pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


WISANGGENI Membakar Api PDF Print E-mail
Buku Pitoyo Amrih - Novel Dunia Wayang
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 29 March 2013 10:47

Wisanggeni Membakar Apicoverjw wisanggeni

 

Penulis : Pitoyo Amrih 
Ukuran : 14x20cm 
Tebal : 436 halaman 
Terbit : Februari 2013 
Penerbit : DIVA Press 
ISBN : 9786022550495 

Atas nama kemurnian ras dewa, Batara Brama berniat melenyapkan bayi buah hubungan putrinya, Dewi Dresanala, dan Arjuna, yang notabene seorang ras manusia. 
Bola api raksasa pun melesat cepat keluar dari telapak tangan Batara Brama dan menerjang bayi hingga di sekujur tubuhnya diselimuti nyala api, membuatnya mencelat dan melesat ke negeri Samudra di ujung timur, lalu tubuh mungilnya melesak ke dasar samudra.
Bayi yang ternyata tidak ditakdirkan mati itu (namun sekarat) dirawat oleh Batara Baruna, penguasa negeri Dasar Samudra, lalu diberilah si kecil tersebut sebuah nama yang kelak bakal membuat alam kayangan tergetar dan takut: dialah Wisanggeni! 
Saat usianya makin dewasa, pertanyaan tentang asal-usul dirinya terus menggelayuti benak Wisanggeni. Merasa keberadaannya telah dimungkiri oleh leluhurnya sendiri, bangsa dewa, Wisanggeni pun menantang kekuasaan dan wibawa bangsa dewa. 
Lantas, berhasilkah ia mendapatkan pengakuan dari leluhurnya, bangsa dewa? Dan, bagaimana kehidupannya kelak saat ia tidak ditakdirkan terlibat dalam perang akbar Bharatayuda untuk membantu kubu ayahandanya?
Simak novel yang demikian menyentuh dan kaya akan pesan moral ini! 


Last Updated on Monday, 22 August 2016 12:29
Selengkapnya...
 
Sastra Hati Nurani Romo Mangun PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Wacana Budaya
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 15 March 2013 13:58

Pendapa di halaman luas belakang rumah dinas Walikota Solo itu memang terasa asri dan menentramkan. Sungguh tepat pengelenggara dalam hal ini Kompas meminjam tempat itu untuk membangun keindahan sebuah diskusi tentang karya YB. Mangunwijaya, atau orang akrab menyebut dengan nama Romo Mangun. Diskusi tentang karya esai, prosa maupun novel Romo Mangun yang pada akhirnya bermuara pada upaya menyelami, memahami dan berusaha mengerti segala ide, pemikiran, dan pilihan sikap beliau.

Pilihan pembicara utama di acara diskusi itu pun menurut saya juga cukup mewakili segala sisi perpektif untuk membuka cakrawala seluas-luasnya tentang Romo Mangun. Ada B. Rahmanto seorang dosen sastra yang tentunya akan melihat segala karya sang Romo dari sisi elok susastra. Kemudian sosok Emha Ainun Nadjib, yang mungkin diharapkan akan melihat karya Romo Mangun dari sisi spiritualitas. Mungkin itu yang dimaui panitia, karena toh agak sulit bagi kita untuk menempatkan Cak Nun ini pada sebuah kotak, karena dia pasti akan berada lepas dimana-mana. Kemudian ada Ayu Utami, yang saya sendiri di awal merasa yakin mbak Ayu Utami, bagaimana pun juga akan melihat dan membedah karya sang Romo dari sisi feminitas seorang perempuan. Kemudian yang disebut wakil dari seorang muda, seorang penggiat sastra dari Solo, Bandung Mawardi. Diskusi yang dengan tangkas bernas dipandu oleh Joko Pinurbo, yang banyak dikenal sebagai seorang penyair.


Last Updated on Saturday, 16 March 2013 06:31
Selengkapnya...
 
Menggantung di Monas PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Tuhan Selalu Berbicara
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 06 March 2013 08:07

Saya bayangkan hari-hari berganti ke depan ini adalah hari yang akan sangat panjang dan melelahkan bagi bung Anas. Tidak saja lelah karena harus meniti waktu dalam mencari jarum pembelaan diantara jerami jerat hukum dan jutaan mata rakyat Indonesia yang  memelototi kasus tersebut. Saya tidak sedang menggali tentang kasusnya, juga tidak berusaha membedah  dari perspektif hukumnya, karena toh itu diluar kompetensi saya, dan informasi yang saya dapat pun mungkin masih bias butuh verifikasi validasi lebih dalam. Saya lebih tertarik dengan pernyataan bung Anas sekitar Maret 2012 lalu yang memberi  berkata bahwa dia siap digantung di monas bila ada satu rupiah pun Hambalang masuk ke kantongnya.

Last Updated on Wednesday, 06 March 2013 08:13
Selengkapnya...
 
Mencari Makrifat Cinta PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Pemberdayaan Diri dan Keluarga
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 15 February 2013 17:50

Sebagian besar perempuan berkerudung itu seperti terlihat canggung ketika harus memasuki Music Room Hotel Sunan Solo. Dan rasa kikuk mereka pun cair ketika acara dimulai dan Gus Candra Malik dengan senyum mengembang berkata bahwa kalimat kalimat Allah seharusnya menjangkau semua tempat dibumi ini, agar tak ada lagi kecurigaan.

Adalah suatu siang di hari Selasa, 12 Februari 2013. Suasana mendung gerimis di luar sama sekali tak tercium murungnya sampai ke Ruang Music Room yang terletak di pojok temaram area basement bangunan hotel. Dan kesan menentramkan pun segera menyeruak ketika Gus Candra membuka acara dengan lagunya “Seluruh Nafas”. Terasa sekali getar suasana religi menghapus prasangka atmosfir Music Room saat mulai syair itu terdendang. “..Bila kau sebut nama Allah terus-menerus dan tak berhenti.. Maka Kasih dan Sayang-Nya pun menyatu denyut nadi dan darahmu.. “

Sungguh sebuah kehormatan bagi saya, Gus Candra meminta saya untuk menjadi salah satu pembicara pada siang itu. Membedah buku tulisannya berjudul “Makrifat Cinta”. Menemani pembicara lain yang tentunya lebih mumpuni bila diminta bicara secara keilmuan tentang Tasawuf dan semacamnya, Ustadz KH Dian Nafi, pengasuh pondok pesantren Al-Muayyad, Windan, Solo. Dipandu oleh moderator, seorang penulis dan pembawa acara dari kota Yogyakarta, mas Puthut EA.

Last Updated on Friday, 15 February 2013 18:12
Selengkapnya...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 4 of 70
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2017 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"..cerita wayang yang 'hidup'!!"
Nihayatul Karimah

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 


Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Sak begja begjane wong sing lali, isih begja wong kang eling lan waspadha" (Seberuntungnya orang yang lupa, masih lebih beruntung yang ingat dan selalu waspada)
Jayabaya, Kearifan Jawa

Kutipan

"Science and religion are not at odds. Science is simply too young to understand."
Dan Brown (Angels & Demons)







feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo