pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Menggantung di Monas PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Tuhan Selalu Berbicara
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 06 March 2013 08:07

Saya bayangkan hari-hari berganti ke depan ini adalah hari yang akan sangat panjang dan melelahkan bagi bung Anas. Tidak saja lelah karena harus meniti waktu dalam mencari jarum pembelaan diantara jerami jerat hukum dan jutaan mata rakyat Indonesia yang  memelototi kasus tersebut. Saya tidak sedang menggali tentang kasusnya, juga tidak berusaha membedah  dari perspektif hukumnya, karena toh itu diluar kompetensi saya, dan informasi yang saya dapat pun mungkin masih bias butuh verifikasi validasi lebih dalam. Saya lebih tertarik dengan pernyataan bung Anas sekitar Maret 2012 lalu yang memberi  berkata bahwa dia siap digantung di monas bila ada satu rupiah pun Hambalang masuk ke kantongnya.

Last Updated on Wednesday, 06 March 2013 08:13
Selengkapnya...
 
Mencari Makrifat Cinta PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 15 February 2013 17:50

Sebagian besar perempuan berkerudung itu seperti terlihat canggung ketika harus memasuki Music Room Hotel Sunan Solo. Dan rasa kikuk mereka pun cair ketika acara dimulai dan Gus Candra Malik dengan senyum mengembang berkata bahwa kalimat kalimat Allah seharusnya menjangkau semua tempat dibumi ini, agar tak ada lagi kecurigaan.

Adalah suatu siang di hari Selasa, 12 Februari 2013. Suasana mendung gerimis di luar sama sekali tak tercium murungnya sampai ke Ruang Music Room yang terletak di pojok temaram area basement bangunan hotel. Dan kesan menentramkan pun segera menyeruak ketika Gus Candra membuka acara dengan lagunya “Seluruh Nafas”. Terasa sekali getar suasana religi menghapus prasangka atmosfir Music Room saat mulai syair itu terdendang. “..Bila kau sebut nama Allah terus-menerus dan tak berhenti.. Maka Kasih dan Sayang-Nya pun menyatu denyut nadi dan darahmu.. “

Sungguh sebuah kehormatan bagi saya, Gus Candra meminta saya untuk menjadi salah satu pembicara pada siang itu. Membedah buku tulisannya berjudul “Makrifat Cinta”. Menemani pembicara lain yang tentunya lebih mumpuni bila diminta bicara secara keilmuan tentang Tasawuf dan semacamnya, Ustadz KH Dian Nafi, pengasuh pondok pesantren Al-Muayyad, Windan, Solo. Dipandu oleh moderator, seorang penulis dan pembawa acara dari kota Yogyakarta, mas Puthut EA.

Last Updated on Friday, 15 February 2013 18:12
Selengkapnya...
 
Ranjapan PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Suluk Tanpa Lagu
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 13 February 2013 12:04

Tanah itu masih basah darah

Merinding tak terkira

Ketika tubuh terluka parah

Menggenggam gendewa

 

Aku berdiri melihat merah

Sang tampan yang terbata

Tanpa amarah Glinggang memecah

Walau semua murka

 

Last Updated on Wednesday, 13 February 2013 12:27
Selengkapnya..
 
Blusukan sambil Ngangkang PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Karepe Bilung
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 09 January 2013 15:01

karepe bilung gbrWeih! Ini bagus ini,.. dua kata bahasa Jawa yang tadinya jarang diomongkan, hanya jadi guyonan saudara-saudara di desa, itupun pelosok, sekarang kok jadi me-nusantara. Semua seantero Indonesia kini tahu apa itu ‘blusukan’ dan arti kata ‘ngangkang’. Tapi ya itu, sebagian orang menggagas keras nan serius kedua kata ini, tapi sebagian lagi di belakang terkekeh mengejek. Wong ‘blusukan’ dan ‘ngangkang’ kok tiba-tiba menjadi kata yang sering diucap dan ditulis akhir-akhir ini. Di berita koran, televisi, internet. Ada yang berdebat seru berdiskusi, ada yang menjadikannya lelucon.

Kalau dari kata Jawa, ‘blusukan’ itu artinya apa ya? Coba aku ingat-ingat. Waktu aku kecil dulu, kang Togog suka mewanti-wanti supaya aku tidak dolan blusukan, bisa digigit ular, kena duri, nanti bisa kesambet. Berarti kira-kira ‘blusukan’ itu artinya ya pergi ke tempat rimbun, kotor, kebon liar. ‘Blusukan’ mungkin juga boleh diartikan dengan pergi ke tempat yang jarang atau belum pernah disinggahi orang. Sehingga yang melakukan blusukan akan kemungkinan mendapat resiko. Resiko badan kotor, menjadi bau, luka mungkin, atau bahkan sakit. ‘Blusukan’ juga diartikan sebagai kegiatan yang spontanitas, tak direncana, tanpa ijin, diam-diam.

 

Last Updated on Wednesday, 09 January 2013 15:12
Selengkapnya..
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 5 of 71
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2018 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"..Saluuut, ada orang muda sekreatif dan sedalam itu menyajikan tokoh2 wayang dalam karya novel!"
Ahza Madani

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Mekecuh marap menek" (orang yang senang membicarakan aib keluarga atau bangsa sendiri, sebenarnya sedang membuka aib diri)
Kearifan Bali

Kutipan

"Imagination is more important than knowledge."
Albert Einstein

feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo