pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Penjelasan tentang silsilah wayang dan misteri beberapa kejadian begitu runtut, nggak berat dan nggak bikin BT. Salut deh buat Pak Pitoyo!"
Wulan Kovacevik


Home Seri Kisah Danen
Rasa Berbagi Itu.. PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 25 November 2004 07:00

Suatu saat beberapa waktu yang lalu, anak tetangga yang sebaya dengan anak saya datang berkunjung ke rumah mengajak anak saya untuk bermain seperti yang biasanya dia lakukan sekali waktu. Kebetulan saya perhatikan waktu itu dia membawa mainan sendiri sebuah mobil-mobilan kecil. Anak saya, Danen yang masih dua tahun seperti biasa pun asyik menerima ajakan temannya ini untuk bermain. Hanya kali ini mungkin rada lain karena ada satu buah mainan anak saya berupa mobil-mobilan juga yang relatif masih baru karena baru saja Danen dapatkan beberapa hari yang lalu.

“Eh, mainanmu baru, yaa..” kata anak tetangga saya ini sebut saja Rio namanya sambil meletakkan mainannya sendiri di lantai.

“Wooo jangan ini masih baru, jangan dipegang….”, celoteh Danen.

“Aku pinjem boleh…”

“Jangaaaan……”

“Aku pinjem…!!!”, tiba-tiba si Rio mulai membentak anak saya dengan keras.

“Jangan…!!!”, teriak anak saya tak mau kalah.

Maka kejadian berikutnya kedua anak tersebut saling berebut mainan sambil masing-masing saling berteriak-teriak marah. Jujur saya katakan bila hal semacam ini terjadi, konflik antara anak saya dan temannya yang berpuncak kepada adu fisik keduanya, terkadang membuat saya menjadi bingung bagaimana harus berbuat. Di satu sisi tentunya saya harus melakukan sesuatu agar anak saya tidak cedera secara fisik oleh perkelahian tanpa juga menimbulkan sakit hati maupun fisik temannya. Di sisi lain saya juga harus berpikir sebisa mungkin apa yang akan saya lakukan kemudian tidak menghalangi proses pembelajaran kedua anak tersebut dalam saling berinteraksi dan memahami sebuah rasa kepemilikan dan rasa saling berbagi.

Saya pun kemudian mengambil mainan baru tadi dan saya taruh di atas lemari sehingga Rio dan Danen tidak bisa menjangkaunya. Rio kemudian sambil cemberut lari pulang kerumahnya, sementara anak saya yang memukuli kaki saya tidak terima sambil berteriak teriak, “Itu punyaku…!, itu punyakku, Pah..!…itu punyakku…”

Memang beberapa bulan lalu saya mulai mencoba mendidik anak saya untuk mulai menghargai sebuah hadiah dan kepemilikan akan sebuah benda atau mainan khususnya. Hasil pendidikan itu mulai terasa dimana akhir-akhir ini setiap Danen mendapat hadiah mainan misalnya, hadiah tersebut dia rawat dan dia jaga dengan sebaik-baiknya.

Beberapa waktu yang lalu saya mulai mencoba mengajarkan kepada anak saya semangat berbagi terutama kepada teman-temannya. Dengan harapan setiap saya membelikan mainan atau makanan kepadanya, serta merta dia bisa memiliki rasa berbagi bila saat itu ada teman-temannya di sekitarnya.

Hal ini ternyata memberikan sebuah pembelajaran bagi saya bahwa kemampuan pada seseorang dimana dia bisa memiliki sikap berbagi suatu hal terhadap orang lain, hanya dapat terjadi ketika orang tersebut sudah puas mengalami rasa kepemilikan terhadap hal tersebut. Bagi saya setiap orang terhadap suatu hal pasti mengalami kedua siklus di atas yaitu rasa kepemilikan saat pertama kali dia merasa memiliki hal tersebut, baru kemudian ketika dia merasa cukup menikmati saat-saat kepemilikan tersebut, kemudian dia memiliki cukup kelapangan hati untuk berbagi hal tersebut bila hal tersebut memang layak untuk bisa dinikmati secara bersama.

Yang membedakan kedewasaan orang satu dengan orang yang lain adalah kemampuan orang tersebut dalam hal mengelola waktu kapan dia harus bisa untuk seharusnya mulai berbagi dengan orang lain.

Orang yang notabene telah dikatakan dewasa secara usia, terkadang kita lihat bahkan setelah bertahun-tahun kemudian memiliki sebuah mobil misalnya, masih saja untuk merasa ’berat’ ketika ada orang lain sekedar ikut nunut mobil tersebut. Sehingga bagi saya seseorang baru bisa dikatakan benar-benar dewasa ketika dia dengan mudah bisa mengelola rasa kepemilikannya untuk kemudian ada semangat berbagi ketika hal tersebut membutuhkan situasi untuk saling berbagi.

Saya bisa membayangkan bahwa orang-orang yang dewasa secara usia tapi belum mampu untuk mengelola kemunculan sifat berbagi akan suatu hal, bisa jadi di masa kecilnya tidak punya cukup waktu untuk menikmati rasa kepemilikan terhadap suatu hal.

Sehingga hal ini memberikan kesimpulan kepada saya agar anak saya memiliki kemampuan untuk berbagi kelak, sebisa mungkin saat ini pada usianya yang masih dua tahun saya harus memberikan waktu yang cukup untuk dia agar bisa menikmati rasa kepemilikannya terhadap sesuatu hal. Apabila memang tidak perlu benar saya mencoba mengurangi sesedikit mungkin kata-kata “Jangan”, “Tidak boleh” atau kata semacamnya keluar dari mulut saya untuk menghalangi rasa kepemilikannya terhadap sesuatu yang bisa jadi bagi dia adalah memang sesuatu yang baru yang butuh saat-saat menikmati kepemilikannya.

Sanggupkah kita berbagi tentang rasa berbagi ini kepada anak-anak kita…?

 

25 Nov 2004

Pitoyo Amrih

Berdomisili di Solo




Last Updated on Thursday, 05 August 2010 11:10
 
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo