pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Novel Wayang untuk Perpustakaan Sekolah PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 03 August 2012 14:45

Mengapa Novel Wayang harus ada di Perpustakaan Sekolah? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya saya yakin kita semua setuju akan jawaban bahwa Novel Wayang harus tersedia di perpustakaan sekolah. Anda boleh mengunjungi sembarang sekolah di Indonesia, khususnya pulau Jawa, kemudian luangkan riset kecil tentang seberapa besar buku tentang budaya bangsa Indonesia tersedia di sana, dan di antara buku-buku tersebut, berapa tentang wayang?

‘..naskah wayang kebanyakan berat,.. kurang diminati oleh usia remaja..’, demikian salah satu pendapat mengemuka. Itulah mengapa menurut saya kisah wayang dalam bentuk novel perlu berada ditengah-tengah remaja kita. Bahasa novel lebih mudah diterima oleh semua kalangan terutama usia muda. Sebuah pendapat sempat mengemuka ketika setahun lalu saya kebetulan menjadi pembicara dalam sebuah seminar guru. Salah seorang peserta yang kebetulan kepala sekolah –yang kebetulan sudah membaca beberapa novel saya- memberi usul kepada saya agar novel-novel tersebut yang menurut beliau mudah diterima anak muda, dan tetap relevan masa kini, walaupun tetap memakai pakem cerita klasik versi Jawa, berada di perpustakaan sekolah.

Sebuah diskusi yang memberi gagasan bagi saya agar novel-novel saya bisa menjangkau perpustakaan sekolah, tersedia bagi para usia remaja. Gagasan ini semakin kuat ketika beberapa bulan lalu berkunjung ke Singapore, saya menyempatkan mampir ke Perpustakaan Nasional Singapore, dan beberapa novel saya ada di sana! Seharusnya novel-novel saya juga ada di perpustakaan sekolah-sekolah di negri kita! Andai saya memiliki sumberdaya dana yang tak terbatas, saya ingin mengisi semua perpustakaan sekolah di Indonesia dengan novel wayang saya, pernah saya mengkhayal demikian.

Last Updated on Friday, 03 August 2012 15:03
Selengkapnya..
 
PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 31 July 2012 12:25

“Menurut saya,.. lebih pas kalau adegan ‘Karna Tanding’..”, kata saya.


“… kenapa, mas?”, terdengar lagi suara di seberang telepon. Sejenak saya berpikir. Memang terkadang ada hal-hal yang menjadi pilihan lebih didasari pada hati dan perasaan. Bukan berarti keputusan atau pilihan dengan pertimbangan hati itu kurang logis, tapi pilihan perasaan itu biasanya terjadi karena rasa yang timbul, umumnya disana terdapat keterbatasan bahasa dan kata ganti untuk memberi makna pada rasa yang menjadi pertimbangan itu.


Adalah sepenggal pembicaraan telepon saya dengan seorang sekretaris direksi sebuah perusahaan. Perusahaan ini dalam waktu dekat akan melepas salah satu konsultan senior-nya yang sudah memasuki masa pensiun. Sebuah tanda kenangan atas kebersamaan yang terjalin begitu lama akan diberikan. Walaupun perusahaan ini menerapkan prinsip manajemen modern dalam budaya pengambilan keputusan mereka, namun perusahaan yang kebetulan berada di kota dengan budaya Jawa ini juga masih menjunjung tinggi karakter Jawa. Dan pilihan memberikan kenangan sebuah simbol karakter wayang kulit terbuat dari perak kepada salah seorang yang mereka anggap sangat berarti bagi pertumbuhan perusahaan sekian puluh tahun terakhir dianggap menjadi hal yang penting.

 

Last Updated on Tuesday, 31 July 2012 17:18
Selengkapnya..
 
Dewa Ruci PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Lelakon Menginspirasi
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 28 July 2012 10:22

Suasana tiba-tiba menjadi merah. Sejauh mata memandang hanya warna merah, di atas juga penuh warna merah seperti tak berujung! Dan dibawah,.. semakin aneh! Bima seperti tak menapak apa pun. Dibawah sana hanya warna merah! Dan Bima seperti menginjak landasan berwarna merah yang terasa menapak di kaki, tapi bila diamati seperti tak ada apa-apa di sana. Inikah yang dinamakan alam Awanguwung? Entahlah.

“..kamu berada di tengah-tengah rasa marahmu, ngger.. sebuah alam pikiran yang dinamakan Amarah..” tiba-tiba terdengar suara di kepala Bima. Dan muncul sosok yang aneh di depan Bima. Sosok yang sama seperti wujud Bima! Tapi sangat kecil! Hanya setinggi satu jengkal.

Bima hanya diam, terlihat bingung melihat dirinya sendiri dihadapannya dalam wujud kecil.

“..tak usah bingung, ngger,.. aku adalah kamu,.. dan yang kamu lihat pada diriku sebenarnya adalah dirimu sendiri.., disini,.. kamu bisa melihat siapa kamu, .. mengapa kamu, dan.. bagaimana kamu…. Suasana merah ini untuk mempermudah kamu melihat dirimu sendiri saat kamu marah, ngger..”

Bima hanya diam. Terlihat mencoba memindai sekeliling yang hanya berwarna merah sejauh mata memandang. Tiba-tiba suasana menjadi gelap hitam! Dan sosok Bima kecil dihadapan Bima menjadi berpendar sehingga terlihat jelas.

“.. kini kita berada di alam pikiranmu, yang lain bernama Luamah, ngger.. adalah dirimu sendiri saat kamu begitu rakus ingin menggapai sesuatu yang kamu ingin dapatkan,.. bisa saja itu hal baik,.. tapi tetap saja itu membutakanmu, ngger..”

Last Updated on Saturday, 28 July 2012 10:42
Selengkapnya..
 
Ngelmu Suwung PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Lelakon Menginspirasi
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 05 July 2012 15:04

Sudah lebih dari separoh hari mereka lewatkan dengan adu bermain dadu itu sampai suatu saat Sangkuni berkata, “..ayo siapa menang boleh tinggal di istana Hastinapura, dan siapa kalah harus mau tinggal di Wanamarta..”

Wanamarta adalah hutan luas, hampir seluas wilayah negri Hastinapura, yang terletak di sebelah barat Hastinapura. Dulu sekali sebelum kekuasaan Santanu, hutan ini pernah menjadi wilayah Hastinapura. Tapi dengan berjalannya waktu, juga karena letak hutan ini yang jauh dari ibukota, serta hutan ini yang hampir tidak ada bangsa Manusia tinggal di sana, maka hutan ini dibiarkan terbengkalai. Jadilah hutan ini semakin lebat dan semakin lebat saja, hanya dipakai sebagai tempat berburu. Itupun hanya di wilayah bagian timur hutan yang dekat dengan Hastinapura. Agak ke tengah, tak seorang pun berani ke sana.

Kabarnya disana bermukim penduduk bangsa Gandarwa yang gemar memangsa bangsa Manusia. Maka benarlah kabar itu, setiap bangsa Manusia yang kesana, pastilah tak pernah pulang kembali.

“..sampai kapan, paman..” teriak Dursasana.

“..selamanya,..he..he..” jawab Sangkuni sekenanya sambil menyerangai. Yang kemudian diikuti sorak sorai para Kurawa. “mau kan, ngger..?” tanya Sangkuni sambil menoleh ke arah Samiaji. Samiaji hanya diam saja, beberapa saat kemudian dia mengambil dadu di atas cawan itu sebagai tanda menyetujui tawaran Sangkuni, diikuti sorak para Kurawa.

Samiaji pun melempar ketiga dadu itu. Dan tepat setelah dadu-dadu itu berhenti bergerak, suasana tiba-tiba hening! Ah, apa yang terjadi. Ruangan yang begitu gegap gempita sorak-sorai Kurawa itu mendadak sepi. Tak ada sedikit pun suara. Bahkan desah nafas orang yang disitu pun tak terdengar!

Last Updated on Saturday, 28 July 2012 10:13
Selengkapnya..
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 9 of 70
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2018 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"Penjelasan tentang silsilah wayang dan misteri beberapa kejadian begitu runtut, nggak berat dan nggak bikin BT. Salut deh buat Pak Pitoyo!"
Wulan Kovacevik

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Kudu bisa lolondokan" (harus bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan berada dan perkembangan jaman)
Kearifan Sunda

Kutipan

"Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind."
Dr. Seuss

feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo