pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Buat yg suka kisah2 pewayangan, novel2 karya Pitoyo Amrih ini cukup menarik utk dikoleksi!"
Bee


Home Seri Belajar Kaya
Setengah Kaya, .. Setengah Miskin PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 30 August 2007 07:00

Apa yang anda inginkan dalam hidup anda di dunia ini?

Baru saja sebuah kata bijak terdengar di telinga saya, duduk di meja kerja saya di rumah, kebetulan televisi di sebelah ruang sedang menayangkan sebuah berita infotainment. Di akhir kata acara tersebut, sang pembawa acara memberi saran kepada kita agar dalam hidup ini, jadikanlah diri ini sebagai pohon beringin yang rindang, sehingga memberi keteduhan bagi siapa saja yang mendekat, karena tak ada pilihan lain dalam hidup kita yang sekali dan singkat di dunia ini selain dapat memberikan kontribusi yang dapat memberi arti baik bagi semua orang yang mengenal kita. Hmm,.. jarang-jarang sebuah infotainment menyampaikan kata bermakna demikian. Tapi siapa pun yang menyampaikan, kata petuah tetaplah kata petuah, kita akan banyak belajar bila kita mau mendengar.

Lalu, apa hubungannya dengan pertanyaan saya di atas? Keinginan bisa diartikan sebuah harapan. Kalau saya misal bertanya, siapa diantara kita yang tidak ingin dalam hidupnya memberi arti baik bagi semua orang yang mengenal? Pasti jadi aneh ketika ada seseorang menunjukkan jarinya.

So, semua orang bisa dipastikan ingin memberikan arti baik bagi kurun waktu kehidupannya. Lalu bagaimana dengan ingin kaya? Ingin terkenal? Ingin menjadi pengusaha sukses? Ingin menggapai kebebasan finansial?

Suatu ketika beberapa hari lalu, saya kedatangan seorang salesman yang menawarkan produk ke saya. Orangnya masih terlihat sangat muda. Beliau sang salesman ini tertarik untuk mendisplay barangnya di tempat webstore milik saya. Setelah cukup lama kami berdiskusi detail mengenai spesifikasi dan kualitas barang, sampailah diskusi kami pada pada harga berapa barang tersebut harus saya bandrol.

“..kira-kira bapak bisa mematok harga sekitar sepuluh persen dibawah harga jual eceran kami..” katanya suatu ketika.

“..bagaimana kalau duapuluh persen lebih rendah..” kata saya, “..ndak apa-apalah margin saya kecil, asal bisa jalan dulu…”

“eit.., jangan, pak..”

“..Lho kok?! Bukannya sampeyan justru senang kalau volume penjualan besar..”

“…pak, penjualan bapak lewat internet itu bisa dijangkau secara luas,.. kalau bapak matok duapuluh persen lebih rendah, penyuplai barang yang sama di kota lain bisa kehilangan langganan, pak..”

Mendengar penjelasan beliau ini, saya terdiam.

“…janganlah semuanya mau kita ambil,.. bagi-bagi rejeki, lah, pak..” kata anak muda ini polos.

Nah, lu,… rupanya saya harus belajar dengan anak muda ini. Rupanya anak muda ini sudah memberikan pelajaran kepada saya bahwa usaha janganlah membabi buta, tetaplah lihat ke belakang, toleh kiri, toleh kanan. Apakah dari apa yang kita lakukan ini bisa memberi keseimbangan, bisa memberikan keteduhan bagi semuanya?

Anda bisa menjadi apa pun yang anda inginkan kalau anda mau, bahkan anda bisa meraih apa pun yang anda inginkan! Demikian mungkin kurang lebih yang ingin disampaikan Rhonda Byrne melalui buku ‘rahasia’-nya berjudul The Secret.

Seseorang yang saat ini telah menjadi pengusaha sukses. Ketika dia benar-benar mengawalinya dari bawah, saat dia benar-benar ada dibawah dulu, kalau saja anda bertanya mengenai mimpinya, apa yang diinginkannya, pastilah saat itu memiliki sebuah gambaran yang begitu nyata untuk menjadi sesuatu seperti yang sudah terjadi dengannya saat ini. Anda tidak percaya? Cobalah pengertian logika ini, bila anda merasa akan menjadi orang yang gagal, maka kemungkinan yang ada hanyalah gagal. Tapi bila anda merasa akan menjadi orang yang berhasil, besar kemungkinan anda akan berhasil! Karena apa?,.. dengan keinginan berhasil, bilasaja ditengah jalan anda menemui kegagalan, pastilah keinginan kuat ‘berhasil’ itu akan menganggap kegagalan yang terjadi hanyalah sebuah bahan pelajaran untuk tetap melangkah, sampai kemudian berhasil.

Saya hanya berusaha menyampaikan, bahwa keinginan itu bisa begitu kuat pengaruhnya. Sehingga hati-hatilah ketika menginginkan sesuatu. Anda ingin kaya! ..fine, ..tidak ada salahnya seseorang menginginkan dirinya menjadi seorang yang kaya. Tapi ketika keinginan kaya itu begitu kuat, seluruh energi anda tercurah kepada menciptakan mimpi anda untuk menjadi kaya, di saat itulah segalanya menjadi mungkin! Di situlah kita sampai pada suatu momen dimana kita harus berhati-hati. Keinginan untuk menjadi kaya yang begitu kuat, bisa membuat kita mungkin menjadi lupa etika, bisa jadi tidak mengindahkan nasehat teman, atau bisa ‘terjebak’ pada situasi yang saya hadapi tadi,.. tidak peduli untuk ‘bagi-bagi rejeki’.

Sampai disini mungkin anda akan meralat keinginan itu. ‘Ingin menjadi kaya tapi bisa memberikan kontribusi baik kepada orang-orang disekitar’. Atau .., ‘ingin menjadi kaya tapi bisa memberikan keteduhan seperti pohon beringin yang rindang..’ seperti pepatahnya infotainment itu. Atau apa pun itu, sehingga kekuatan keinginan itu bisa membawa kita kepada sesuatu yang tidak membabi buta.

Atau mungkin pakai istilah ‘setengah kaya,..setengah miskin..’, bisa jadi cocok. Coba anda bayangkan ketika seseorang begitu berkeinginan kuat untuk kaya, seluruh energi dicurahkan untuk menuju kaya, setiap cara halal ditempuh, setiap kesempatan diambil. Suatu saat tiba dimana orang ini merasa pada suatu keadaan merasa kaya. Biasanya apa yang menjadi mimpi bagi orang yang merasa kaya? Kadang-kadang orang ini akan dihinggapi perasaan takut miskin. Melihat orang miskin merasa ngeri. Tidak mau dekat-dekat dengan orang miskin, menjaga jarak.

Dan biasanya perasaan ini kemudian begitu kuat menguasai pikiran, jadilah tanpa sadar dia sudah menciptakan ketakutan sendiri, ketakutan untuk menjadi miskin. Rasa inilah yang terkadang mendorong orang ini menjadi miskin beneran. Jangan salah, miskin beneran bisa berarti dua hal. Satu memang benar-benar pengeluaran kebutuhan mendasar lebih besar dari pendapatan. Tapi ada hal lain lagi ketika seseorang, sebetulnya cukup berpunya tapi selalu merasa kekurangan, setiap pengeluaran selalu ditimbang-timbang seribu kali, selalu marah-marah bila mendapati mobil mewahnya tergores lecet. Sekaya apa pun orang ini, saya anggap dia miskin.

Dan ketika orang ini benar-benar menjadi miskin. Orang yang mau belajar biasanya akan menumbuhkan kembali semangatnya untuk kaya. Ketika benar-benar miskin orang kembali menjadi ‘nothing to lose’ . Keinginan itu begitu kuat sehingga bisa jadi dia akan menjadi kaya lagi.

Maka istilah untuk ‘setengah kaya, setengah miskin..’, sepertinya pas. Saya tidak tahu kalau mungkin anda punya istilah yang lebih cocok. Yang jelas keinginan ini tentunya akan membuat orang berusaha untuk menjadi lebih baik secara ekonomi. Tapi, dalam perjalanan ke sana orang ini akan selalu melihat orang-orang di sekitarnya. Selalu berusaha melihat konsistensi pertumbuhan aset-nya dibandingkan dengan sekitarnya. Akan selalu berusaha mensyukuri dan menikmati apa pun yang dia dapatkan, sambil terus berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik! Dengan ‘mimpi’ ini tidak membuat orang menancap gas meninggalkan yang lainnya, tapi selalu ingat untuk ‘bagi-bagi rejeki’. Mau untuk menjadi pohon beringin rindang.

Karena menurut saya, mungkin itu memang satu-satunya pilihan bagi kita untuk menjalani kehidupan kita di dunia ini yang hanya sekali dan singkat ini…

 

30 Agustus  2007

Pitoyo Amrih

www.pitoyo.com - home improvement

bersama memberdayakan diri dan keluarga

 




Last Updated on Friday, 03 September 2010 10:55
 
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo