 |
 |
Kamis, 09 Sept 2010






| Telusuri Buku-buku Pitoyo Amrih |
|
| Buku Pitoyo Amrih |

|
|
|
 |
 |
|
| Artikel/Kolom / Dunia Pendidikan |
|
|
|
|
Dunia Sekolahku
Wednesday, 04-August-2010, 21:48:36 Setelah dua atau tiga bulan terakhir ini para orang tua dan calon siswa sibuk mencari 'tempat', sekarang mereka mulai tenang karena kebanyakan dari mereka sudah mendapatkan 'tempat' yang mereka sebut sekolah. Tapi pada kenyataannya, dunialah sekolah mereka.
Sebelumnya dengan penuh harap orang tua memberi pengertian kepada anak anaknya betapa mereka ingin agar anaknya dapat bersekolah di sekolah yang mereka anggap bagus. Sebagian dari mereka juga ada yang tidak memiliki kepercayaan diri sehingga merasa cukup dengan sekolah biasa biasa saja. Sebagian lagi orang tua lengah sehingga terpaksa menyekolahkan anaknya di STM. Bukan Sekolah Teknologi Menengah, tapi Sekolah Teko Mulih (sekolah datang pulang), karena gurunya sering tidak hadir. (73 clicks)
Pendidikan dan Peran Perempuan
Thursday, 29-April-2010, 22:26:48 Hiruk pikuk dunia pendidikan kita. Baru saja pengumuman kelulusan Ujian Nasional untuk SMU dirayakan (atau ditangisi), menunggu pengumuman kelulusan di jenjang yang lain dan antrian mendaftar ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bukan saja para pelajar yang bersangkutan yang sibuk, tetapi terutama para orang tua mereka. Mungkin para orang tua justru sudah merencanakan pendidikan anak-anaknya sebelum anak anak mereka sendiri sadar dengan cita citanya. Di Indonesia prosentase bapak yang berperan sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga masih tinggi, sekitar 70% dibandingkan dengan ibu. Artinya, mayoritas, kepada ibulah pendidikan anak dipercayakan. (212 clicks)
Indonesian Educational Dignity
Saturday, 28-November-2009, 21:57:10 Mulanya saya enggan menggunakan istilah asing untuk artikel ini. Tetapi ternyata maksud dari kata ‘dignity’ di sini tidak dapat diterjemahkan menjadi satu kata dalam bahasa Indonesia yang mengartikannya secara utuh. Martabat pendidikan atau kewibawaan pendidikan Indonesia bisa dijadikan salah satu arti dari frasa judul di atas. (598 clicks)
Ujian Kesetaraan
Sunday, 25-October-2009, 15:30:42 (Pupusnya Cita-cita atau Kesempatan Meraih Cita-cita?)
Setiap pertengahan tahun dan sekitar bulan November Departemen Pendidikan mengadakan ujian kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA). Persyaratannya adalah ijasah jenjang sebelumnya yang sudah cukup waktu berlakunya, mempunyai akte kelahiran atau terdaftar dalam Kartu Keluarga, dan biaya ujian tentunya. Untuk calon peserta ujian Paket B dan C, harus mempunyai ijasah/sertifikat setara SD dan SMP yang sudah berumur 3 tahun atau 2 tahun dengan persyaratan tertentu. Sedangkan biaya ujian beragam di setiap daerah, berkisar antara ratusan ribu, sampai ada yang memungut biaya lebih dari satu juta rupiah tiap peserta. Peserta umumnya adalah siswa siswi kelompok belajar, praktisi homeschooling, beberapa peserta perseorangan dan siswa siswi sekolah yang tidak lulus ujian nasional tetapi tidak ingin mengulang satu tahun pelajaran di sekolah. (756 clicks)
Narkoba sebagai Penghambat dalam Proses Pendidikan
Friday, 03-July-2009, 15:13:50 Hari Jumat lalu, 26 Juni adalah hari anti narkoba sedunia. Bagi kalangan tertentu mungkin hal ini tidak berarti apa apa. Bukan karena tidak mungkin mereka tersentuh oleh jenis obat obatan ini, tetapi karena kurang menyadari keadaan di sekitarnya. Narkoba bisa mencandui siapa saja, kelompok masyarakat mana saja, usia berapa saja.
Fakta
Narkotika, obat obatan terlarang dan psikotropika, mulai dari ekstasi, morfin sampai metafetamin, ini merupakan jenis obat obatan yang bisa merangsang suatu jenis sel dalam otak yang membangkitkan rasa rileks, gembira dan nyaman bagi pemakainya. Kita sering melihat berita tentang beberapa kasus narkoba ini. Kenyataannya, fenomena gunung es. Para pemakai dan pencandu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang berekonomi mampu dan tidak mampu. Dari kalangan ekonomi mampu ini menjadi bagian dari kesibukan dan jadwalnya. Sedangkan dari kalangan ekonomi tidak mampu ini menjadi tujuan hidupnya sehari hari. Untuk kasus kecanduan yang parah mereka sanggup tidak makan asalkan bisa membeli pengobat kecanduannya. Uangnya? Karena mereka tidak mampu yang mungkin mengemis, mencuri atau cara apapun. Beberapa dari mereka memang hanya pemakai tanpa kecanduan, tapi itu sangat sedikit. Kebanyakan dari mereka adalah pasien yang menunggu ajal. (3950 clicks)
Menjadi Pembelajar dalam Proses Pendidikan
Saturday, 06-June-2009, 16:42:14 Sebelum masa ujian, saya memberikan tugas kepada mahasiswa untuk menerangkan cara kerja sebuah alat, lengkap dengan bagan, keterangan, cara kerja dan hukum hukum fisika yang diterapkan. Paling lambat sehari sebelum ujian dikumpulkan. Pada hari ujian soal tentang alat itu keluar. Tetapi hanya sedikit dari para mahasiswa yang menjawab dengan benar. Apa yang terjadi? (929 clicks)
Memaknai 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional
Friday, 01-May-2009, 20:39:30 Di tengah tekanan pemerintah Belanda dan propaganda betapa pentingnya mempelajari bahasa Belanda dan modernisasi, seorang putra Indonesia menjabarkan arti pendidikan bagi bangsanya sendiri, secara komprehensif. Tidak hanya berpikir dan bicara, Soewardi Surjaningrat, nama tokoh itu, juga mengimplementasikan suatu tindakan nyata, yaitu mendirikan perguruan Taman Siswa, yang mempunyai visi dan sistem yang bertentangan dengan pemerintah Belanda pada saat itu. (2907 clicks)
Guru (digugu lan ditiru)
Friday, 03-April-2009, 23:04:11 Setelah Hiroshima dan Nagasaki diratatanahkan pada tahun 1945, Hirohito, Sang Kaisar Jepang pada waktu itu bertanya,Berapa guru yang masih hidup? Pertanyaan aneh bagi beberapa pihak. Tetapi sekarang Jepang adalah raksasa Asia dan negara berpengaruh di dunia.
Hirohito tahu dari mana harus mulai bangkit membangun sebuah negara yang baru saja ambruk baik secara materi maupun kemanusiaan. Mengapa guru? Sebelum era modernisasi guru adalah sosok yang sangat sakral. Seseorang yang dihormati karena ilmunya, perbuatannya dipuji, diperhatikan, dijadikan teladan (digugu) dan ditiru. Perannya dalam masyarakat sebagai pendongkrak intelektualitas dan budi pekerti. Seiring dengan munculnya media informasi modern, mulai dari radio, televisi, telepon sampai telepon genggam dan internet dengan berbagai fasilitasnya, sosok guru semakin luntur. Apa hubungannya? Studi ilmiah tentang adanya hubungan ini mungkin belum populer. Tetapi orang tua yang tidak lagi mengajarkan budi pekerti pada anak anaknya sehingga anak belajar dari media lain, siswa sekolah yang overload dengan muatan akademik, guru yang dikejar target kurikulum serta informasi dan ilmu pengetahuan yang bisa diakses dari sumber di luar sekolah, pasti merupakan faktor yang mempengaruhi bergesernya image guru.
(1027 clicks)
Memilih Sekolah untuk Anak : Dasar & Menengah
Sunday, 22-March-2009, 07:53:19 Bulan Juli adalah awal tahun ajaran bagi siswa siswi pendidikan dasar dan menengah. Di kota kota besar, para orang tua mulai sibuk memilih sekolah yang sesuai untuk anak anaknya. Sedangkan di sebagian masyarakat daerah yang jauh dari perkotaan, para orang tua mulai berpikir apakah akan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak.
Jika para orang tua sudah memutuskan untuk memasukkan anaknya ke jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) atau menengah (SMA atau kejuruan), hal hal berikut ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan.
(1297 clicks)
Sekolah Rumah, Solusi dari Beberapa Masalah Pendidikan
Monday, 02-March-2009, 21:54:53 Sistem pendidikan di Indonesia harus diakui masih mempunyai banyak kelemahan. Proses perbaikan terus dilakukan,. Tentu ini bukan hal yang mudah, mengingat beragamnya tingkat sosial dan kemasyarakatan. Melaksanakan pendidikan secara mandiri, atau sekolah rumah, bisa menjadi solusi. Tetapi peraturan tentang ini pun masih berubah-ubah dan terus diperbaiki. (4087 clicks)
Homeschooling dan Motivasi Homeschoolers
Saturday, 07-February-2009, 21:49:33 Homeschooling. Tahun tahun belakangan ini menjadi trend di beberapa kota besar seperti Jakarta. Konsep bersekolah yang tidak mengharuskan siswa hadir di kelas tiap hari ini menjadi alternatif pendidikan bagi anak anak usia sekolah. Alasan mereka berbeda beda, ada yang karena keterpaksaan, ada juga yang memang memilih untuk belajar mandiri. Beberapa paparan berikut mungkin bisa dijadikan gambaran. (1058 clicks)
|
|
|
|
|
|
 |
 |
| Advertising |

|
| Buku Erlangga for Kids |


|
|
 |
|
 |
 |