 |
 |
|
 |
 |
| Dunia Wayang Adalah Cermin Dunia Kita |
Perjalanan imaginer itu telah membawa ke Dunia Wayang, saya pulang membawa
cermin kepada anda....
KLIK DISINI untuk mendapat update Ulasan Baru Dunia Wayang Pitoyo Dotcom
|



| Ulasan Baru |
| Wayang Gragak Yogyakarta |
Friday, 26-June-2009
Wayang Tejokusuman dibuat pada tahun 1946 di wilayah Tejokusuman, Yogyakarta. Seperti wayang kulit umumnya, Wayang Tejokusuman memiliki tatahan dan sunggingan yang halus. Perbedaan mendasar yang dapat dilihat dari wayang Tejokusuman ini adalah warna tubuh yang diwarnai krem atau kuning muda.(umumnya wayang diberi warna prada atau warna emas untuk bagian tubuhnya)
|
| Antara Hidup dan Mati |
Saturday, 13-June-2009 Kedatangan Durna di tengah tengah mereka memaksa pertikaian antara Arjuna dan Ekalaya berhenti sementara.
Aku dapat merasakan apa yang kalian rasakan. Sebagai seorang ksatria, perang tanding merupakan cara penyelesaian pamungkas yang terbaik. Kecuali jika salah satu di antara kalian mau mengalah atau mengaku kalah sebelum bertanding. Itu pun tidak mungkin kalian lakukan. Pasti! Karena aku tahu watak keduanya. Maka jangan salah sangka jika aku melarang kalian ber perang tanding. Silakan berperang tanding, asalkan jelas alasannya.
|
| Mengapa Harus Ada Goro goro? |
Tuesday, 26-May-2009 Tokoh Punakawan yang terdiri dari Semar, Nala Gareng, Petruk dan Bagong, adalah tokoh tokoh yang selalu ditunggu tunggu dalam setiap pagelaran wayang di Jawa. Sebenarnya dalam cerita wayang yang asli dari India tidak ada tokoh Punakawan. Punakawan hanyalah merupakan 'Bahasa Halus' dan 'Bahasa Komunikatif' yang diciptakan oleh para Sunan atau Wali di tanah Jawa. Para tokoh Punakawan dibuat sedemikian rupa, mendekati kondisi masyarakat Jawa yang beraneka ragam.Para Wali dalam penyebaran agama Islam selalu melihat kondisi masyarakat baik dari adat istiadat maupun dari budaya yang berkembang saat itu. Wayang merupakan suatu media efektif untuk penyampai misi ini. Namun, para wali memandang bahwa,cerita wayang yang diusung dari negara asalnya India ternyata banyak yang berbau Hindu, animisme dan dinamisme. Mereka juga melihat pakem wayang India tersebut kurang komunikatif. Masyarakat hanya diminta duduk diam melihat sang dalang memainkan Lakonnya.Tentu tidak semua orang mau untuk menikmati adegan demi adegan semacam ini semalam suntuk. Maka para wali menciptakan suatu tokoh yang sekiranya mampu berkomunikasi dengan penonton,lebih fleksibel, mampu menampung aspirasi penonton,lucu dan yang terpenting, dalam memainkan para tokoh punakawan ini sang dalang dapat lebih bebas dalam menyampaikan misinya karena tidak harus terlalu terikat pada pakem yang ada.
|
| DC Comics, SangTuan Rumah di Negri Wayang |
Saturday, 16-May-2009 Kemarin kebetulan ada tugas yang harus saya lakukan ke Surabaya. Menjelang sampai kota itu, keluar dari tol, karena tengah hari sudah menjelang, saya pun melewatkan makan siang di lokasi terdekat, di Pakuwon Supermall. Sebentar saya mampir, dan segera bergegas melanjutkan perjalanan ketika di lantai dasar mall, ada yang menghentikan langkah saya untuk sejenak berhenti mengamati. Sebuah patung figur Batman nya DC Comics besar seukuran manusia dewasa!
|
| Dunia Wayang Kita |
Monday, 04-May-2009 Ada rasa senang, ketika saya melihat bahwa karya saya mulai banyak diterima oleh semua kalangan. Terutama novel novel Dunia Wayang, yang memang saya susun kembali secara bertahap dengan harapan menjadi pengisi missing link yang sepertinya saat ini sedang terjadi, antara budaya kita sendiri dengan generasi saat ini. Kita bisa melihat, terutama generasi muda sekarang yang begitu mudah akrab dengan cerita cerita import, baik dari Amerika, Eropa, ataupun Jepang dan Korea, tinimbang kisah kisah dari budaya kita sendiri.
|
| Keluhuran Kumbakarna |
Friday, 30-January-2009
Kumbakarna adalah seorang ksatria bangsa Raksasa yang hidup di jaman kejayaan Prabu Sri Rama dari kerajaan Ayodya. Ayah Kumbakarna adalah seorang resi bernama Begawan Wisrawa, sedang ibunya adalah Dewi Kekasi, putri seorang raja bernama Prabu Sumali. Kumbakarna adalah juga adik penguasa negri Alengka, bernama Prabu Rahwana.
|
| Wayang Sekilas |
Tuesday, 13-January-2009 Ngelmu iku, kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese dur angkara
(Ilmu Pengetahuan hanya dapat diperoleh dengan belajar sungguh-sungguh, Dengan ketekunan, keuletan dan pantang menyerah, mampu mengatasi tantangan hidup serta menahan nafsu angkara murka).
|
| Petruk Kantong Bolong |
Tuesday, 06-January-2009
Lahir dengan nama Bambang Penyukilan, seorang ksatria sakti yang hidup pada jaman Dunia Wayang masih bergema kejayaan negri Maespati, ratusan warsa sebelum kejayaan Prabu Rama dari negri Ayodya. Tidak begitu jelas asal usul Bambang Penyukilan. Ada yang mengatakan dia adalah keturunan bangsa Raksasa, anak seorang pertapa sakti Begawan Salantara. Tapi yang paling banyak dipercaya orang, dia adalah seorang keturunan raja Jin, Prabu WelGeduwelBeh dan permaisuri dari bangsa Gandarwa.
|
| Gatotkaca, Kesendirian Seorang Panglima |
Wednesday, 26-November-2008
Putra kedua Bima dengan seorang putri bangsa Raksasa dari negri Pringgandani. Kelahirannya dianggap sebagai buah dari sebuah rekayasa bangsa Dewa. Demi wibawa bangsa Dewa, Bima dijodohkan dengan Arimbi, dengan sebuah pamrih akan melahirkan seorang bayi yang kuat dan berani seperti bangsa Raksasa, serta pandai dan cerdas seperti seorang bangsa Manusia.
Bangsa Dewa yang kala itu mendapat rongrongan wibawa dari Prabu Kalapracona, raja negri Gilingwesi. Gatotkaca pun dibuat cepat dewasa, agar segera bisa menjadi jago bangsa Dewa menghadapi serangan bangsa Gilingwesi. Gatotkaca juga diberi kesaktian yang luar-biasa. Kecepatan terbang yang jauh diatas rata-rata kecepatan terbang ksatria pada umumnya. Kulit dan badannya sekeras baja. Tak ada senjata tajam yang mampu melukainya.
|
| Luka Hati Seorang Dorna Terbalaskan |
Saturday, 27-September-2008
Pada umumnya seorang beranggapan dia berwatak buruk perusak perdamaian dan tukang fitnah, tetapi dia seorang resi bergelar Danghyang Dwija Wirpa. Artinya saking lihung derajatnya hampir setingkat dewa. Sikapnya bijaksana, cerdas tetapi rendah diri walau berilmu tinggi. Ia puns eorang sarjana ilmu perang memiliki Sir Weda Danur Weda, yakni kitab ilmu bercinta dan ilmu menggunakan senjata dan strategi perang.
|
|
|
|
 |
 |
| Buku Wayang |


|
| Buku Budaya Jawa |

|
|
 |
|
 |
 |