pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Kresna Duta PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Lelakon Menginspirasi
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 08 June 2013 09:16


“Begitu mengerikan..!! Makhluk apa ini..!!”

 

“Tolooong..!!”

 

“Aampuun Gusti.., ampuun Gusti…, bencana apa yang menimpa kami ini..Gusti…”

 

Begitulah teriakan memilukan terdengar di sana-sini. Pasar di sisi selatan alun-alun Hastinapura yang semula begitu ramai orang riuh-rendah menjajakan dagangannya, serta merta berubah menjadi jeritan-jeritan mengerikan. Orang-orang berlarian tak tentu arah. Ada yang mengaduh kesakitan karena terinjak-injak. Ada yang tiba-tiba badannya kaku tak kuasa untuk bergerak melihat pemandangan yang terjadi di situ. Ada juga yang begitu takutnya melempar begitu saja semua barang yang dibawanya dan berlari kesana kemari tak karuan.

 

Sebuah pemandangan yang begitu membelalakkan mata memang. Di tengah alun-alun Hastinapura itu, entah dari mana datangnya, tiba-tiba telah berdiri sesosok raksasa yang begitu besar. Begitu besarnya, terlihat pucuk istana Hastinapura yang begitu tinggi itupun hanya sejajar dengan betis bawah sang raksasa. Si Raksasa terlihat menggerang-erang, berulangkali menghantam-hantamkan sendiri kepalan tangannya ke dada. Teriakannya seakan menggema ke seluruh penjuru negri Hastinapura, menciptakan teror dan ketakutan sendiri bagi rakyat Hastina. Kengerian yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

 

Last Updated on Saturday, 08 June 2013 09:55
Selengkapnya..
 
Memperkuat Integritas Membangun Sinergi PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 04 May 2013 12:55

(Tulisan dibawah adalah artikel yang saya buat dan dimuat di majalah internal perusahaan tempat saya bekerja. Saya pikir tak ada buruknya tulisan ini untuk juga dibagi ke semua, mengingat di dalamnya berisi perspektif nilai-nilai yang bersifat universal dan tak ada materi tulisan yang dapat mengganggu prinsip kode etik tugas dan tanggung jawab saya sebagai karyawan perusahaan)

 

Memang tidak mudah mencerna pesan apa yang disampaikan Ust. Wijayanto ketika itu. Ada yang larut dengan guyonannya, ada yang kemudian tak henti berdiskusi mencoba memahami.  Bagi saya juga tak mudah untuk memahami apa itu integritas, apa itu sinergi. Ketika kita mulai terang menjamah pemahaman itu pun terkadang agak sulit juga hal itu kemudian bisa dijelaskan kepada orang lain dengan kalimat sederhana yang mudah dimaknai. Saya ingat kalimat bijak Albert Einstein: ‘If you can’t explain it simply, maybe you don’t understand it well enough..’. Integritas dan Sinergi memang mungkin tak akan bisa mudah menjadi sebuah definisi. Saya termasuk yang setuju bahwa Integritas dan Sinergi lebih mudah dipahami dengan sebuah keteladanan. Dan itu juga tidak mungkin terjadi secara instan.

Ada hal yang sempat saya catat saat ceramah itu yang mencoba memberi penekanan dari perspektif yang sedikit berbeda tentang makna Integritas. Yang diberi jabaran: Demonstrate Honesty, Keeps Commitment dan Behave Consistently.

Last Updated on Saturday, 04 May 2013 13:06
Selengkapnya...
 
Antara Pakem Wayang dan Batman PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 19 April 2013 14:04

Diskusi tentang pakem dalam wayang memang cukup menggelitik. Sering kali saya mendapat email dan semacamnya menanyakan tentang hal ini. Beberapa kali saya menjadi pembicara seminar dan diskusi tentang wayang, juga hampir selalu setiap sesi tanya jawab, ada yang bertanya atau bahkan ‘menantang’ apakah berbagai kreasi anak muda dalam menginterpretasikan wayang itu bisa dianggap sebagai menabrak pakem? Apakah cerita wayang yang saya tulis dalam novel-novel saya masih dalam wilayah pakem? Apa itu pakem? Dimana saya harus meletakkan kreatifitas dalam wilayah pakem?

Sebelum saya bicara lebih jauh tentang pakem, saya kembali coba dudukkan apa itu wayang. Ada banyak perspektif tentang definisi wayang. Baik dari para ahli akademisi budaya, maupun praktisi pertunjukkan wayang. Saya sendiri mencoba untuk memberi definisi, bahwa wayang adalah sebuah kreasi budaya SENI MEDIA PERTUNJUKKAN dengan peraga, yang disana membuat simbol KISAH-KISAH,  dalam rangka untuk MENGKOMUNIKASIKAN NILAI-NILAI, budaya dan etika, nusantara. Yang saya tulis tebal adalah entitas yang bisa diumpamakan sebagai pilar dalam menyokong kelestarian dan ketersinambungan budaya Wayang itu sendiri. Sehingga melihat Wayang haruslah secara utuh dalam bangunan yang disana terdapat tiga pilar tersebut. Ada media pertunjukkan peraganya, ada analogi kisah yang disampaikan, dan harus mengkomunikasikan nilai-nilai nusantara. Namun dalam upaya ikut berkontribusi dalam pelestariannya, saya pikir setiap orang berhak untuk bisa ikut terlibat didalamnya, misal dengan hanya menekuni membangun salah satu pilar saja. Dari hal inilah kemudian bisa kita lihat bahwa bahkan setiap orang memungkinkan untuk turut serta. Tidak harus melulu seorang dalang, atau akademisi budaya pertunjukkan wayang.

Last Updated on Friday, 19 April 2013 14:11
Selengkapnya...
 
Kopassus Itu Bernama Abimanyu PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 19 April 2013 13:50

Perang Baratayudha melawan preman Kurawa itu seperti tak berkesudahan. Ketika suatu hari di tengah kancah pertempuran terdapat sosok pendiam yang dengan berani menghadang perlawanan di kandang lawan. Seorang ksatria bernama Abimanyu. Seorang diri menyongsong belasan orang yang garang menyerang. Sulit dipahami memang. Nafsu apa yang ada di benak para penyerang, ketika lawan mereka seorang diri tak seimbang sudah tak berdaya bersimbah darah, tapi orang-orang ini tetap merajam. Para Kurawa ini tetap gelap mata menghujamkan parang dan melesakkan anak panah.

Last Updated on Friday, 19 April 2013 13:55
Selengkapnya...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 3 of 70
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2017 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"Pitoyo Amrih, menceritakan dengan gaya novelis yang mengasyikkan. Sehingga kita seperti dibawa dalam cerita dunia pewayangan yang penuh intrik, tipu maupun cerita heroik.."
Marbot

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Jembar segarane" (nasihat agar selau bersabar dalam menjalani hidup)
Kearifan Jawa

Kutipan

"Dalam memilih calon pendamping, jangan terlalu mengandalkan akal. Jika terlalu mengandalkan akal, semuanya akan dipertimbangkan nalar. Maka tanyalah perasaanmu, tanyalah hatimu. Kalau hati sudah cocok, carilah pembenarannya lewat akal."
M. Quraish Shihab







feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo