pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Pitoyo Amrih, Penulis Novel Wayang PDF Print E-mail
Tentang Pitoyo Amrih - Profil Pitoyo Amrih
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 19 November 2012 20:42

Raih Best Seller, Jadi Cermin Kehidupan

Judul diatas saya kutip sesuai aslinya seperti yang tercetak di Harian Koran Sindo (Seputar Indonesia) edisi Minggu, 18 November 2012, halaman 12. Tepat tanggal merah libur 1 Muharam pada tanggal 15 November 2012, wartawan Koran Sindo, mas Sumarno berkunjung ke rumah saya, ngobrol dengan santai, bahkan sempat melihat-lihat ruang kerja saya menulis novel wayang, dimana dia melihat sendiri bagaimana saya, di dinding, membuat timeline kisah wayang, peta dunia wayang, sketsa-sketsa kejadian untuk membantu membuat kisah wayang itu menjadi detail dan menarik. Berikut dibawah saya kutip seperti aslinya yang tertulis di harian tersebut:

 

Bukan novel remaja bertema percintaan yang dipilih oleh penulis Pitoyo Amrih. Di usianya sudah 42 tahun, tema novel yang ditulis justru tema yang tidak popular, yakni tema wayang. Dari delapan novel wayang yang dia tulis, beberapa di antanyanya justru meraih predikat best seller.

Apa yang melatarbelakangi Anda menulis novel tentang wayang?


Pada awalnya,saya terdorong untuk menulis novel wayang karena merasa prihatin pada anak-anak zaman sekarang termasuk anak saya yang lebih mengenal dan suka dengan tokoh kartun dari luar seperti Naruto,Ben 10, dan lainnya. Padahal,di Indonesia sendiri khususnya dalam cerita wayang banyak tokoh yang patut diteladani. Saya sendiri mulai menulis novel baru tahun 2005.Waktu itu,novel pertama saya berjudul Antareja-Antasena.

Pada awal menulis tersebut, saya punya gambaran dan citacita akan menulis kembali kisah wayang purwa sejak zaman Dewa,Lokapala, Ramayana,Mahabharata, hingga Parikesit. Karena lingkupnya sangat luas,akhirnya saya putuskan untuk menulis novel dengan jumlah 15 sekuel.Tiap novel atau sekuel saya lakukan pendekatan tokoh yang dikenal dan bisa memberikan inspirasi bagi orang-orang sehingga kisah hidup bisa menjadi renungan.Saat ini sudah sampai delapan novel. Meski ada 15 novel,pembaca tidak akan kehilangan cerita karena tiap novel ada benang merahnya.


Last Updated on Tuesday, 20 November 2012 08:12
Selengkapnya...
 
Generasi Muda Indonesia bukan Lesmanamandrakumara! PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 03 November 2012 10:24

Anda bisa jadi melihat saya sebagai orang yang terlalu optimis, atau mungkin melempar angan-angan. Tapi sungguh, ditengah hingar bingar media pemberitaan tentang negri kita sendiri yang membuat banyak orang memandang Indonesia sedang carut-marut, krisis sosial, ekonomi, dan sebangsanya, saya kok melihat secara berbeda. Kita bangsa Indonesia sebenarnya secara perlahan tapi pasti sedang bergerak menyongsong era kebangkitan negri kita sebagai negara maju! Di tengah proyeksi negara maju yang semakin murung dan tak pasti, bangsa Indonesia sedang yakin menuju kebangkitannya. Semua faktor untuk mendukung itu semua tampak nyata, hanya tinggal satu yang tersisa, kemauan kita untuk bergerak ke sana!

Mari kita bicara data. Data yang konon berasal dari lembaga terhormat yang melewati berbagai proses validasi yang tak sederhana. Tak ada alasan untuk meragukan data ini. Saya bukanlah seorang ahli ekonomi makro, tapi saya pikir tak begitu sulit mengenali dan menggagas data-data tersebut.

Last Updated on Saturday, 03 November 2012 10:33
Selengkapnya..
 
Dilema Sang Salya PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 30 October 2012 11:36

Saya pikir cukup detail, saya coba menggambarkan kisah seorang Salya, raja besar negri Mandraka, dalam cerita berbentuk novel di buku saya berjudul “Narasoma, Ksatria Pembela Kurawa” (Pinus, 2007). Saya coba uraikan kembali secara singkat kisah kepemimpinan Salya, dari sudut pandang orang ketiga. Dimana saya coba uraikan juga bagaimana penilaian-penilaian saya terhadap karakter Salya ini –yang ketika muda bernama Narasoma-, sehingga hal-hal yang baik bisa memberikan inspirasi bagi kita semua.

Narasoma, si Salya muda, adalah seorang yang keras kepala, dan berani menentang ayahnya atas didikan yang diberikan kepadanya. Narasoma yang kemudian memilih untuk pergi dari istana mengembara karena selisih pahamnya dengan Prabu Mandrapati, ayahnya. Apa yang bisa menjadi inspirasi kemudian, adalah ketika Salya muda ini mengambil keputusan yang berakibat sepanjang hidupnya dia harus mengelola keraguan-keraguan sepanjang hidupnya. Bagaimana dia memimpin dirinya sendiri untuk menghadapi kebimbangan dirinya atas apa yang pernah dia lakukan ketika muda.Dan bagaimana dia kemudian memutuskan menghadapi setiap konsekuensi dari apa yang pernah diputuskannya, walaupun dia sadar semua pihak bisa jadi akan melihatnya sebagai seorang yang membela kejahatan.

Narasoma kebetulan lahir dan dibesarkan di suatu negri bernama Mandraka, yang memegang budaya dan anggapan bahwa pernikahan campuran adalah sebuah aib. Apalagi bila sampai berhubungan dengan ras bangsa Raksasa, yang dianggap lebih rendah di negri ini. Hal itu akan menjadi malu keluarga.

Last Updated on Tuesday, 30 October 2012 11:58
Selengkapnya..
 
KPK-Polri ala Karna-Salya PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Cermin Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 18 October 2012 09:03

Membaca majalah Tempo minggu ini, ada hal menarik ketika mencermati berita tentang kisruh KPK-Polri yang belakangan begitu kentara dipertontonkan di panggung politik negri ini. Detik-detik menjelang Presiden memberi pidato dalam mengambil keputusan untuk mengelola perkembangan yang terjadi, sehari menjelang ternyata masih hangat perdebatan dan adu argumentasi antara Ketua KPK dan Bapak Kapolri dalam upaya memberi penjelasan dari perspektif hukum dan etika bahwa apa yang institusi mereka masing-masing lakukan adalah benar.

Satu lagi yang menjadi perhatian saya ketika membaca berita itu, adalah bahwa hari ketika kedua pemimpin institusi terhormat itu saling berbeda pendapat, beliau berdua sama-sama tengah menjalankan ibadah puasa. Nah!

Last Updated on Thursday, 18 October 2012 09:11
Selengkapnya..
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 7 of 70
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2017 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"Baca novel Pitoyo Amrih, melihat karakter tokoh wayang dari sudut pandang lain.."
Ahmad Wisnu Mulyadi

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Ade ubi, ade tales" (segala sesuatu pasti ada imbal baliknya)
Kearifan Betawi

Kutipan

"Kalimat klise adalah topeng bagi mereka yang takut berkepribadian. Dan topeng selalu berkaitan dengan semacam kepalsuan.(cengeng page 446)"
Goenawan Mohamad (Catatan Pinggir 2)







feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo