Ini perlu saya sampaikan disini di awal, karena mungkin anda akan banyak menjumpai pada berbagai literatur bahwa OEE (Overall Equipment Effectiveness) adalah ‘angka produktifitas’ mesin. Sebagian lagi menyebut ‘angka efisiensi’ mesin. Walaupun sudah jelas disebutkan dalam singkatannya bahwa OEE adalah bicara masalah efektifitas.

Tapi, berdasar pendapat saya diatas, sebenarnya anggapan bahwa OEE ini adalah ‘angka produktifitas’ mesin atau ‘angka efisiensi’ mesin, adalah anggapan yang tidak sepenuhnya keliru. Karena dengan OEE kita juga bisa mengetahui angka produktifitas mesin, misalnya dengan memodifikasi satuan dari prosentase menjadi output per machinehour misalnya.

Atau bisa juga bila kita mau melihat OEE sebagai kajian tentang efisiensi, ketika kita kemudian membandingkan antara output –dari angka OEE mesin tersebut- dengan input –dari angka OEE, output mesin proses sebelumnya-. Dan itu semua boleh-boleh saja dilakukan dalam rangka semakin melengkapi tampilan ‘dashboard’ jalannya ‘mobil’ perusahaan kita dari waktu ke waktu. Selama semua kajian dan data yang diolah tersebut bisa dimanfaatkan dan menggambarkan sesuatu yang berguna bagi pengambil keputusan. Kalau tidak? Mengapa repot-repot, OEE saja menurut saya sudah cukup memberikan informasi kemampuan mesin kepada kita.

Selengkapnya: Konsep dan Definisi OEE (3)

OEE adalah alat ukur. Memakai dasar waktu. Sesuatu yang tak sulit-sulit amat sebenarnya. Mengukur kinerja mesin dengan alat ukur OEE didasari pada konsep seberapa lama mesin beroperasi menghasilkan produk baik dibandingkan waktu yang tersedia baginya. Satuannya dalam persen. Seratus persen dikurangi prosentase OEE adalah apa yang disebut sebagai 'Total Losses'. Akan terdiri dari banyak elemen 'losses' yang bila dicermati dengan analisa, akan bisa langsung merujuk pada faktor yang berkontribusi terhadap losses. Hal yang membuat mengapa sebuah mesin tidak menghasilkan produk baik selama waktu tersedianya.

Setiap elemen, setiap terminologi, setiap losses, bakalan ada penjelasan spesifik terhadapnya pada tulisan-tulisan berikutnya. Berangkat dari Total Time (lihat bagan di bawah pada tulisan selengkapnya). Anda bayangkan bar-chart horisontal adalah dalam satuan waktu. Total Time adalah waktu yang tersedia total. Artinya 24 jam dalam sehari, 7 hari seminggu dan seterusnya. Berikutnya adalah Loading Time. Adalah waktu tersedia mesin. Ada yang melakukan pendekatan Total Time adalah juga Loading Time. Artinya waktu tersedia mesin adalah 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Boleh-boleh saja, hanya saja akan membuat kendala dimana ada losses Machine Shutdown yang tidak terlihat dan mungkin terlupakan untuk dianalisa bila saja kebetulan hal itu menduduki prosentase yang dominan.

Selengkapnya: Mengukur Dengan OEE

Pengukuran kemampuan mesin menggunakan metoda OEE ini, pertama kali diperkenalkan oleh seorang praktisi dunia indutri suku cadang dari Jepang, bernama Seiichi Nakajima.

Seiichi Nakajima juga dikenal dengan sebutan ‘bapak’ dari konsep dan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Dan OEE merupakan bagian dari konsep besar TPM. Karena pada dasarnya OEE adalah alat untuk mengukur ke-efektifan mesin, sementara TPM adalah metodologi yang bersifat strategis untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi sejak mesin dioperasikan untuk melakukan produksi, sampai mesin dinyatakan berhenti dalam melakukan fungsinya. Tolok ukur keberhasilan penerapan TPM akan selalu merujuk pada hasil pengukuran OEE dari waktu ke waktu. 

Nakajima, pertama kali mengemukakan ini sekitar menjelang tahun 1980. Sampai kemudian konsep ini berkembang begitu pesat di Jepang, karena nilai tambah yang langsung dapat dirasakan oleh industri manufaktur di Jepang, dengan bukti peningkatan produktifitas dan efisiensi mesin produksinya, peningkatan profit margin perusahaan yang lambat laun secara tidak langsung dapat dirasakan, serta efisiensi dan efektifitas yang dapat menekan biaya perawatan mesin sampai ke tingkat minimum.

Selengkapnya: Sejarah OEE

Teorinya berkata: adalah saat mesin direncanakan untuk dioperasikan. Pada kenyataan keseharian praktek pengukuran OEE, saya yakin tidak semudah bagaimana itu didefinisikan. Karena umumnya pertanyaan kemudian akan mengkutub pada 3 hal definisi tentang Loading Time ini. Apakah waktu mesin 'direncanakan untuk dioperasikan ini' berarti sejak dari mesin di-'start' di awal sampai perintah 'stop' diakhir proses. Atau berarti bisa kita pakai pendekatan jam kerja misal 1 shift 8 jam sehari. Atau pakai pendekatan paling progresif kita tetapkan saja Loading time adalah 24 jam sehari.

Menurut saya, semua pendekatan bisa benar. Tentunya dengan implikasinya masing-masing. Baik para pendesain tata cara ukur OEE di tiap perusahaan, yang bisa jadi pendetailannya akan ada perbedaan dengan konsep umumnya seperti yang saya jabarkan di artikel ini, sampai dengan para pencatat penghitung analisa OEE itu sendiri sebaiknya tahu pilihan itu untuk dlakukan secara konsisten, serta segala macam kelebihan dan kekurangannya, sehingga ketika pencatatan data dilakukan sampai kemudian menghasilkan perhitungan prosentase OEE, hal itu akan bisa dikorelasikan dengan makna yang terkandung dalam angka prosentase kinerja tersebut terhadap keadaan aktual yang terjadi terhadap operasi mesin di lapangan.

Selengkapnya... Loading Time

Page 2 of 3

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya