Beberapa kali saya mendengar tentang perspektif orang-orang dalam melihat apa itu 'otomatis' membuat saya tergelitik untuk sekedar bercerita tentang penglihatan saya terhadap hal itu. "..ah, nggak mungkin produk reject keluar, kan itu sudah dibuat otomatis bila ada yang diluar spek akan terlempar dari ban berjalan..", begitu kira-kira orang melihat. Sepertinya kata otomatis adalah sebuah kotak ajaib yang pasti akan melakukan tepat seperti yang di-desain-kan terhadap sistem itu.

Otomatis bukan berarti sebuah keajaiban. Otomatis bukan berarti magic. Segala hal yang dibuat otomatis bukan berarti akan terjamin bahwa semua akan berkerja sesuai rencana dan akan selalu baik-baik saja. Di dalam kata 'otomatis' itu berisi segala desain logika yang dibuat oleh manusia. Logika yang kemudian dituangkan dalam perangkat, menggabungkan sensor, pemrograman logic-control, dan aktuator yang bisa berupa perangkat elektrik, elektronik maupun mekanik, yang juga adalah buatan manusia. Ketika sudah jadi sebagai suatu sistem, dioperasikan oleh manusia, kemudian selama perangkat otomatis itu bekerja, pemeliharaannya juga dilakukan oleh manusia. Ada banyak manusia di sana. Sehingga yang otomatis pun akhirnya juga manusiawi. Bisa tidak bekerja, bisa salah, bisa error.

Otomatisasi adalah ide brilian dari manusia. Mungkin bisa saya analogikan sebuah cerita begini: dahulu sekali kita mencuci baju pastlah dengan tangan. Kemudian ada ide mekanisasi. Saat ditemukan motor listrik, berimplikasi juga kepada dunia cuci-mencuci baju. Orang kemudian menciptakan sebuah tabung yang berisi kipas dengan desain tertentu yang katanya sanggup menggantikan efek mencuci, mengucek dan membilas. Kipas yang digerakkan dengan motor. Kemudian ide berikutnya adalah membuat satu tabung lagi untuk mengeringkan. Karena kain basah yang diputar cepat, efek sentrifugal akan membawa basah air yang lebih berat, bergerak ke tepi. Kesanalah air di baju diminta untuk pergi, Karena air pergi maka baju menjadi kering.

Maka bermunculanlah era mesin cuci dua tabung ketika itu. Satu tabung untuk mencuci, satu tabung untuk mengeringkan. Dengan tombol mencuci dan mengeringkan, plus tombol buka tutup kran sehingga air dalam tabung cuci bisa terkuras untuk diisi air baru. Tombol juga mewakili lama waktu pencucian dan pengeringan. Orang harus memutar tombol untuk memulai pencucian, sampai dengan waktu yang diingini, putaran cucian selesai, kemudian orang tersebut harus tekan tombol untuk menguras air. Kemudan mengisi air kembali, memutar untuk mencuci, dan menguras air lagi. Sampai berapa kali terserah tergantung tingkat kekotoran baju, dan seberapa betah anda berdiri di samping mesin cuci. 

Selesai mencuci anda harus memindahkan semua baju dari tabung cuci ke tabung pengeringan. Putar tombol waktu pengeringan. Anda tunggu selama waktu pengeringan dan selesai. Anda bayangkan selama mencuci praktis anda hanya menunggu, dan bila setiap tahap selesai, anda harus melakukan sesuatu untuk tahap selanjutnya.

Maka kemudian muncullah ide bagaimana bila setiap tahap itu berjalan dengan sendirinya? Setiap parameter yang dibutuhkan, diisikan di awal, dan hanya menekan satu tombol start maka mesin cuci akan melakukan tahapan demi tahapan sampai selesai. Itulah salah satu contoh otomatisasi. Dan proses pengotomatisasi-an itu bisa jadi tak terjadi dalam semalam, sebuah proses evolusi yang panjang sehingga muncul model mesin cuci satu tabung seperti sekarang dengan segala macam kecanggihannya. Bahkan ada yang dilengkapi sistem user manajemen, dimana kalau bukan sang pengguna mesin yang menombol maka mesin tak akan bekerja.

Banyak orang kemudian tak menyadari adanya evolusi tersebut. Menganggap bahwa segala macam kecanggihan otomatis perangkat masa kini terjadi begitu saja. Dan semua itu dianggap sebagai barang ajaib. Artinya bila ada yang tidak bekerja semestinya maka kesimpulan yang tertanam di kepala adalah yang salah pasti bukan karena otomatis-nya.

Ada juga saya pernah mendengar bahwa otomatis adalah sesuatu yang ready-made. Seperti sebuah barang yang bisa dibeli begitu saja di pasar dan bisa langsung dipakai. Sebuah sistem otomasi yang kompleks, saya percaya tak mungkin sistem itu bekerja sekali dibuat dan langsung berjalan dengan sempurna. Setiap sistem logika otomasi berawal dari desain. Karena yang buat desain juga manusia, semakin rumit otomasi, maka semakin besar pula kemungkinan kesalahan bisa timbul. Butuh proses uji coba yang terkadang panjang dan melelahkan karena harus satu persatu tiap tahap diuji, dan itupun belum tentu sekali jadi. Orang banyak hanya melihat ketika semua sistem itu sudah bekerja baik.

Belum lagi ketika otomasi dioperasikan, karena berisi perangkat yang bisa berubah oleh waktu, maka otomasi bisa berubah selama waktu pemakaiannya. Hal pentingnya adalah bahwa otomatis pun harus dipelihara agar tetap bisa otomatis seperti seharusnya.

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya