Sebagian sektor industri diatur oleh syarat-syarat dari pihak regulasi. Untuk beberapa tujuan. Salah satunya adalah tujuan perlindungan terhadap konsumen, dimana negara harus memiliki perangkat yang membuat, dan mengawasi segala aturan terhadap industri tersebut.

Salah satu aturan tersebut adalah perihal kewajiban melakukan validasi terhadap proses produksinya untuk menjamin kualitas produk dan memastikan bahwa konsumen mendapatkan apa yang dia harapkan. Contoh sektor yang memiliki kewajiban ini adalah kelompok industri farmasi, biokimia, obat tradisional, dan kelompok sejenis lainnya. Juga beberapa sektor industri makanan. Dan jalan panjang kegiatan validasi, salah satunya adalah langkah pembuktian terhadap mesin, peralatan dan sarana penunjang proses produksi tersebut, yang biasa disebut dengan istilah kualifikasi. Salah satu tahapan kualifikasi ada yang disebut dengan Kualifikasi Kinerja (Performance Qualification). Dan OEE bisa menjadi salah satu atribut pembuktian tentang kinerja sebuah mesin. Dalam hal ini khususnya mesin proses produksi.

Pembuktian terhadap kinerja mesin memang bisa didekati dengan atribut yang beragam. Yang menarik adalah bahwa pembuktian tersebut yang seharusnya hanya melulu menguji mesin, bisa jadi kinerja juga dipengaruhi oleh bahan. Mesin pengaduk misalnya. Kita perlu cermat memilih atribut untuk pembuktian kinerja mesin ini. Apakah kerataan campuran merupakan atribut untuk membuktikan kinerja mesin pengaduk ini? Distribusi besar partikel hasil pengadukan? Yang kemudian sampai pada pertanyaan, apakah bila kita memakai bahan A bisa menghasilkan hasil pengadukan yang sama dengan bahan B, pada setting parameter yang sama?

Faktor pengaruh bahan inilah yang kemudian perlu dipisahkan ketika kita hanya melulu ingin membuktikan kinerja mesin. Itulah kemudian OEE bisa menjadi salah satu tolok ukur untuk membuktikan bahwa sebuah mesin memiliki kinerja yang memenuhi harapan atau tidak. OEE memang mungkin akan menghasilkan kinerja mesin yang umum. Artinya setiap hal yang mengurangi tingkat kinerja mesin, bisa jadi tidak bisa diurai secara detail hal itu merupakan kontribusi dari faktor apa saja.

Dan begitulah. OEE juga kemudian dikenal juga sebagai tolok ukur bagi pendekatan dalam sebuah Kualifikasi Kinerja sebuah mesin proses produksi.

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya