pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Antara Jokowi, Kresna dan Petruk PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 01 October 2012 09:27

 

Perhitungan resmi KPU untuk pemilihan gubernur DKI tahun 2012 ini sudah paripurna. Dan memang benar sesuai dengan prediksi hitung cepat. Maka Jokowi pun segera bersiap menjadi gubernur baru di ibukota Indonesia ini, dengan segudang problematikanya.

Semua pun terhenyak, ada yang menggagas, menganalisa. Sebuah fenomena baru terjadi. Dukungan partai politik tidak lagi menjadi tolok ukur seseorang pasti terpilih memimpin. Wajah ganteng wibawa gaya seorang pemimpin bukan lagi jaminan dialah sang pemimpin. Rakyat ibukota ternyata lebih suka memilih seseorang yang tidak mau dikawal, makan seadanya dipinggir jalan, dan tidak lebih gagah dari ajudannya.

Pak Jokowi adalah seorang biasa. Tapi justru biasa-nya adalah luar biasanya. Saya pertama kali mengenal beliau sekitar tahun 2003. Sebuah perhelatan digelar kala itu sekedar untuk acara temu kangen antar teman. Pak Jokowi diundang karena yang punya gawe ketika itu adalah calon Wakil Walikota Solo, pak Rudy, sementara pak Jokowi adalah calon Walikota-nya. Dan saya dilibatkan karena kebetulan saya dan pak Rudy pernah bersama bekerja, susah dan senang bersama. Dan saat itu saya dan pak Jokowi duduk bersebelahan. Sejenak berjabatan tangan berkenalan. Biasa saja, tak ada yang istimewa. Saat itu saya juga berpikir beliau terlalu biasa untuk seorang calon walikota.

Last Updated on Thursday, 04 October 2012 11:34
Selengkapnya..
 
Merubah Diri PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 14 September 2012 10:40

 

"..Dunia ini begitu rapuh..."

"..Lalu., mengapa masih mengeluh..?" 

"..karena saya juga sangat rapuh.." 

Sang penanya hanya menghela nafas panjang sambil pandangan matanya menerawang jauh ke arah keramaian sudut ibukota kerajaan Hastinapura. Sang penanya ini adalah seorang yang tua, wajahnya sayu, tatapan mata wibawa, dengan alis mata, kumis dan jenggot tipis yang kelihatan memutih. Memakai pakaian seorang bangsawan, membawa tongkat sebagai penopang sebelah kakinya yang terlihat cacat lebih pendek. Dialah yang dikenal sebagai penasehat agung kerajaan Hastinapura, bernama Arya Widura.  


Last Updated on Friday, 14 September 2012 10:48
Selengkapnya..
 
Menggagas Kepemimpinan Sri Rama PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 29 August 2012 11:08

Sri Rama adalah seorang tokoh yang hidup di era Ramayana. Sri Rama atau Prabu Ramawijaya, gelar ketika menjadi raja di Ayodya, adalah anak dari Prabu Dasarata, raja Ayodya terdahulu dengan istri pertamanya, Dewi Ragu atau Dewi Kosalya. Prabu Dasarata memiliki tiga istri, yaitu Dewi Ragu yang kemudian melahirkan seorang ksatria Sri Rama. Yang kedua adalah Dewi Sumitra, yang melahirkan seorang ksatria bernama Laksmana, yang kemudian menjadi panglima negri Ayodya saat pemerintahan Ramawijaya. Sedang istri ketiga Dasarata, adalah Dewi Kekayi, yang melahirkan dua putra dan satu putri. Bernama Bharata, Satrugna, dan Dewi Kawakwa.

Sri Rama terkenal dengan wejangannya yang mendefiniskan syarat-syarat untuk menjadi pemimpin yang baik. Dimana terdapat delapan sisi pertimbangan, yang semuanya dianalogikan dengan sifat-sifat alam, yang dikenal dengan sebutan Astha-Brata. Wejangan itu banyak ditulis dalam beberapa buku karangan pujangga Jawa, yang diantaranya tertuang dalam kitab Nitisruti, Serat Makutharama, dan Serat Rama Jarwa.

Nasehat ini dua kali disampaikan oleh Ramawijaya. Pertama dinasehatkan kepada adiknya Raden Bharata. Dan kali kedua disampaikan kepada Arya Wibisana. Adik Dasamuka yang membelot memihak Rama dalam penyerangannya ke negri Alengkapura.

Dikisahkan bahwa Prabu Dasarata, sang raja Ayodya, begitu senang ketika lahir putra pertamanya dengan permaisuri Dewi Ragu. Seorang anak yang sudah terpancar aura pemimpin dari rona wajahnya. Sehingga Dasarata sudah membayangkan bahwa suatu saat dia akan menyerahkan tampuk pimpinan kerajaan Ayodya kepada sang anak. Dia namai anak itu Sri Rama. Kemudian demi tujuannya agar Rama bisa memimpin negri sebaik-baiknya, maka Sri Rama pun sejak kecil digembleng segala ilmu, baik ilmu kautaman maupun ilmu kanuragan, oleh para resi dan begawan terpilih di negri Ayodya.

Last Updated on Wednesday, 29 August 2012 11:19
Selengkapnya..
 
Novel Wayang untuk Perpustakaan Sekolah PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 03 August 2012 14:45

Mengapa Novel Wayang harus ada di Perpustakaan Sekolah? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya saya yakin kita semua setuju akan jawaban bahwa Novel Wayang harus tersedia di perpustakaan sekolah. Anda boleh mengunjungi sembarang sekolah di Indonesia, khususnya pulau Jawa, kemudian luangkan riset kecil tentang seberapa besar buku tentang budaya bangsa Indonesia tersedia di sana, dan di antara buku-buku tersebut, berapa tentang wayang?

‘..naskah wayang kebanyakan berat,.. kurang diminati oleh usia remaja..’, demikian salah satu pendapat mengemuka. Itulah mengapa menurut saya kisah wayang dalam bentuk novel perlu berada ditengah-tengah remaja kita. Bahasa novel lebih mudah diterima oleh semua kalangan terutama usia muda. Sebuah pendapat sempat mengemuka ketika setahun lalu saya kebetulan menjadi pembicara dalam sebuah seminar guru. Salah seorang peserta yang kebetulan kepala sekolah –yang kebetulan sudah membaca beberapa novel saya- memberi usul kepada saya agar novel-novel tersebut yang menurut beliau mudah diterima anak muda, dan tetap relevan masa kini, walaupun tetap memakai pakem cerita klasik versi Jawa, berada di perpustakaan sekolah.

Sebuah diskusi yang memberi gagasan bagi saya agar novel-novel saya bisa menjangkau perpustakaan sekolah, tersedia bagi para usia remaja. Gagasan ini semakin kuat ketika beberapa bulan lalu berkunjung ke Singapore, saya menyempatkan mampir ke Perpustakaan Nasional Singapore, dan beberapa novel saya ada di sana! Seharusnya novel-novel saya juga ada di perpustakaan sekolah-sekolah di negri kita! Andai saya memiliki sumberdaya dana yang tak terbatas, saya ingin mengisi semua perpustakaan sekolah di Indonesia dengan novel wayang saya, pernah saya mengkhayal demikian.

Last Updated on Friday, 03 August 2012 15:03
Selengkapnya..
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 8 of 70
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2017 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"Ketagihan baca buku pewayangan apalagi kalo penulisnya Pitoyo Amrih.."
Raden Bhimasuta

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Wani ngalah duwur wekasane" (Berani mengalah tinggi kemuliaannya)
Kearifan Jawa

Kutipan

"When someone leaves, it's because someone else is about to arrive."
Paulo Coelho (The Zahir)







feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo