NOVEL DUNIA WAYANG
BUKU WAYANG
BUKU BUDAYA JAWA
Home Dunia Wayang
Home Pitoyo Dotcom
Yang Baru di Dunia Wayang
Tentang Dunia Wayang
Sponsored Link


Kunjungi Toko online Pitoyo Dotcom Webstore


Kunjungi profil Pitoyo Amrih sebagai Goodreads Author


Kunjungi profil saya


Meet me on Facebook










Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?

Dunia Wayang Adalah Cermin Dunia Kita
peta dunia wayang

Perjalanan imaginer itu telah membawa ke Dunia Wayang, saya pulang membawa cermin kepada anda....
 




Telusuri seluruh isi teks dari buku-buku Pitoyo Amrih

Ulasan Baru
Gatotkaca, Kesendirian Seorang Panglima
Wednesday, 26-November-2008
Putra kedua Bima dengan seorang putri bangsa Raksasa dari negri Pringgandani. Kelahirannya dianggap sebagai buah dari sebuah rekayasa bangsa Dewa. Demi wibawa bangsa Dewa, Bima dijodohkan dengan Arimbi, dengan sebuah pamrih akan melahirkan seorang bayi yang kuat dan berani seperti bangsa Raksasa, serta pandai dan cerdas seperti seorang bangsa Manusia.

Bangsa Dewa yang kala itu mendapat rongrongan wibawa dari Prabu Kalapracona, raja negri Gilingwesi. Gatotkaca pun dibuat cepat dewasa, agar segera bisa menjadi jago bangsa Dewa menghadapi serangan bangsa Gilingwesi. Gatotkaca juga diberi kesaktian yang luar-biasa. Kecepatan terbang yang jauh diatas rata-rata kecepatan terbang ksatria pada umumnya. Kulit dan badannya sekeras baja. Tak ada senjata tajam yang mampu melukainya.

Luka Hati Seorang Dorna Terbalaskan
Saturday, 27-September-2008
Pada umumnya seorang beranggapan dia berwatak buruk perusak perdamaian dan tukang fitnah, tetapi dia seorang resi bergelar Danghyang Dwija Wirpa. Artinya saking lihung derajatnya hampir setingkat dewa. Sikapnya bijaksana, cerdas tetapi rendah diri walau berilmu tinggi. Ia puns eorang sarjana ilmu perang memiliki Sir Weda Danur Weda, yakni kitab ilmu bercinta dan ilmu menggunakan senjata dan strategi perang.

Reinterpretasi Simbol Wayang
Saturday, 02-August-2008
Manusia tidak dapat dipisahkan dari simbol. Wayang adalah simbol, mulai dari tokoh, adegan dan lakon sampai –dalam wayang kulit-- peralatan pentas (kelir, blencong, dsb), pembabakan waktu dan deretan wayang di sisi kiri-kanan kelir.

Menarik untuk disimak adanya kecenderungan kecil, yang berlawanan dengan persepsi mainstream, terhadap penyimbolan wayang ini, utamanya pada tokoh-tokohnya.

Karna, Nyawanya Sebagai Tumbal Lenyapnya Angkaramurka
Monday, 16-June-2008
ADIPATI KARNA a­dalah raja Awang­ga, meskjpun raja tetapi raja kecil. Ra­ja yang masih diperintah raja lain (Ratu reh-rehan-Jawa).

Istrinya Karna itu bernama Dewi Surtikanti, putri Mandaraka, putra Prabu Salyapati. Anak Adipati Karna kalau dalam pewayangan adalah dua orang, lelaki dan perempuan, bernama Warsakusuma dan Dewi Suryawati. Patihnya Karna itu bernama Patih Hadimanggala. Banyak para pejabat atau tokoh masyarakat yang mengagumi tokoh Karna, termasuk guru saya. Ki Narto Sabdo. Bahkan juga Presiden I Bung Karno juga mengagumi tokoh Karna, sebab sejarah serta perjalanan hidup Karna itu agak aneh atau unik.

Baratayudha
Saturday, 17-May-2008
Kakawin Bharata Yudha, buah karya Pujangga Besar Empu Sedah dan Empu Panuluh, yang diselesaikan pada tahun 1157 Masehi pada Zaman Jayabaya di Kediri itu, hingga sekarang masih tetap menjadi pusat perhatian kaum cerdik cendikiawan dan para sarjana dari luar maupun dalam negeri yang ingin memperdalam bahasa serta kesusasteraan Jawa.

Isi kakawin tersebut, menceritakan perangnya keluarga Pandawa melawan Kurawa.

Karena kedua belah pihak masih darah daging, yaitu rumpun Bharata Yudha. Kakawin tersebut termasuk kitab Jawa Kuna disusun dengan sekar ( puisi ) dan ( digubah berdasarkan kitab Maha Bharata ) yang dikalangan masyarakat Jawa juga dikenal sebagai kitab “ Astadasa Parwa “ ( 18 ) terdiri dari 18 parwa atau bagian.

Darah yang Bercahaya
Thursday, 03-April-2008
ular sawah menelan telur ayam, o padahal sungguh sedang dieram di dalam perut telur itu menetas merayap keluar dari mulut ular anak ayam menghilang ke hutan ular sawah tidur kekenyangan, o!

Kematian Dursasana yang mengenaskan segera tersebar ke segala penjuru pertempuran. Dengan rasa ngeri diceritakan bagaimana Bima tidak lagi bertindak seperti manusia. Ia menghancurkan wajah Dursasana yang buruk rupa, menggocohnya sampai menjadi bubur, menyobek perutnya dengan pisau, mengeluarkan ususnya, dan menghirup darah sebanyak-banyaknya. Demikianlah diceritakan dalam Kakawin Bharata-Yuddha:

Antareja, sang Hanantareja
Monday, 31-March-2008
Raden Hanantareja, yang berarti memiliki kuasa yang tinggi, yang dalam pedalangan cukup dipanggil Antareja, mempunyai nama lain Wasianantareja, Anantarareja. Ia adalah putra raden Werkudara dengan Dewi nagagini, putri Batara Antaboga, di kahyangan Saptapretala. Antareja kawin dengan Dewi GAnggi, putri Prabu Ganggapranawa raja ular di kerajaan Tawingnarmada. Dari perkawinan ini lahirlah Arya Danurwenda yang kemudian diangkat menjadi patih luar (patih njaba) negara Yawastina pada masa pemerintahan Prabu parikesit.

Antasena, Jalan Manusia Sufi
Friday, 21-March-2008
Anda tak akan menemukan tokoh ini pada versi Mahabarata aslinya, versi India. Karena tokoh Antasena hanya ada di kisah wayang gubahan Jawa. Pun hanya ada di Yogyakarta. Pada wayang Surakarta, nama Antasena juga ada, tapi Antasena di sini, hanya nama lain dari tokoh Antareja. Sedang di Yogyakarta, Antasena dan Antareja dikisahkan sebagai dua karakter yang berbeda, walaupun keduanya sepertinya sama-sama diciptakan sebagai sosok ‘pencari’ makna kehidupan sejati, tapi nuansa tingkah-laku mereka sangat berbeda.

Ulasan Novel Wayang: Narasoma
Friday, 14-March-2008
Narasoma adalah putra mahkota Mandraka, anak lelaki Raja Mandarapati. Ia diusir dari tanah airnya karena berlaku pongah dan berhadapan dengan seorang raksasa yang mulia bernama Begawan Bagaspati. Kemudian Narasoma digembleng sekaligus dinikahkan dengan putrinya, Pujawati. Sayangnya, sang pangeran belum dapat mengendalikan tutur kata. Ia melukai perasaan istri tercinta dengan menyatakan malu memiliki mertua bangsa raksasa. Terjadilah peristiwa yang memeras airmata, Begawan Bagaspati menemui ajalnya demi kehormatan Pujawati. Ia mewariskan ajian sakti Candrabirawa kepada Narasoma yang diliputi perasaan sesal.

Ulasan Novel Wayang: Antareja Antasena
Thursday, 06-March-2008
Saya tertarik pada novel ini karena mengangkat karakter wayang yang sempat saya selami melalui sejumlah referensi untuk keperluan menulis naskah komik pada suatu tahun. Mas Agus paling menaruh minat pada cerita di kerajaan Jalatunda, yang berlokasi di Dieng.

Antareja adalah putra Bima dari Dewi Nagagini, putri Hyang Antaboga yang memerintah bangsa ular. Sedangkan Antasena, saudara seayahnya, beribukan Dewi Urang Ayu yang merupakan putri Batara Baruna, penguasa Samudra (dalam buku ini dieja Samodra). Tokoh Antasena tidak ada dalam Mahabharata, hanya dalam wayang versi Jawa Yogyakarta.

Iklan Baris Yang Baru Pasang Iklan Iklanku
Silakan nikmati 4 iklan baris yang ada di sini.

Kategori

Benda Pusaka
 ...

Buku
 ...

Cagar Budaya
 ...

Kuliner
 ...

Lain-lain
 ...

Pedalangan
 ...

Usaha Kecil
 ...

Bedah Buku Wayang
.Ulasan Novel Wayang: Narasoma
.Ulasan Novel Wayang: Antareja Antasena
Cermin
.Setan dalam Diri Kita
.Merubah Diri
.Kekuasaan yang bisa membuat lupa...
.Benar dan Paling Benar
Lelakon
.Luka Hati Seorang Dorna Terbalaskan
.Darah yang Bercahaya
.Kayon
.Kangsa Adu Jago
.Drupadi
Tokoh Wayang
.Gatotkaca, Kesendirian Seorang Panglima
.Karna, Nyawanya Sebagai Tumbal Lenyapnya Angkaramurka
.Antareja, sang Hanantareja
.Antasena, Jalan Manusia Sufi
. Jatidiri dan Sifat Kepemimpinan Kresna
Discussion
Latest Post
. Asal usul Kartamarma
Latest Response
. Terima kasih
. Asal usul Kartamarma
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. Pedang Kwan Im dan Keris Krato...
. Pedang Kwan Im dari jaman Dina...
. Reselling Batik Solo...
. Antareja Antasena
Novel Dunia Wayang




Buku Wayang



Buku Budaya Jawa