsa kita. Sejarah memang meyakini bahwa cerita itu bermula dari naskah sang Vyasa yang bercerita tentang turun-temurun kisah keluarga Bharata. Tapi darimana Vyasa mendapat inspirasi cerita yang terlalu elok bilasaja semua itu sekedar rekaan? Ada yang mengatakan bahwa masa itu memang sulit memberi jarak sebuah karya fiksi dengan karya jusnalistik. Jaman itu para pujangga terbiasa merekam kejadian melalui sebuah idiom-idiom dan perlambang, jaman itu juga mereka selalu saja membuat cerita sebagai alat berita kepada khalayak. Mungkin hal itu pula yang dulu melahirkan karya besar Mahabharata. Lalu bila kisah nan kompleks dan rumit itu terinspirasi dari dunia nyata, dimanakah semua kejadian itu berasal?

Last Updated on Saturday, 23 August 2014 10:16
selengkapnya...
 
Tak Ada Nasi Lain: Novel Merawat Rasa Sejarah PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 19 July 2013 13:54

 

Sebenarnya apa definisi tentang Novel Sejarah? Mungkin bisa didekati dengan pengertian berupa tulisan panjang cerita fiksi yang mengambil latar belakang sejarah. Dalam definisi ini memang ada kontradiksi, yaitu: fiksi dan sejarah. Bagaimana sebuah fiksi bisa dimaknai sebagai sejarah? Dan sampai batas apa sebuah sejarah bisa di-fiksi-kan. Sampai pada pertanyaan berikutnya adalah: seberapa jauh penulis novel tersebut memiliki tanggung jawab etis tentang akurasi peristiwa sejarah yang melatar belakangi cerita yang disampaikannya? Apalagi bila sang penulis novel adalah juga yang menjadi saksi langsung mengalami peristiwa sejarah itu.

Last Updated on Friday, 19 July 2013 14:11
Selengkapnya...
 
Antara Pakem Wayang dan Batman PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 19 April 2013 14:04

Diskusi tentang pakem dalam wayang memang cukup menggelitik. Sering kali saya mendapat email dan semacamnya menanyakan tentang hal ini. Beberapa kali saya menjadi pembicara seminar dan diskusi tentang wayang, juga hampir selalu setiap sesi tanya jawab, ada yang bertanya atau bahkan ‘menantang’ apakah berbagai kreasi anak muda dalam menginterpretasikan wayang itu bisa dianggap sebagai menabrak pakem? Apakah cerita wayang yang saya tulis dalam novel-novel saya masih dalam wilayah pakem? Apa itu pakem? Dimana saya harus meletakkan kreatifitas dalam wilayah pakem?

Sebelum saya bicara lebih jauh tentang pakem, saya kembali coba dudukkan apa itu wayang. Ada banyak perspektif tentang definisi wayang. Baik dari para ahli akademisi budaya, maupun praktisi pertunjukkan wayang. Saya sendiri mencoba untuk memberi definisi, bahwa wayang adalah sebuah kreasi budaya SENI MEDIA PERTUNJUKKAN dengan peraga, yang disana membuat simbol KISAH-KISAH,  dalam rangka untuk MENGKOMUNIKASIKAN NILAI-NILAI, budaya dan etika, nusantara. Yang saya tulis tebal adalah entitas yang bisa diumpamakan sebagai pilar dalam menyokong kelestarian dan ketersinambungan budaya Wayang itu sendiri. Sehingga melihat Wayang haruslah secara utuh dalam bangunan yang disana terdapat tiga pilar tersebut. Ada media pertunjukkan peraganya, ada analogi kisah yang disampaikan, dan harus mengkomunikasikan nilai-nilai nusantara. Namun dalam upaya ikut berkontribusi dalam pelestariannya, saya pikir setiap orang berhak untuk bisa ikut terlibat didalamnya, misal dengan hanya menekuni membangun salah satu pilar saja. Dari hal inilah kemudian bisa kita lihat bahwa bahkan setiap orang memungkinkan untuk turut serta. Tidak harus melulu seorang dalang, atau akademisi budaya pertunjukkan wayang.

Last Updated on Friday, 19 April 2013 14:11
Selengkapnya...
 
Sastra Hati Nurani Romo Mangun PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 15 March 2013 13:58

Pendapa di halaman luas belakang rumah dinas Walikota Solo itu memang terasa asri dan menentramkan. Sungguh tepat pengelenggara dalam hal ini Kompas meminjam tempat itu untuk membangun keindahan sebuah diskusi tentang karya YB. Mangunwijaya, atau orang akrab menyebut dengan nama Romo Mangun. Diskusi tentang karya esai, prosa maupun novel Romo Mangun yang pada akhirnya bermuara pada upaya menyelami, memahami dan berusaha mengerti segala ide, pemikiran, dan pilihan sikap beliau.

Pilihan pembicara utama di acara diskusi itu pun menurut saya juga cukup mewakili segala sisi perpektif untuk membuka cakrawala seluas-luasnya tentang Romo Mangun. Ada B. Rahmanto seorang dosen sastra yang tentunya akan melihat segala karya sang Romo dari sisi elok susastra. Kemudian sosok Emha Ainun Nadjib, yang mungkin diharapkan akan melihat karya Romo Mangun dari sisi spiritualitas. Mungkin itu yang dimaui panitia, karena toh agak sulit bagi kita untuk menempatkan Cak Nun ini pada sebuah kotak, karena dia pasti akan berada lepas dimana-mana. Kemudian ada Ayu Utami, yang saya sendiri di awal merasa yakin mbak Ayu Utami, bagaimana pun juga akan melihat dan membedah karya sang Romo dari sisi feminitas seorang perempuan. Kemudian yang disebut wakil dari seorang muda, seorang penggiat sastra dari Solo, Bandung Mawardi. Diskusi yang dengan tangkas bernas dipandu oleh Joko Pinurbo, yang banyak dikenal sebagai seorang penyair.


Last Updated on Saturday, 16 March 2013 06:31
Selengkapnya...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 1 of 5
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2017 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo