Desain ruang yang diperuntukkan bagi fasilitas produksi farmasi, biologi, kimia diwajibkan oleh peraturan untuk menerapkan banyak hal terkait penyediaan tempat produksi. Salah satunya adalah membuat beda tekanan antar ruang. Konsep dasarnya adalah upaya untuk melindungi produk (dari kontaminasi dari luar produk itu sendiri), personil (dalam hal ini pelaku proses produksi yang selalu berinteraksi dengan produk, terutama untuk produk yang berbahaya bagi kesehatan), dan perlindungan terhadap lingkungan (misal produk beracun atau dapat merusak lingkungan).

Bila kita mencoba menelisik filosofi dari penerapan ini, maka dalam peraturan kita perlu mengumpulkan dulu beberapa dasar pertimbangan untuk lebih memahami dalam aplikasinya. Tentunya semua tujuan itu berujung pada penerapan yang efektif sesuai peruntukannya, dan efisien dari sisi biaya, investasi maupun operasional.

Berawal dari pemahaman tentang Klasifikasi ruang atas kelas kebersihannya. Terutama di industri farmasi dan biologi, hal ini sudah jamak untuk menetapkan desain ruang kelas kebersihan tertentu pada fasilitas produksinya. Tingkatan kelas kebersihan tertentu untuk peruntukkan tertentu. Sampai kemudian perihal syarat pencapaian kelas kebersihan tertentu. Salah satunya adalah tentang beda tekanan statik antar ruang, dimana disyaratkan bahwa beda tekanan ruang antar kelas kebersihan berbeda adalah 10-15 Pa. Kurang dari 10 Pa, secara ilmiah para ahli berpendapat akan sulit untuk memberi jaminan ruang akan selalu bebas dari kontaminasi udara terhadap ruang sekitarnya, lebih dari 15 Pa, berdampak pada biaya fasilitas yang besar, penyediaan booster-fan yang lebih besar, desain konstruksi ruang yang lebih, dan sebagainya.

Untuk kelas ruang yang sama, mungkin juga dilakukan desain beda ruang tertentu antar ruangnya, misal atas pertimbangan pengendalian debu, keamanan lingkungan. Pendekatan ilmiah, para praktisi memakai angka minimal 5 Pa.

Anda bayangkan untuk ruang bersebelahan dengan desain beda tekanan yang berbeda, tentunya harus dipikirkan bila antar ruang itu mengharuskan kondisi lalu-lalang, baik orang, barang, ban berjalan. Karena lalu-lalang tak bisa dihindari, sementara perlu upaya agar kondisi beda tekanan tetap terkendali, maka konsep Ruang Antara adalah hal yang saat ini menjadi solusi.

Ruang Antara bisa berupa Buffer, sebagai lalu lalang orang maupun barang besar yang membutuhkan mobilisasi pallet terhadapnya. Atau bisa berupa Pass-box, untuk melalukan barang yang kecil, sehingga wujud ruang antara cukup kotak kecil yang cukup untuk melakukan barang tersebut. Baik Buffer maupun Pass-box, konsepnya cukup sederhana. Adalah ruang dengan dua pintu yang menghubungkan ruang yang berbeda tekanan tadi. Cara bekerjanya adalah saat masuk pintu sisi masuk terbuka, pintu di seberangnya tidak boleh terbuka. Pintu seberang baru boleh dibuka untuk lewat, bila pintu sisi masuk tertutup. Demikian juga saat keluar. Sehingga beda tekanan antar ruang akan selalu terjaga. Itulah kenapa konsep ini banyak disebut dengan istilah Airlock. Buka tutup pintu bisa dikendalikan secara otomatis ataupun penerapan prosedur bagi penggunanya.

Ruang Antara sendiri harus memiliki kelas yang sama dengan kelas yang lebih tinggi diantara dua ruang beda kelas yang dihubungkannya.

Lalu berapa beda tekanan di Ruang Antara sendiri? Ada tiga pendekatan untuk desain Ruang Antara ini. Tentunya hal ini timbul karena kebutuhan yang berbeda:

Ruang Antara dengan Cascade Airlock. Bisa dilihat di gambar dibawah ini:

Konsep ini lebih mengutamakan pertimbangan perlindungan terhadap produk ataupun proses produksinya agar selalu terjaga kondisi kebersihannya, sementara produk dianggap tidak berbahaya bagi lingkungan. Anda lihat di atas, dimana proses produksi dilakukan di Ruang Bersih. Syarat beda tekanan antara Ruang Bersih dan Ruang Non-kelas tetap harus dipenuhi dengan 10-15 Pa (dalam contoh diatas adalah 15 Pa). Ruang Antara yang harus memiliki kelas yang sama dengan Ruang Bersih karena di-desain memiliki beda tekanan, syarat minimal 5 Pa juga harus diakomodasi.

Ruang Antara dengan Bubble Airlock, dengan skema seperti gambar dibawah:

Konsep ini didasari pertimbangan perlindungan produk dan perlindungan lingkungan memiliki porsi yang sama. Antara Kelas berbeda tetap didesain memiliki beda tekanan 10-15 Pa (dalam contoh diatas adalah 15 Pa), Ruang yang lebih bersih selalu memiliki beda tekanan yang lebih tinggi. Sementara ruang antara didesain lebih tinggi dari kedua ruang (bubble). Dan untuk memenuhi syarat min 5 Pa beda tekanan pada kelas yang sama, maka Ruang Antara didesain (pada kasus diatas) paling tidak memenuhi 20 Pa.

Ruang Antara dengan Sink Airlock, dengan gambaran sebagai berikut:

Pertimbangan terhadap konsep ini dipakai selain perlindungan terhadap produk dan lingkungan, juga hal yang utama biasanya dipakai bila produk yang diolah sangat berbahaya (misal termasuk bahan toxic). Sehingga seolah-olah semua udara 'dibuang' ke Ruang Antara. Biasanya diikuti dengan desain pertukaran (pembilasan) udara yang menjamin kualitas udara selalu 'terbarukan', dan penggunaan filter yang memadai bila udara bilas harus dibuang ke lingkungan. Syarat 10-15 Pa (dalam contoh diatas adalah 15 Pa) tetap harus dipenuhi. Ruang Antara dibuat lebih rendah diantara keduanya, sehingga paling tidak dipenuhi dengan beda tekanan -5 Pa, terhadap acuan 0 Pa.

Pitoyo Amrih

 

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya