pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"saya suka banget cerita THE DARKNESS OF GATOTKACA!!"
Yoga Pandawa


Home
Seri Wacana Budaya
Dunia Wayang Bagi Kita PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 30 December 2010 07:00
Suatu ketika pernah beberapa waktu lalu saya berkesempatan berdiskusi dengan seseorang yang saya hormati. Beliau sepantaran dengan saya. Seiman dengan saya. Kebetulan memiliki pengetahuan agama Islam yang begitu dalam. Selalu melakukan syiar agama, berprofesi sebagai guru dalam sebuah pesantren dan sering dipercaya sebagai penceramah dalam acara-acara pengajian dan semacamnya.

Sebuah pertanyaan dari beliau yang membuat saya tercenung kembali untuk menggali lagi pemahaman saya tentang wayang. Sebenarnya apa sih manfaat wayang bagi kehidupan? Begitu kira-kira pertanyaan beliau. Cukup sulit bagi saya untuk membuka sebuah pendapat, karena saya yakin beliau paham betul apa yang dulu telah dilakukan oleh para Wali, ketika melakukan akulturasi budaya wayang dan memanfaatkannya sebagai media dakwah Islam. Saya yakin beliau juga paham betul, bagaimana seni pertunjukan wayang, sampai pada taraf tertentu bahkan sampai sekarang, masih menjadi sebuah alat pengkomunikasi nilai-nilai yang cukup efektif bagi sebagian masyarakat kita.

Read more...
 
Revolusi Budaya Kota Solo PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 05 December 2010 07:00

(tulisan dalam bentuk makalah yang disampaikan Pitoyo Amrih sebagai salah satu pembicara dalam diskusi berjudul “Anak Muda Membangun Kota Solo” sebagai tindak lanjut atas wacana “Revolusi Budaya” yang disampaikan Walikota Solo, di Balai Soedjatmoko, Solo, hari Minggu tanggal 5 Desember 2010)

Tantangan akan perlunya sebuah revolusi budaya adalah hal yang perlu dicermati. Hal ini bisa dipahami karena satu pihak saat ini, Solo yang secara historis, harus mau dan selalu menyandang predikat Kota Budaya. Dengan mengusung visi menuju Kota Budaya yang bertumpu pada potensi Perdagangan, Jasa, Pendidikan, Pariwisata dan Olahraga (sesuai visi misi kota Surakarta). Sementara di lain pihak, muncul semangat menjawab tantangan kemajuan teknologi modern yang juga ingin menjadikan Solo sebagai kota berbasis teknologi informasi dalam rangka upaya peningkatan daya saing global di bidang Perdagangan, Jasa, Pendidikan, Pariwisata dan Olahraga, itu sendiri.

Hal ini sepertinya menjadi sesuatu yang sulit ketika kita masih berkutat pada paradigma lama yang menarik garis tegas definisi budaya dengan definisi teknologi. Pemahaman awam memang melihat budaya lebih kepada entitas seni, dimana produk-produknya dianggap sesuatu yang masih bersifat imajinatif, bukan sebuah hal yang aplikatif langsung dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan. Sehingga orang lebih mengenal budaya pada produk-produk sastra, seni rupa, seni pentas, filsafat, kegiatan ritual. Contoh mudahnya kita bisa melihat persepsi banyak orang akan budaya langsung mengarah pada Batik, Wayang, Ritual Adat, dan Kraton.

Membutuhkan upaya pemikiran yang tidak sederhana ketika kita harus menarik garis antara hal diatas dengan teknologi modern  yang saat ini berisi persepsi akan teknologi informasi yang diwakili oleh perkembangan begitu pesat alat bantu komputer, telepon selular, internet, modern-gadget. Juga produk teknologi terapan lain yang bisa langsung bisa diambil nilai tambahnya, seperti teknologi otomotif, teknologi bangunan, jalan dan prasarana, teknologi biokimia, teknologi nano.

Sampai di sini mungkin kita perlu kembali memaknai definisi filosofis dari ‘budaya’ itu sendiri, yaitu hasil kreatif budi daya pikiran manusia. Dimana budaya bisa berarti budi daya pikiran manusia yang berada dilingkaran soft-competency manusia melalui ide, komunikasi dan pemberdayaan akan nilai-nilai (yang bisa dilakukan dengan cara memelihara produk-produk –yang saat ini kita persepsikan sebagai- budaya) untuk selalu memperbaiki hakekat kehidupannya. Juga budaya bisa berarti hal-hal yang berada di lingkaran knowledge dan skill manusia, yang termanfaatkan dalam budi daya teknologi, untuk memperbaiki kualitas penghidupan manusia.

Last Updated on Wednesday, 05 January 2011 18:41
Read more...
 
Dunia Wayang Kita Semua PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 08 January 2010 07:00
Baru baru ini saya mendapat pertanyaan dari salah seorang sahabat saya. Sebuah pertanyaan yang bisa jadi menantang pemahaman saya akan 'close-up' dunia wayang yang selama ini saya angkat dalam novel novel saya. Pertanyaan yang membuat saya menggali kembali, dan sampai kepada pemahaman bahwa apa yang telah diupayakan para pujangga tanah Jawa begitu 'fit in' mengadopsi dan menggubah kisah dunia wayang ke dalam konteks budaya Jawa.

Pertanyaannya cukup sederhana, apa manfaat kelir dalam pagelaran wayang kulit. Kelir adalah layar putih yang memisahkan sosok wayang kulit dengan penontonnya. Sehingga wayang kulit yang begitu penuh warna, 'hanya' akan dilihat hitam putih bagi penontonnya. Bila anda mencoba mengamati lebih detail dan seksama sebuah wayang kulit karya seniman pengrajin wayang kulit. Dia menatah membuat lobang setiap detail wayang kulit dengan seksama, kemudian memberi warna setiap milimeter dengan ornamen yang dibuat harus bagus di setiap goresannya. Mengapa kemudian harus diperlihatkan secara hitam putih? Apakah yang dilakukan para pengrajin wayang itu sia sia?

Read more...
 
DC Comics, Sang Tuan Rumah di Negri Wayang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 16 May 2009 07:00

Kemarin kebetulan ada tugas yang harus saya lakukan ke Surabaya. Menjelang sampai kota itu, keluar dari tol, karena tengah hari sudah menjelang, saya pun melewatkan makan siang di lokasi terdekat, di Pakuwon Supermall. Sebentar saya mampir, dan segera bergegas melanjutkan perjalanan ketika di lantai dasar mall, ada yang menghentikan langkah saya untuk sejenak berhenti mengamati. Sebuah patung figur Batman nya DC Comics besar seukuran manusia dewasa!

Ternyata patung itu adalah pintu gerbang, menuju hall mall yang saat itu sedang berlangsung pameran dan bazar yang bertajuk Toy & Hoby Exibition. Saya pun merasa perlu untuk sejenak masuk mengamati apa yang dipamerkan.

Last Updated on Saturday, 02 April 2011 08:39
Read more...
 
Dunia Wayang Kita PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 04 April 2009 07:00

Ada rasa senang, ketika saya melihat bahwa karya saya mulai banyak diterima oleh semua kalangan. Terutama novel novel Dunia Wayang, yang memang saya susun kembali secara bertahap dengan harapan menjadi pengisi missing link yang sepertinya saat ini sedang terjadi, antara budaya kita sendiri dengan generasi saat ini. Kita bisa melihat, terutama generasi muda sekarang yang begitu mudah akrab dengan cerita cerita import, baik dari Amerika, Eropa, ataupun Jepang dan Korea, tinimbang kisah kisah dari budaya kita sendiri.

Kisah Dunia Wayang, mungkin bisa menjadi sebuah perdebatan juga, mengingat dulunya, awal mula kisah ini sampai ke tanah Jawa, kisah ini berawal dari penulisan yang dituturkan para pujangga bangsa India. Tapi ketika kisah ini berakulturasi terutama di tanah Jawa, kisah ini menjadi bergeser dan bilasaja anda juga merasakan apa yang saya rasakan, terutama terhadap kisah Dunia Wayang yang versi Yogyakarta dan Surakarta, maka nafas budaya Jawa begitu kental, dan rasanya sudah tidak lagi berbau atmosfir India, bila kita bandingkan dengan budaya India saat ini.

Last Updated on Tuesday, 11 December 2012 15:30
Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 5 of 5
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo