Ketika dikomfirmasi ke pak Joni mengenai hal tersebut, pak Joni pun memberikan argumentasi kepada pak Amat, “Wah, pak..begitulah selama ini kita bekerja. Siang malam harus menggenjot mesin memenuhi permintaan pemasaran. Saya pikir tak ada salahnya para operator sesekali menikmati waktu rehatnya lebih sedikit. Terkadang mereka terlihat sangat tertekan..” kilah pak Joni. “Dan saya pikir wajar kalau sesekali mesin rusak, mungkin itulah wujud protes mesin yang bekerja siang malam..”demikian pak Joni melanjutkan argumentasinya.

Esok harinya, tampak pak Amat kembali duduk di tempak duduknya kemaren. Tepat di tengah kedua mesin yang sedang beroperasi. Tampak pak Amat berdiam diri seakan berkonsentrasi mengamati kedua mesin. Duduk tertunduk dengan mata terpejam seperti layaknya sedang bertapa.

Ada yang aneh lagi dirasakan pak Amat pagi itu. Ternyata bunyi ritme hentakan kedua mesin ini tidak seirama! Yah! Terdengar jelas ditelinga pak Amat bahwa ritme hentakan mesin A terasa siklusnya lebih cepat dibanding mesin B.

“Tolong saya dipanggilkan pak Boy..” terdengar pak Amat berteriak.

Tak berapa lama tampak seseorang dengan baju wearpak menemui pak Amat. Rupanya inilah yang bernama pak Boy. Konon katanya dialah yang menjabat sebagai kepala teknisi di pabrik itu.

pak Amat bersama pak Boy, sang kepala teknisi

“Pak Boy,” kata pak Amat. “Kok mesin B ini terdengar lebih lambat dari mesin yang disebelahnya. Berapa sih setting kecepatannya?”

“Ehem, anu, pak.., Saya sendiri yang memerintahkan para operator mesin B agar menjalankan mesin ini dengan kecepatan limapuluh gelas per menit..,”jawab pak Boy.

“Lho, kok..?”

“Eee, anu, pak, sekitar dua bulan lalu, mesin ini mengalami kerusakan di gearbox-nya. Rupanya lupa tidak ganti oli dalam setahun ini. Waktu itu terlihat bahwa roda gigi sudah mengalami cacat karena goresan. Karena untuk beli roda gigi mahal, saya minta tetap saja dipakai dan mesin dijalankan asal tidak lebih dari limapuluh gelas per menit..”

“Ngomong-ngomong, berapa sih kecepatan mesin A sekarang?”

“Masih seperti biasanya, pak..sekitar delapan puluh gelas per menit..”

“Hemm, ..” tampak pagi itu pak Amat juga mengernyitkan dahinya seperti berpikir keras. Kemudian dia bergegas menuju koridor ke sebelah suangan kecil di sebelah ruang produksi. Masuk ke ruangan di situ, didapati seorang tinggi besar sedang sibuk di depan komputer mejanya.

(bersambung)

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya