pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"..terkesan dengan penggunaan bahasa dalam cerita yang seolah olah menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan suasana emosi yang kuat sehingga pembaca seakan ikut terlibat langsung.."
Satria Yudha Adhitama


Home Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Memperkuat Integritas Membangun Sinergi PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 04 May 2013 12:55

(Tulisan dibawah adalah artikel yang saya buat dan dimuat di majalah internal perusahaan tempat saya bekerja. Saya pikir tak ada buruknya tulisan ini untuk juga dibagi ke semua, mengingat di dalamnya berisi perspektif nilai-nilai yang bersifat universal dan tak ada materi tulisan yang dapat mengganggu prinsip kode etik tugas dan tanggung jawab saya sebagai karyawan perusahaan)

 

Memang tidak mudah mencerna pesan apa yang disampaikan Ust. Wijayanto ketika itu. Ada yang larut dengan guyonannya, ada yang kemudian tak henti berdiskusi mencoba memahami.  Bagi saya juga tak mudah untuk memahami apa itu integritas, apa itu sinergi. Ketika kita mulai terang menjamah pemahaman itu pun terkadang agak sulit juga hal itu kemudian bisa dijelaskan kepada orang lain dengan kalimat sederhana yang mudah dimaknai. Saya ingat kalimat bijak Albert Einstein: ‘If you can’t explain it simply, maybe you don’t understand it well enough..’. Integritas dan Sinergi memang mungkin tak akan bisa mudah menjadi sebuah definisi. Saya termasuk yang setuju bahwa Integritas dan Sinergi lebih mudah dipahami dengan sebuah keteladanan. Dan itu juga tidak mungkin terjadi secara instan.

Ada hal yang sempat saya catat saat ceramah itu yang mencoba memberi penekanan dari perspektif yang sedikit berbeda tentang makna Integritas. Yang diberi jabaran: Demonstrate Honesty, Keeps Commitment dan Behave Consistently.

Mendemonstrasikan kejujuran (Domenstrate Honesty) tidaklah semudah yang terdefinisikan. Karena bagaimana pun kita tak bisa benar-benar menilai apakah seseorang sedang berkata jujur. Apa yang terlihat terdengar terkadang belum tentu itu yang terjadi. Apa yang diucap seseorang juga belum tentu akan dipersepsikan sama seperti yang sang pengucap maksudkan. Sehingga orang yang paling bisa dan benar menilai kadar kejujuran seseorang tak lain adalah dirinya sendiri. Artinya, kita mungkin hanya akan bisa secara mudah setiap saat mendemonstrasikan kejujuran ketika kita juga setiap saat menyempatkan diri untuk selalu bertanya dalam hati sampai dimanakah kejujuran kita selama ini. Seberapa samakah antara pikiran-hati yang kita miliki, dengan kata terucap, pun dengan tindakan yang terlaksana. Dan saya juga setuju seperti yang Ust. Wijayanto sampaikan, sekali orang berkata bohong, maka dia hanya bisa dilanjutkan dengan kebohongan-kebohongan berikutnya. Saya bayangkan itu seperti api yang merambat menyala terpropagasi. Untuk memadamkannya perlu sebuah kemauan berkata jujur. Dan itu mungkin tak mudah.

Selalu memegang komitmen (Keeps Commitment) juga sama, mudah diucap bisa sangat sukar dilakukan. Kearifan Jawa mengenal istilah ‘esuk dele sore tempe’, mungkin bisa diartikan sebagai ‘pagi kedelai, ketika sore berubah menjadi tempe’. Sebuah sindiran bagi orang yang sulit dipegang komitmennya, sulit dipercaya ucapannya. Kalau dirunut, hal ini juga tak jauh dari perjalanan ketika kita merenungi bagaimana seseorang harus bersikap proaktif. Karena menjaga komitmen adalah tak lain bisa dikategorikan sebagai orang yang selalu memegang nilai-nilai yang seseorang pegang. Dan itu adalah ciri dari seorang yang proaktif.

Dan satu lagi ciri integritas yang ketika itu disampaikan, juga hal yang hanya bisa dinilai oleh diri sendiri. Berperilaku secara konsisten (Behave Consistently). Kita boleh jadi sesekali iseng menguji diri kita sendiri terhadap hal ini dengan mencoba merenungi, apakah sikap dan perilaku kita akan sama saat kita sendiri, dibanding dengan saat kita bersama orang lain, bersama atasan, bersama pasangan, berdiri diantara orang-orang yang mungkin bisa mempengaruhi perilaku konsisten kita. Sungguh, pada poin ini, saya ingat betul kalimat Ust. Wijayanto cukup pas dengan memberikan sebuah semangat untuk sedetikpun jangan pernah lupakan Tuhan. Karena saya pikir dengan pemahaman seperti itu, seorang manusia punya cukup semangat untuk selalu berperilaku secara konsisten.

Dan sinergi adalah ‘buah’ yang hanya tumbuh bila salah satu elemennya terdapat semangat integritas yang kuat diantara orang-orang mencoba mewujudkannya. Ada seorang teman yang berpendapat bahwa sinergi tak lain adalah sebuah kerjasama. Mungkin dia benar ketika kita melihat sinergi tak lebih dari upaya sekelompok orang yang mencoba mencapai tujuan bersama tanpa dilandasi adanya hal-hal seperti sikap integritas. Karena menurut saya, sebuah organisasi pencopet misalnya, bisa jadi mereka memiliki sebuah kerjasama yang kuat, tapi saya yakin selamanya mereka tak akan pernah mencapai sinergi.

Ketika ada sebuah masalah, kemudian sekelompok orang bersama-sama menyelesaikan dengan cara membuat kebohongan bersama, menurut saya itu masih bisa disebut sebagai kerjasama. Tapi kebersamaan mereka biasanya akan rapuh, karena hanya dilandasi atas kepentingan bersama, pun sebuah kepentingan bersama dalam hal keburukan. Dan kabersamaan yang rapuh akan dengan mudah terberai bila ada badai yang lebih besar datang. Sehingga bagaimana pun juga, sebuah kerjasama yang tidak menjunjung tinggi nilai-nilai yang baik –dalam hal ini, salah satunya adalah integritas-, selamanya tak akan bisa mewujudkan sinergi.

Maka tema yang diusung itupun menjadi terasa sangat tepat. ‘Memperkuat Integritas, Membangun Sinergi’ adalah hal yang memang seharusnya kita lakukan untuk selalu memperbaiki diri kita dan perusahaan tempat kita bekerja ini. Secara kolektif sebagai perusahaan, apa yang kita hasilkan adalah produk yang baik dengan semangat ikut menyehatkan bangsa. Produk baik itupun selalu kita upayakan untuk dihasilkan dengan cara-cara yang baik mengacu kepada regulasi demi terciptanya produk berkualitas dan aman bagi konsumen. Sudah menjadi keharusan bahwa hal itu semua harus dilakukan dengan dasar-dasar nilai yang baik pula.

Dan nilai-nilai dasar memperkuat integritas untuk membangun sinergi akan menjadi sebuah rencana yang sempurna demi kebaikan bersama. Dan rencana baik hanya akan memberi hasil baik bila kita semua memilih melaksanakannya dengan baik.


1 Februari 2013

Pitoyo Amrih

 

 




Last Updated on Saturday, 04 May 2013 13:06
 
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2017 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo