Dan ternyata hasil pengukuran OEE tidak hanya berguna sampai disitu. Akan saya coba paparkan lagi situasi lain yang terjadi pada PT MAJU. Seumpama fakta akan pengoperasian mesin sama, tapi suatu saat perusahaan ini mendapatkan dilema yang berbeda:

Pagi itu pak Amat, sang direktur PT MAJU dikejutkan dengan berita di televisi, tentang pengumuman pemerintah yang memutuskan bahwa per hari itu biaya listrik dan bahan-bakar naik sampai rata-rata 40%.

Selengkapnya: Balada PT Maju (9)

Kemudian pak Amat mengangkat gagang telepon, kemudian men-dial beberapa angka. “Pak Sony..,” rupanya yang dihubungi adalah pak Sony, sang engineer perusahaan tersebut. ” Seberapa besar konsumsi listrik dan bahan bakar di mesin kita, pak..”

“Oh, banyak ,pak..” pak Sony diseberang telepon menjawab.

“Tolong lebih detail pak..”

“Secara garis besar pak, masing masing mesin itu menggunakan motor sebesar 10.000 Watt, pak. Sementara untuk bahan bakar,..dipakai untuk memanaskan boiler, dan uap air yang didapat, dipakai untuk memanaskan pencetak gelas di mesin kita…”

Selengkapnya: Balada PT Maju (10)

Ketika kemudian pak Amat beserta seluruh jajarannya mengkampanyekan agar menekan biaya operasi di segala lini, lalu apa yang harus digarap dahulu kaitannya terhadap mesin-mesin mereka. Tanpa angka OEE, seakan upaya menurunkan biaya adalah seperti berjalan dalam kegelapan. Kalaupun ada upaya itu, pastilah yang dilakukan hanyalah sekedar tambal sulam, tidak secara komperhensif terencana dilakukan, dan pastilah dampaknya tidak begitu signifikan terhadap penurunan biaya operasi terutama biaya produksi.

Lain halnya bila angka OEE itu selalu ada ditangan, seperti layaknya angka speedometer pada dashboard mobil. Kita akan bisa tahu persis kapan pedal gas, pedal kopling atau pun pedal rem harus diinjak. Kita bisa tahu kapan harus ganti gigi persneling.

Read more: Balada PT Maju (11)

Page 3 of 3

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya