Ketika kemudian pak Amat beserta seluruh jajarannya mengkampanyekan agar menekan biaya operasi di segala lini, lalu apa yang harus digarap dahulu kaitannya terhadap mesin-mesin mereka. Tanpa angka OEE, seakan upaya menurunkan biaya adalah seperti berjalan dalam kegelapan. Kalaupun ada upaya itu, pastilah yang dilakukan hanyalah sekedar tambal sulam, tidak secara komperhensif terencana dilakukan, dan pastilah dampaknya tidak begitu signifikan terhadap penurunan biaya operasi terutama biaya produksi.

Lain halnya bila angka OEE itu selalu ada ditangan, seperti layaknya angka speedometer pada dashboard mobil. Kita akan bisa tahu persis kapan pedal gas, pedal kopling atau pun pedal rem harus diinjak. Kita bisa tahu kapan harus ganti gigi persneling.

Sebagai contoh, angka OEE yang ada ditangan PT MAJU, saat itu menunjukkan TINGKAT KETERSEDIAAN (Availability) sebesar  78% ; kemudian TINGKAT KINERJA mesin tersebut (Performance Efficiency) sebesar 60%, dan TINGKAT KUALITAS produk yang dihasilkan (Rate of Quality) sebesar 89%. Dari angka tersebut kita bisa lihat bahwa TINGKAT KINERJA mesin menduduki tingkat terbawah. Sehingga tentunya bisa menjadi strategi untuk menjadikannya prioritas dalam perbaikan untuk upaya menekan biaya.

Dan upaya itu bisa saja lebih mudah. Seperti gambaran bahwa meningkatkan dari 60% menjadi 70% adalah relatif lebih mudah daripada dari 80% menjadi 90%, walaupun kenaikannya sama-sama 10%.

Dari situ tinggal kemudian pak Amat beserta seluruh staff-nya memelototi semua hal yang menjadi parameter yang berpengaruh pada angka TINGKAT KINERJA, untuk kemudian diambil langkah-langkah strategis untuk membawa setiap parameter itu ke arah yang lebih baik. Lebih dalam, kita tentunya akan belajar tentang setiap parameter-parameter yang membangun ketiga faktor OEE ini sehingga menghasilkan angka efektifitas mesin.

Dengan kata lain, bahwa keberadaan OEE :

Dapat memberikan gambaran, untuk secara strategis menetapkan skala prioritas terhadap apa-apa yang perlu dilakukan pada mesin, peralatan dan semua yang mendukung terjadinya proses produksi, dalam rangka meningkatkan kemampuannya atau menekan biaya operasinya.

Seperti analogi yang saya ungkapkan sebelumnya, pengukuran dan data OEE yang di dapat, bisa menjadi layaknya sebuah panel instrument pada dashboard sebuah mobil. Yang bisa menunjukkan kepada kita sudah cukup cepatkah kita, apakah kita berjalan pada kecepatan yang benar, apakah terjadi pemborosan di lini produksi kita, apakah mesin bekerja tanpa menghasilkan apa-apa, dan sebagainya.

Mungkin hal pentingnya OEE tersebut, diatas dapat saya ringkas sebagai berikut :

Memberikan deskripsi dan informasi bagi para pengambil keputusan, sampai ke tingkat manajemen yang paling tinggi, terhadap kondisi aktual mesin produksi dalam menjalankan fungsinya.

Memberikan bahan yang cukup kepada manajemen untuk dapat memberikan umpan-balik yang berguna dan berbasis data kepada semua jajaran dibawahnya, dalam rangka selalu memperbaiki hasil kerja proses produksi.

Memberikan potret yang tepat kepada manajemen, terhadap status kemampuan fasilitas produksi terkait dengan pengaruh dari luar perusahaan yang dapat mempengaruhi kemampuan produksi. Baik dari sisi mesin ataupun peralatan maupun kaitannya dengan strategi dan perencanaan finansial.

Pitoyo Amrih 

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya