Cakupan HVAC sangat luas, tergantung dari desain peruntukkannya. Baiklah,.. kita mulai dulu dengan singkatan apa itu HVAC. Adalah Heat Ventilating and Air Conditioning. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai rekayasa Tata Udara pada sebuah ruang lingkup. Kalau yang bersifat umum, tata udara mungkin hanya pada cakupan Pengkondisian Udara (Air Conditioning), yang tolok ukur utamanya adalah sifat nyaman (comfort zone) sebuah ruang bagi manusia yang ada di dalamnya. Misal desain tata udara sebuah ruang kantor, mall. Pertimbangan utama adalah kenyamanan manusia penghuninya, yang ilmu-pengetahuan telah menyepakati bahwa rasa nyaman manusia pada kondisi udara dapat diwakili 'hanya' oleh atribut Suhu dan RH. Yaitu pada rentang antara Suhu 22 s.d 27 °C dan RH (Relative Humidity) 40% s.d 60%. Diluar itu kondisi udara dikatakan tidak nyaman bagai manusia, walau bisa jadi manusia tetap bisa bertahan.

Anda bisa lihat grafik dibawah pada cakupan rentang nyaman bagi manusia. Grafik saya ambil dari www.ohio.edu.

 

Bila kita masuk semakin ke dalam di dunia industri yang tidak hanya menggagas pada masalah kenyamanan manusia tapi juga banyak hal terutama terkait dengan proses dan produk dari industri tersebut, maka tata udara ruang menjadi semakin tidak sederhana. Atribut yang harus dicapai tidak melulu hanya pada masalah Suhu dan RH tapi lebih luas mencakup banyak hal.

Cakupan proses dan produk sebuah industri amatlah sangat luas. Kebutuhan tata udara ruang tarhadapnya pun sangat beragam. Pada artikel ini, saya hanya akan membatasi pada lingkup Industri Farmasi. Dimana salah satu tahapan untuk menetapkan bahwa setiap desain tata udara ruang (HVAC) memenuhi kriteria yang dipersyaratkan adalah dengan melakukan kualifikasi terhadapnya.

Seperti contoh ruang bagi kenyamanan manusia, kualifikasi-nya mungkin sederhana. Cukup pada atribut RH dan Suhu, diukur pada suatu rentang waktu tertentu sesuai kesepakatan. Waktu yang dirasa akan menjamin bahwa rentang waktu itu akan mewakili kinerja sistem secara keseluruhan. Ada pendapat 3 hari, ada yang mengatakan 5 hari. Penerimaannya tentunya sesuai syarat diatas yaitu suhu antara 22 s.d 27 °C dan RH antara 40% dan 60%. Dan bila anda bisa merekam pada interval dan waktu tertentu, maka itupun masih terbuka kesepakatan, apakah yang masuk rentang syarat adalah sepanjang pengukuran, atau rata-ratanya, atau MKT (Mean Kinetic Temperature)-nya.

Untuk Industri Farmasi, terdapat beberapa klasifikasi ruang untuk syarat tata udaranya. Untuk kelas Steril, didefinisikan pada kelas A, B, C dan D. Sedang kelas non Steril pada klasifikasi dibawahnya (E dan F). Di luar itu termasuk kategori 'ruang kotor'. Tapi jangan salah, istilah ruang kotor ini bukan berarti seperti bayangan kita akan sebuah ruang yang kotor. Kotor di sini maksudnya adalah bahwa ruang tersebut tidak dikendalikan atributnya. Gudang bersih tanpa AC masuk pada kategori ini.

Nah, dalam kualifikasi HVAC industri, yang membuatnya cukup rumit adalah karena atribut yang tidak hanya bicara Suhu dan RH saja. Tapi ada sekian banyak atribut lain yang tentunya pembuktiannya butuh strategi dan tata cara yang tidak sederhana. Semakin 'bersih' klasifikasi ruang (semakin ke kelas A) maka atribut pembuktian juga semakin kompleks.

Atribut uji selain Suhu dan RH, secara singkat bisa saya jelaskan (dalam kesempatan lain akan saya usahakan tiap atribut diurai dalam satu artikel):

Delta Pressure, adalah beda Tekanan Statik antar ruang. Dalam aturannya secara jelas mengatakan, antar kelas ruang yang berbeda, harus memenuhi syarat 10-15 Pa. Sedang untuk kelas yang sama, bila sesuai peruntukannya didesain memiliki tekanan berbeda, maka harus tidak kurang dari 5 Pa.

Jumlah Partikel di Udara, dibedakan dalam setiap besaran. Umumnya didekati untuk kelompok partikel 0,5 micron ke atas, dan 5 micron ke atas. Semakin bersih, semakin kecil ketentuan jumlah partikel di udara. Ketentuan dalam pengukurannya, semakin bersih ruang juga challenge terhadapnya semakin berat, semakin besar sample udara yang diambil. Atribut ini juga membedakan antara kondisi Operasional dan Non-operasional.

Efisiensi filter udara. Untuk mencapai kelas kebersihan ruang tertentu, pasti dibutuhkan filter udara untuk melalukannya. Sehingga Integrity-test terhadap filter harus dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran. Filter berkualitas bisa jadi baik integrity-nya, tapi jangan lupa, pengukuran harus dilakukan dalam kondisi terpasang. Sehingga titik kebocoran tidak hanya di filter, tapi justru bisa jadi pada sambungan atau celah antara filter dan housing-nya. Atau celah dengan bidang sekitarnya. anda bisa bayangkan, lubang filter yang mampu menyaring besar 0,5 micron, celah yang mungkin tak terlihat bisa jadi lobang yang sangat lebar.

Viable Airborne, adalah batas mikroba di udara. Diuji degan berbagi cara. mengambil sampel dari udara, dengan cawan papar, dan dengan cawan kontak. Kemudian sampel dibiakkan dalam inkubator.

Syarat pemulihan ruang juga dipersyaratkan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan dari keadaan operasional sampai ke non-operasional. Hal ini untuk menguji kemampuan sistem tata udara dalam 'membersihkan' membilas udara. 

Juga syarat untuk menghitung berapa kali perputaran udara di ruang itu. Setiap sirkulasi udara ada fan yang membuat laju debit udara. Ketika ruang yang dilewati bisa dihitung volumenya, kita bisa menghitung berapa kali sebuah ruangan dilewati udara setiap jamnya.

Yang istimewa adalah pada kelas A, dimana syarat tata udara akan dicapai bila bisa menerapkan aliran udara yang bersifat laminar. Atau sering disebut UDAF (Uni Directional Air Flow). Sehingga khusus kelas ini ada tambahan syarat lagi yaitu kecepatan udara yang harus diukur dibuktikan bahwa lajunya ada pada batas laju udara laminar.

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya