GALERI WAYANG
NOVEL DUNIA WAYANG
BUKU WAYANG
BUKU BUDAYA JAWA
Home Dunia Wayang
Home Pitoyo Dotcom
Yang Baru di Dunia Wayang
Tentang Dunia Wayang
Buku Pitoyo Amrih
Galeri Wayang
Advertising


Pitoyo Amrih's reviews on Goodreads


Antareja Antasena: Jalan Kematian Para KsatriaAntareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria
reviews: 4
ratings: 12 (avg rating 3.62)



Kebaikan Kurawa, mengungkap kisah-kisah yang tersembunyiKebaikan Kurawa, mengungkap kisah-kisah yang tersembunyi
reviews: 2
ratings: 9 (avg rating 3.25)



Narasoma: Ksatria Pembela KurawaNarasoma: Ksatria Pembela Kurawa
reviews: 1
ratings: 5 (avg rating 4.00)



Perjalanan Sunyi Bisma DewabrataPerjalanan Sunyi Bisma Dewabrata
reviews: 1
ratings: 4 (avg rating 3.00)




Sponsored Link


Kunjungi Toko online Pitoyo Dotcom Webstore


Kunjungi profil Pitoyo Amrih sebagai Goodreads Author


Kunjungi profil saya


Meet me on Facebook



Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
 
Pertempuran 2 Pemanah ARJUNA-KARNA
cover_arjuna_karna_proof



Pertempuran 2 Pemanah ARJUNA-KARNA



Judul Novel : Pertempuran 2 Pemanah ARJUNA-KARNA
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 426 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-955-522-6


KLIK DISINI untuk pembelian buku secara on-line.


Seorang ksatria lahir dengan sebuah anugrah luar biasa. Wajahnya memiliki aura tampan yang mempesona siapa saja yang melihatnya, apalagi seorang perempuan. Lahir dilingkungan istana besar Hastinapura yang membuatnya merasa dia adalah seorang istimewa.

Perjalanan hidup berliku membuatnya harus keluar istana. Tapi justru itulah, dia mengalami pendewasaan hati dan pikiran. Kesaktiannya juga luar biasa. Berguru kepada banyak resi, bahkan pernah tinggal di kahyangan tempat bangsa Dewa. Banyaknya pusaka yang diberikan kepadanya, semakin menambah wibawa dirinya. Panah Pasopati, Sarutama, Harudadali. Keris Pulanggeni, Kalanadah, adalah sebagian dari beberapa pusaka yang terkenal itu.

Keelokan wajahnya membuat banyak perempuan di setiap persinggahan rela untuk menjadi istrinya. Dia bukan lelaki pencari wanita. Dia juga bukan lelaki pengumbar kesenangan. Dia hanya seorang pria yang tak kuasa menolak setiap wanita yang memohon untuk menjadi istrinya. Tercatat limabelas wanita telah menjadi istrinya. Sumbadra, Srikandi, Larasati, Ulupi, Ratri, Jimambang, Supraba, Wilutama, Dresanala, Manuhara, Antakawulan, Juwitaningrat, Meswara, Retno Kasimpar dan Dyah Sarimaya.

Sang ksatria pemanah yang tak pernah berhenti belajar itu bernama Arjuna. Duduk di singgasana negri bagian Amarta bernama Madukara.

Ada seorang ksatria lain yang lahir dan tersia-siakan. Sepanjang hidupnya diliputi rasa ketidakpuasan ketika dia selalu melihat bahwa kemampuan dan kesaktiannya senantiasa bisa lebih tinggi dari anggapan orang. Dia dibuang dan harus menjalani hidup sebagai seorang anak kusir kerajaan.

Kemauan dan tekadnya yang begitu besar membuatnya dia menjadi sosok sakti tanpa guru. Tak ada yang mau membimbing seorang anak kusir kecuali seorang guru kehidupan bernama Rama Bargawa. Yang kemudian memberinya pusaka sakti panah Wijayacapa, keris Kalatida dan Kyai Jalak.

Satu-satunya istri yang dicintai adalah Dewi Surtikanti. Seorang putri negri Mandraka. Namun selalu menjaga jarak dengan mertuanya, Prabu Salya. Sampai ketika rahasia itu terungkap bahwa sebenarnya dia masih keturunan seorang putri raja dan seorang petinggi bangsa Dewa. Lengkaplah rasa marahnya kepada setiap orang yang seharusnya dihormatinya.

Sang ksatria pemanah lain itu bernama Karna. Bergelar Adipati dan duduk di singgasana negri bagian Hastinapura, bernama Awangga.

Dua ksatria pemanah, Arjuna dan Karna, ternyata lahir dari kandungan seorang ibu yang sama! Dan dua sedarah seibu itu harus menjalani pilihan untuk saling berhadapan, saling membunuh. Dua orang pemanah sakti yang harus berseberangan, sama-sama demi sebuah kebenaran!


KLIK DISINI untuk pembelian buku secara on-line.


Simak nukilan buku di books.google.com :