|
Dunia Wayang Pitoyo Dotcom - Narasoma
Ksatria Pembela Kurawa
KLIK DI SINI untuk menyimak nukilan beberapa bab kisah buku ini di Googlebooks.
....'Narasoma' tak sekadar mengisahkan perang saudara yang amat memilukan, beserta adu kesaktian yang ditampilkan secara rinci dan cukup seru. Novel ini mengetengahkan pergolakan batin seorang ksatria yang bimbang atas pihak yang dibelanya, persiapan seorang prajurit menyongsong kematiannya, dan kesedihan seorang ayah atas kematian putranya. Tak kalah mempesona, kisah Karna yang marah kepada nasib malangnya sebagai anak terbuang namun ditangisi Batara Surya saat ia gugur di Kurusetra...Selengkapnya.---Sinarbulan, Bandung---
Another wayang story by Pitoyo Amrih. Those who used to read RA Kosasih's comic about Mahabharata would definitely fall in love with Pitoyo's art of work.
Perbedaan yg jelas antara karya RA Kosasih dgn Pitoyo adalah kesan yang timbul di karya Pitoyo menciptakan bayangan bahwa cerita wayang bukanlah sebuah dongeng dgn kisah yg muluk2 didalamnya. Pitoyo berhasil membuat cerita wayang menjadi lebih "down-to-earth" dgn gaya berceritanya. Termasuk jg dalam karyanya yang satu ini yang bercerita tentang kehidupan Raden Narasoma.
Tokoh utama cerita ini adalah Prabu Salya, yang pada masa mudanya lebih dikenal sbg Raden Narasoma. Beliau adalah seorang maharaja yang melalui masa mudanya dengan penuh tantangan hidup. Diusir oleh ayahnya sendiri untuk kemudian mengembara dan akhirnya berguru pada seorang begawan sakti yang adalah keturunan raksasa. Pada akhirnya dia mengawini putri dari begawan tersebut yang cantik rupawan. Bahagia hidupnya namun disatu sisi juga resah karena sadar bahwa tidak mungkin dia kembali ke kerajaannya dgn membuka kenyataan bahwa sang calon permaisuri adalah seorang keturunan raksasa.
Itu barulah awal dari sekian banyak kebimbangan hidup yg akan dia jumpai nanti didalam selang perjalanan hidupnya. Dan puncaknya adalah pada saat dimana ia harus memilih dalam perang besar Bharatayudha apakah ia harus berpihak kepada menantunya, Duryodana, pemimpin Kurawa atau kepada keponakan kandungnya, Nakula dan Sadewa, bungsu kembar Pandawa... --- (Fajar's blog, sumber:goodreads)
JUDUL NOVEL : NARASOMA, Ksatria
Pembela Kurawa
PENULIS : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 358 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : PINUS-Yogyakarta
ISBN : 979-99012-5-1
“
Mengapa akhirnya saya harus membela Kurawa….?” itulah mungkin suara hati yang
selalu terngiang di nurani Prabu Salya, terutama ketika menjalani hari demi hari
perang dahsyat Baratayudha.
Sebuah
perang yang begitu hebat, puluhan ribu orang tewas, ratusan ksatria senapati
menemui ajal, karena Baratayudha, perang antar saudara ras bangsa Manusia yang
seharusnya tak perlu terjadi.
Tapi
bagi Salya, perang itu masih tidak seberapa. Peperangan yang sebenarnya, baginya
sudah dimulai jauh sebelum Baratayudha. Bahkan sejak muda ketika dirinya masih
dipanggil sebagai Narasoma.
Sebuah
hingar bingar pertempuran yang terjadi dalam kurun waktu begitu lama, di
kesunyian lubuk hati nurani dirinya. Salya, seorang raja besar Mandraka yang
harus selalu mengalami pertentangan batin selama hidupnya.
Penulis
KLIK DISINI untuk membaca resensi di pembelajar.com
KLIK DISINI untuk membaca resensi di pitoyo.com
Tersedia di toko-toko
buku di kota anda, atau KLIK DISINI untuk pembelian buku secara online
KLIK DI SINI untuk menyimak nukilan beberapa bab kisah buku ini di Googlebooks.
Nukilan beberapa bab di Googlebooks :
|
 |
 |
 |
 |